Kamis, Juni 13, 2024

Dana Desa Kampung Baru Dipertanyakan, Diduga Jadi Ajang Korupsi Kakon

Tanggamus (HO) –  Dalam penggunaan Dana Desa untuk tahun 2022 dan 2023 menjadi pertanyaan masyarakat Pekon Kampung Baru Kecamatan Pematang Sawa Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, diduga dalam realisasi nya banyak terjadi penyimpangan anggaran yang dilakukan oleh Kepala Kakon setempat.

Hal tersebut di ungkapkan salah satu masyarakat Pekon Kampung Baru yang dapat dipercaya mengatakan benar ada pembangunan-pembangunan di Pekon, namun menurutnya banyak yang tidak sesuai pasalnya belum lama pelaksanaan pembangunan namun sudah hancur dan pengerjaannya terkesan asal jadi saja.

Diketahui di tahun 2022 dengan Pagu sebesar Rp.779.090.000. Masyarakat mempertanyakan terkait Pembangunan Jalan Usaha Tani pembangunan Rehab Rabat Beton P.138 M x L.3 M x T.0,12 M Tahap 1 Rp.52.103.000 + Tahap 2 Rp.79.393.000.

Dana Desa Kampung Baru Dipertanyakan, Diduga Jadi Ajang Korupsi Kakon

“Menurut kami, untuk rehab rabat beton tersebut tidak sesuai apabila menghabiskan anggaran sebesar itu dikarenakan belum lama dibangun namun sudah rusak sehingga pasir dan batu splitnya banyak yang bertaburan kami menduga adanya indikasi korupsi yang dilakukan oleh kepala pekon untuk kepentingan pribadi,” ucap salah satu masyarakat, Rabu (8/5/2024).

Berikutnya, masyarakat mempertanyakan terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Honorarium Kader Rp.56.400.000.

“Semua kader disini ada 28 orang dan gaji satu kadernya Rp.100.000 perbulan, lalu untuk pembagian gajinya pun tidak menentu kadang 3 bulan atau 5 bulan sekali apabila dikalkulasikan dalam setahun satu kader hanya mendapatkan Rp.1.200.000 saja, lalu kemana sisanya,” katanya.

Kemudian, masyarakat mempertanyakan terkait Penyertaan Modal BUMDes Rp.40.000.000.

“Bumdes kami bergerak di bidang lanceng atau madu semestinya yang mengelolanya adalah masyarakat namun ini malah yang mengelola aparatur pekon dan orang-orang terdekat kepala pekon saja dan menurut kami dengan anggaran sebesar itu tidak sesuai,” tuturnya.

Begitu juga untuk Operasional PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasah Non-Formal Milik Desa Insentif Guru PAUD dan Ngaji Rp.39.000.000. Insentif Penghulu Rp.4.800.000.

Baca Juga:  Dugaan Tipikor PDAM Way Khillau Terus Didalami Pidsus Kejati Lampung

“Terkait item di atas kami tidak tahu, apabila menghabiskan anggaran sebesar itu dan kami menduga adanya memanipulasi laporan surat pertanggungjawaban (spj),” ujarnya.

Dana Desa Kampung Baru Dipertanyakan, Diduga Jadi Ajang Korupsi Kakon

Dan lagi, masyarakat mempertanyakan Pengadaan Bibit Alpukat Rp.20.250.000.

” Untuk pengadaan bibit alpukat ada, satu rumah dikasih satu bibit alpukat, sedangkan di pekon ini kurang lebih ada 300 KK dan untuk harga satu bibit Rp. 25.000 tinggal dikalkulasikan saja. jadi sisanya masih banyak lalu ke mana sisanya kami menduga sisa dana tersebut masuk kantong pribadi,” timpalnya.

Tidak hanya sampai disitu, masyarakat kembali mempertanyakan anggaran dana desa (DD) di tahun 2023 dengan Pagu sebesar Rp.817.226.000.

Selanjutnya, Pembangunan Jalan Usaha Tani Rabat Beton Dusun Sidorejo P.390 M x L.0,60 M x T.0,12 M Rp 105.400.000.

“Sekali lagi kami tegaskan, menurut kami pembangunan tersebut tidak sesuai apabila menghabiskan dana sebesar itu tentunya terkait anggaran dana tersebut kami pertanyakan kembali harus di audit oleh aparat penegak hukum,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat pun mempertanyakan Pemeliharaan Gedung Balai Desa Balai Kemasyarakatan Belanja Modal Sarana Prasarana Balai Rp.144.800.000.

