Kamis, Januari 22, 2026

Disdikbud Pesawaran Bersama BGP dan BPMP Terus Tingkatkan Kompetensi Guru

Pesawaran (HO) – Disdikbud Pesawaran pun bekerja sama dengan Balai Guru Penggerak (BGP) dan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) terus melakukan peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pelaksanaan program pelatihan guru (Training of Trainers) yang didanai oleh APBN.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pesawaran, Anca Martha Utama mengatakan, pemerintah daerah Kabupaten Pesawaran melalui Disdikbud Pesawaran terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menambah tenaga pengajar, meskipun tantangannya adalah memastikan distribusi yang merata di setiap kecamatan.

Kemudian katanya, memaksimalkan peran guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang ada dan mengajukan tambahan formasi tenaga pengajar baru sesuai kebutuhan.

“Penyusunan dan pengusulan Kebutuhan P3K yang sesuai dengan Anjab dan ABK, serta Pemanfaatan pada komunitas Belajar (Kombel) melalui guru penggerak,” terang dia, Rabu (9/10/2024).

Saat ini lanjut Kepala Dinas, Pemerintah Kabupaten Pesawaran mencatat tren angka putus sekolah di Bumi Andan Jejama selama lima tahun terakhir,  sesuai dengan Neraca Pendidikan Daerah (NPD) Pendidikan di Kabupaten Pesawaran tahun 2019 sampai 2023, terjadi variasi jumlah siswa yang tidak melanjutkan pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMK.

“Pada tahun 2019, angka putus sekolah tercatat cukup tinggi di jenjang SMK dengan 64 siswa, SMA 16, sedangkan jenjang SD dan SMP masing-masing memiliki 28 dan 11 siswa yang tidak melanjutkan pendidikan dan SMA 16,” sebutnya.

Tren ini terangnya, mengalami perubahan signifikan pada tahun 2020, di mana jumlah siswa putus sekolah di jenjang SD melonjak hingga 68 siswa, sementara SMK mengalami penurunan drastis menjadi 8 siswa dan SMA 10.

“Tahun 2021 menunjukkan penurunan di semua jenjang, dengan jumlah siswa putus sekolah di jenjang SD turun menjadi 11 siswa, SMP 5 siswa, SMA 5 siswa, SMA 5 dan SMK 4 siswa,” ujarnya.

Namun, pada 2022, angka putus sekolah kembali meningkat di jenjang SD, mencapai 64 siswa, sedangkan jenjang lainnya tetap rendah. Pada tahun 2023, data menunjukkan sedikit penurunan kembali, dengan 61 siswa putus sekolah di jenjang SD, 22 siswa di SMP, 5 siswa di SMA, dan nihil di jenjang SMK.

Dari data tersebut, kata Anca, tergambar ada kenaikan dan penurunan angka putus sekolah mengalami pasang surut dampak dari pandemi Covid-19.

“Ada beberapa faktor penyebab utama anak putus sekolah di Kabupaten Pesawaran, meliputi, kemiskinan, kesulitan keuangan keluarga atau kebutuhan untuk bekerja dalam membantu keluarga,” ungkapnya.

Kemudian ada masalah pribadi seperti masalah gangguan belajar, gangguan emosional atau masalah kesehatan kesehatan fisik, lalu, pergaulan yang negatif seperti berteman dengan yang tidak mendukung pendidikan.

“Ada juga lingkungan kelurga karena kurangnya dukungan dari orangtua, konflik keluarga atau orang tua yang tidak memiliki pendidikan yang cukup, Serta ada pernikahan dini, terutama bagi perempuan, seringkali menjadi alasan utama untuk berhenti sekolah,” jelasnya.

Anca Martha Utama Untuk menekan angka putus sekolah tersebut, Dinas Pendidikan terus melakukan upaya-upaya dengan melakukan sejumlah program, diantaranya adalah pemberian bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa yang kurang mampu dan siswa berprestasi di tingkat SD dan SMP.

Selain itu, Disdikbud Pesawaran juga berfokus pada peningkatan infrastruktur pendidikan, terutama di daerah terpencil yang sulit dijangkau dan menyediakan program beasiswa untuk siswa berprestasi dan kurang mampu.

