Lingkungan Tercemar, Diduga Limbah PT Juang Jaya Abdi Alam Dikeluhkan

 Editor: M.Ismail 
Lingkungan Tercemar, Diduga Limbah PT Juang Jaya Abdi Alam Dikeluhkan

Masyarakat Minta Gubernur Lampung Bupati Lamsel dan Aparat Penegak Hukum Ambil Sikap

Lampung Selatan (HO) – Limbah dari kotoran sapi mencemari lingkungan dengan mengaliri sepanjang sungai Jembatan Way Bungur yang ada di Desa Kota Dalam dan Desa Suka Banjar Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung, diduga berasal dari Peternakan Sapi Potong (Cattle Freedlot) PT Juang Jaya Abdi Alam, terletak di jalan Trans Sumatera KM 40 Sidomulyo, mengakibatkan mengganggu aktivitas masyarakat yang hidupnya tergantung dari sungai setempat.

Salah satu masyarakat Dusun IV Desa Kota Dalam, Dy mengatakan kejadian tersebut sudah terjadi bertahun-tahun namun, sehingga sungai yang biasa mereka gunakan untuk sehari-hari tidak dapat digunakan lagi.

“Biasa sungai itu kami gunakan untuk makan minum, mencuci, mengairi tanaman, sawah, maupun mencari ikan sebagai pendapatan tambahan, namun kini sungai itu tidak dapat digunakan lagi, karena sudah tercemar, kasian pak, ikan juga pada mati semua,” ungkap Dy kepada media Handalonline.com, Selasa (24/1/2023).

Lingkungan Tercemar, Diduga Limbah PT Juang Jaya Abdi Alam Dikeluhkan

Sungai itu juga katanya, semenjak tercemar limbah peternakan sapi potong dari PT Juang Jaya Abdi Alam, berubah hitam dan bila terkena air nya akan terasa sangat gatal, jadi selain aktivitas warga terganggu terindikasi menyebarkan berbagai penyakit.

“Sebelum ada PT Juang Jaya Abdi Alam sungai tersebut sangat jernih dan sebagian warga menggantungkan hidup untuk kebutuhan sehari-hari, namun sekarang sudah tidak bisa digunakan lagi karena sungai kami sekarang tempat penampungan limbah kotoran sapi,” ucapnya sedih.

Baca Juga:  HPN 2023, 15 Pengurus PWI Pesawaran Dampingi Bupati Terima Anugerah Kebudayaan

“Kenapa pemerintah kabupaten terkesan tutup mata karena tidak mungkin orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan tidak mengetahui tentang adanya keluhan dari masyarakat terkait PT Juang Jaya Abdi Alam karena sudah bertahun-tahun menjadi perhatian khusus bagi masyarakat,” tanya dia.

Begitu juga di sampaikan FR warga setempat, selain limbah kotoran katanya, dampak dari peternakan Sapi Potong PT Juang Jaya Abdi Alam, ribuan lalat juga menyerbu warga yang bermukim di seputaran peternakan sapi tersebut, sehingga sangat mengganggu baik di siang hari maupun di malam hari.

Lingkungan Tercemar, Diduga Limbah PT Juang Jaya Abdi Alam Dikeluhkan

“Jujur memang ada dari pihak PT membangunkan sumur bor satu titik, namun itu tidak mencukupi kebutuhan masyarakat yang ada di beberapa desa,” sebutnya.

Terpisah AJ salah satu warga Dusun VI yang bekerja sebagai petani penggarap sawah, juga mengeluhkan aliran air sungai yang sudah tercampur limbah dari PT Juang Jaya Abdi.

“Ya air yang disedot dari sungai untuk dialiri ke sawah, bukan nya menyuburkan tanaman namun membuat tanaman layu dan mati, sehingga seringkali kami gagal panen,” keluhnya.

“Kami sangat berharap pemilik PT Sapi Juang Jaya Abdi Alam dapat turun ke desa-desa dan mencarikan solusi keluhan kami, selaku masyarakat kecil dan miskin, hanya untuk mencari sesuap nasi saja kami kerja siang malam, sekarang sungai sudah tercemar dimana tempat kami untuk menggantungkan hidup, bagaimana jika posisi kami ini terjadi kepada bapak selaku pemilik PT, kami sudah cukup lama sabar pak,” ucap nya lirih.

Berharap Kementerian Peternakan Republik Indonesia Ambil Sikap

Salah satu perwakilan masyarakat Dy, berharap kepada Gubernur Lampung, Bupati Lampung Selatan dan aparat penegak hukum untuk segera menyikapi keluhan dari masyarakat yang ada di beberapa desa di seputaran Peternakan Sapi Potong (Cattle Freedlot) PT Juang Jaya Abdi Alam.

Baca Juga:  Ciptakan Lingkungan Sehat Kakon Tanjung Agung Bersama Masyarakat Gelar Jumsih

“Kami berharap Bapak Gubernur Lampung Bapak Arinal Djunaedi, Bapak Bupati Lampung Selatan Bapak Nanang Ermanto bersama Instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk menyikapi permasalahan yang terdampak dari Peternakan Sapi Potong (Cattle Freedlot) PT Juang Jaya Abdi Alam,” katanya.

“Kami juga dalam waktu dekat akan berangkat ke Kementerian Peternakan Republik Indonesia agar mengambil sikap terhadap Peternakan Sapi Potong (Cattle Freedlot) PT Juang Jaya Abdi Alam,” pungkasnya.

Sementara itu Tama, Humas Peternakan Sapi PT Juang Jaya Abdi Alam, ketika dikonfirmasi  Media Handalonline.com terkesan menghindar dari pertanyaan.

“Mohon maaf bang kami sedang rapat mohon maaf sekali ya bang ya, kami tidak bisa angkat telepon atau tidak bisa menjelaskan karena kami sedang ada rapat,” ucap Tama.

Diberitakan sebelum nya dengan link berita: https://handalonline.com/2023/01/19/ribuan-lalat-peternakan-sapi-serbu-dua-desa-kecamatan-sidomulyo/
(Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here