“Kami tidak tahu apa yang dibelanjakan mereka paling juga hanya meja-meja, kipas angin sedangkan wc saja masih kaya gitu aja, patut kami curigai kemana larinya anggaran tersebut,” pungkasnya.

Dan lagi, masyarakat pertanyakan pembangunan drainase Dusun Induk P.27 M x T.1.7 M x L.0,30 M Rp.51.538.000.

“Sangat-sangat kami pertanyakan terkait item tersebut karena menurut kami tidak sesuai apalagi anggaran yang dikucurkan tidak sedikit dan kami menduga adanya indikasi korupsi,” tegasnya.

Lebih lanjut, untuk item Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa (PKD)/Polindes Milik Desa Lainnya Insentif Kader Tahap 1 Rp. 17.250.000+Tahap 2 Rp.34.500.000+Tahap 3 Rp. 69.000.000.

“Terkait item tersebut menurut kami tidak sesuai apalagi anggarannya sangat besar, kami menduga ada indikasi penyimpangan anggaran,” tuturnya.

Baca Juga:  Cegah Stunting, Kakon Unggak Bagikan PMT Untuk Balita

Kemudian lanjutnya untuk anggaran PAUD/TK/TPA/TKA/TPQ/Madrasyah Non-Formal Milik Desa insentif Guru PAUD, Ngaji, Penghulu Tahap 1 Rp.10.950.000 +Tahap 2 Rp.21.900.000+tahap 3 Rp.43.800.000.

“Sangat fantastis melihat melihat dari angaran yang dianggarkan berkali-kali, Kami khawatir dana tersebut tidak tersalurkan sebagaimana mestinya,” ungkapnya.

Masih keterangan masyarakat pemeliharaan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa/Permukiman Petugas kebersihan tiap RT Tahap 1 Rp.3.000.000+Tahap 2 Rp 7.700.000+Tahap 3 Rp.13.700.000.

“Iya itu RT yang membersihkan tapi nyatanya mana apa bersih, terkait anggaran tersebut kami menduga adanya manipulasi laporan surat pertanggung jawaban (spj),” imbuhnya.

Ada juga, Sarana Sanggar Seni dan Belajar Lainnya Pengadaan Batik dan Seragam Olahraga Rp.17.550.000.

“Untuk batik itu tidak ada, kalo olahraga disini punya anak-anak sendiri bahkan kalau mau tanding patungan, mau sparing patungan, dan untuk kaos bola ada dari pekon namun bahasanya utang berhubung dana karang taruna turun dipotong,” cetusnya.

Kepala Pekon Kampung Baru Satibi

Sementara itu, Kepala Pekon Kampung Baru Satibi saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, dirinya menyangkal terkait pembangunan rehab rabat beton yang menganggarkan dua kali dan berharap wartawan media ini agar dapat datang kerumahnya.

“Saya belum pernah nganggarin dua kali, satu kali langsung jadi itu ngarang bang, saya harap abang datang kerumah saya kan gitu kita kalo belum kenal ya kenalan kan gitu lahir batin karena kita abis lebaran,” katanya. Rabu (8/5/2024).

Dikatakan jika realisasi anggaran Dana Desa sudah dilaksanakan semua dan tidak ada masalah.

“Semua pembangunan udah saya anggaran udah dibangun semua bang udah aman makanya abang main kerumah saya ngobrolnya kerumah aja bang biar enak gak papa kita abis lebaran lahir batin,” pungkasnya. (Anwar Sahadat)

Berita Populer

Jelang Konferkab, Ketua PWI Pesawaran: Jangan Ada Intervensi Anggota

Pesawaran (HO) - Menjelang Konferensi Kabupaten (Konferkab) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pesawaran Lampung, yang akan di gelar pada akhir Juni 2024 mendatang, seperti...

Kembangkan E-Katalog Lokal, Pemkab Pesawaran Gelar Sosialisasi Peraturan Pengadaan Barang dan Jasa

Pesawaran (HO) - Pemerintah Kabupaten  Pesawaran Provinsi Lampung  melalui Bagian pengadaan barang dan jasa, menggelar kegiatan Sosialisasi Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP)...
error: Content is protected !!