“Lalu bekerja sama dengan institusi seperti SMA Kebangsaan serta beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Lampung (UNILA), Institut Teknologi Sumatera (ITERA), dan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN RIL),” katanya.

“Di samping itu, kami menyelenggarakan program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah, Program ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk melanjutkan pendidikan dan mendapatkan ijazah yang setara,” ujarnya Anca.

Disdikbud Pesawaran akan terus mempertahankan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa sesuai peraturan  Bupati Pesawaran NO 6 tahun2021 tentang sekolah ramah anak, Dan Satuan Pendidikan membentuk tim anti bullying untuk penanganan kekerasan pada anak di sekolah.

“Sosialisasi pada satuan Pendidikan masing-masing dakukan bagi masyarakat yang memiliki anak berkebutuhan untuk mendaftarkan anaknya kesekolah terdekat,” tambahnya.

Anca juga mengakui bahwa kondisi geografis Kabupaten Pesawaran yang terdiri dari wilayah pesisir dan pegunungan menjadi tantangan tersendiri dalam menyelenggarakan pendidikan yang merata.

Kemudian, masih ada sarana dan prasarana pendidikan yang belum memadai di beberapa wilayah, Serta minimnya jumlah tenaga pengajar yang kompeten, turut memperburuk situasi.

“Dalam upaya khususnya untuk melindungi siswa dari risiko putus sekolah, Disdikbud Pesawaran memberikan bantuan Bina Muda berupa perlengkapan sekolah bagi 730 siswa SD dan 530 siswa SMP yang rentan putus sekolah di tahun 2024 ini,” ungkapnya.

Selain itu, program beasiswa untuk siswa yang tidak mampu terus diperluas, dan penguatan pendidikan nonformal juga menjadi fokus utama dan menekankan pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mengatasi masalah ini.

“Kami berencana melakukan validasi data secara berkala melalui koordinator pendidikan di 11 kecamatan, serta meningkatkan sarana dan prasarana sekolah agar dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik,” tuturnya.

Ke depan, Disdikbud Kabupaten Pesawaran berencana untuk terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dan dinas terkait.

Seperti Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3AP2KB), serta Dinas Perpustakaan dan Arsip.

Hal ini guna membangun hubungan yang lebih kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif dan ramah anak.

“Kami berharap dengan program-program yang telah dan akan dijalankan, angka putus sekolah di Pesawaran bisa ditekan secara signifikan dan anak-anak bisa mendapatkan hak mereka untuk mengenyam pendidikan,” pungkas Anca.

Diketahui Berdasarkan Data BPS Pesawaran (Kabupaten Pesawaran dalam Angka 2023) terdapat perubahan dalam jumlah sekolah dan guru di wilayah tersebut selama dua tahun terakhir.

Data terbaru menunjukkan adanya dinamika dalam jumlah sekolah dan guru di Kabupaten Pesawaran.

Untuk jenjang sekolah dasar (SD), terjadi penurunan dari 315 menjadi 299 sekolah pada tahun ajaran 2022/2023, sementara jumlah guru justru meningkat dari 3.182 menjadi 3.340 orang.

Sementara itu, jumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) mengalami peningkatan, dengan SMP bertambah dari 67 menjadi 69 sekolah, dan SMA meningkat dari 21 menjadi 24 sekolah.

Namun, jumlah guru SMP sedikit menurun dari 1.200 menjadi 1.194 orang, sedangkan guru SMA bertambah dari 488 menjadi 494 orang.

Untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), terjadi penambahan satu sekolah menjadi 16 SMK pada tahun 2022/2023, dengan jumlah guru meningkat dari 363 menjadi 375 orang.  (Red)

Berita Populer

Pemdes Bernung Gelar Musrenbang Desa 2027, Warga Usulkan Infrastruktur dan RTLH Jadi Prioritas

Pesawaran (HO) - Pemerintah Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Tahun 2027 di Balai Desa Bernung.Musrenbangdes merupakan...

Kantor Pertanahan Kabupaten Mesuji Gelar Baksos Donor Darah Bersama Dinkes

Mesuji (HO) - Kantor Pertanahan Kabupaten Mesuji bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mesuji melalui Unit Transfusi Darah (UTD) menyelenggarakan kegiatan Bakti Sosial Donor...
error: Content is protected !!