Senin, Mei 4, 2026

Pesawaran Dorong Literasi Budaya Lokal Lewat Bimtek Kepenulisan

Pesawaran (HO) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pesawaran menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Kearifan Budaya Lokal sebagai langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi yang berakar pada identitas daerah. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Dinas setempat dan diikuti oleh 60 peserta dari beragam latar belakang, mulai dari pustakawan, pegiat literasi, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.

Bimtek ini tidak sekadar menjadi ajang pelatihan menulis, tetapi juga wadah pembinaan terhadap kemampuan riset budaya lokal, penyusunan konten naratif, serta pengemasan nilai-nilai kearifan lokal menjadi karya tulis yang relevan dengan generasi masa kini.

Baca Juga:  BPN Bandar Lampung Luncurkan Layanan Ukur Tanah Terjadwal, Bisa Booking Online

Para peserta dibekali materi bertahap dalam empat fase pelaksanaan, dimulai dari persiapan penulisan hingga finalisasi naskah untuk dibukukan.

“Semoga pelatihan ini memberikan manfaat nyata, terutama dalam pengembangan budaya literasi yang berakar pada kearifan lokal,” ujar Darwin Firnandes, SH, Sekretaris Dinas Perpustakaan Pesawaran.

Bimtek ini mencakup tiga materi utama yakni, pengantar teknik penulisan dan budaya lokal, teknik menulis esai dan artikel berbasis budaya, serta penyuntingan naskah.

Narasumber kegiatan ini adalah Fitri Restiana yang memiliki latar belakang seorang penulis. Dalam penyampaiannya Fitri mengajak peserta untuk berani menulis dan menjadikan kegiatan kepenulisan sebagai peluang kreatif di era digital. “Jangan pernah ragu, karena setiap tulisan akan menemukan pembacanya,” pesannya memberi motivasi.

Baca Juga:  Gejolak Desa Munca, Dugaan Korupsi APBDes Resmi Dilaporkan ke Kejari Pesawaran

Kabid PPIP Dinas Kominfotiksan Pesawaran Ihsan Taufiq, yang menjadi moderator dalam kegiatan ini menekankan pentingnya membangun semangat belajar. “Gelas yang kita bawa kosong hari ini, bisa terisi penuh saat kegiatan ini selesai,” katanya.

Selain sebagai sarana ekspresi, literasi dipandang sebagai pilar peradaban. Dalam konteks ini, kemampuan menulis berbasis budaya lokal diharapkan tidak hanya melahirkan karya, tetapi juga memperkuat jati diri daerah, menciptakan peluang ekonomi kreatif, serta mempersiapkan masyarakat menghadapi tantangan di era informasi. (Red)

Berita Populer

Perkuat Komitmen, Disdikbud dan Disdukcapil Lampung Gelar Perjanjian Kerja Sama

Lampung (HO) - Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat komitmen dalam pemutakhiran data pendidikan pada Kartu Keluarga (KK) sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), melalui...

Ketua Adat Lampung Pepadun Gedongtataan Desak Polisi Tangkap Muallim Taher 

Pesawaran (HO) - Ketua Adat Tiyuh Gedongtataan Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung Mad Nur Gelar Paksi Ulangan memenuhi undangan penyidik Polres Pesawaran untuk...
error: Content is protected !!