Kakon Sinar Agung Dituding Perkaya Diri Sendiri, Diduga Simpangkan DD Hingga Ratusan Juta

 Editor: M.Ismail 

“Kami Warga Masyarakat Pekon Sinar Agung Berharap Kepada Kejaksaan Tinggi Lampung Kapolda Lampung Segera turun karena kami anggap aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Tanggamus terkesan tutup mata”

Tanggamus (HO) – Kepala Pekon Sinar Agung Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus Ahamd Munzir dituding masyarakat memperkaya diri sendiri dan ada dugaan menyimpangkan anggaran Dana Desa (DD), Tahun 2021 dan 2022 Tahap 1 hingga ratusan juta rupiah sehingga mendesak aparat penegak hukum ambil tindakan tegas.

Demikian dikatakan oleh sumber yang siap dipertanggung jawabkan M Ikballudin warga Dusun 1 mewakili masyarakat pekon setempat menerangkan kepada media Handalonline.com di kediamannya , Sabtu (13/8/2022).

“Sejak awal Kepala Pekon Ahmad Munzir menjabat menjadi kepala Pekon di desa kami itu tidak ada kemajuan yang signifikan dan bahkan terkesan setiap melakukan kegiatan tidak pernah ada musyawarah dan terkesan tertutup didalam setiap kegiatan pekon,” ungkap M Ikballudin.

Dibeberkannya, ada pun yang menjadi dugaan  masyarakat ada indikasi penyimpangan anggaran pada tahun 2021 tahap 1 ada kegiatan Item Jumlah Peserta Peningkatan kapasitas perangkat Desa PELATIHAN ADMINISTRASI PEKON Rp. 19.050.000 kemudian Poster Baliho Lainnya ke masyarakat Informasi APBDes, LPJ, dan lainnya pembayaran langganan Internet Pekon Rp. 3.000.000 dan Jasa Langganan Majalah Surat Kabar sebesar Rp 35.000.000.

“Selain itu ada anggaran untuk Fasilitas Jamban Umum MCK umum, Bantuan Pembuatan WC Masyarakat Rp. 24.000.000 ada juga Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah PEMBERSIHAN LOKASI LAHAN DRAINASE VOLUME 1,6 X 1 X 195 M  PKTD 50% Rp. 5.916.000 kemudian Pemeliharaan Fasilitas Pengelolaan Sampah Desa Permukiman INSENTIF PETUGAS KEBERSIHAN Rp. 1.500.000,” ucapnya.

Dikatakannya, Ada juga Dokumen Perencanaan MUSYAWARAH PENYUSUNAN dan PENETAPAN RPJM  PEKON Rp. 1.650.000
kemudian Dokumen Perencanaan MUSYAWARAH PENGKAJIAN KEADAAN DESA Rp. 1.450.000 kemudian Dokumen Perencanaan MUSDES RPJM  Rp. 1.250.000 kemudian Dokumen Perencanaan RPJM PEKON Rp. 6.450.000 kemudian Dokumen Perencanaan Pemutakhiran Data SDGs Desa dan Indeks Desa Membangun IDM Tahun 2021 Rp. 6.119.100.

“Dana untuk peningkatan Balai Desa Balai Kemasyarakatan MOBILIER KANTOR PEKON Rp. 10.000.000 kemudian Peningkatan Balai Desa Balai Kemasyarakatan Pengadaan CCTV dan PINGER PRINT Kantor Pekon Rp. 14.000.000 ada juga Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya Sekretariat Satgas Penanganan COVID-19 di Desa Rp. 5.020.000 kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya Penyiapan dan atau Perawatan ruang Isolasi Desa
Rp. 6.718.000, semua nya itu menjadi pertanyaan masyarakat Pekon Sinar Agung,” ujarnya.

Selanjutnya Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya Melakukan Penyemprotan Cairan Disinfektan Sesuai Keperluan Rp. 6.590.000 kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya Penyiapan Tempat Cuci Tangan dan atau Cairan pembersih tangan Hand Sanitizer Rp. 5.100.000 ada juga Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya Edukasi dan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Pandemi COVID-19 Rp. 4.410.000.

“Kami juga mempertanyakan anggaran untuk Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya OPERASIONAL AMBULANCE Rp. 4.500.000 kemudian Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya OPERASIONAL KPM
Rp. 2.500.000 ada juga Makanan Tambahan Makanan Tambahan Rp. 1.800.000 kemudian Terselenggaranya Operasional Pos Kesehatan Desa PKD Polindes Milik Desa Lainnya peralatan Posyandu
Rp. 2.000.000 ada juga Jumlah Peserta Penyuluhan dan Pelatihan Pendidikan bagi Masyarakat  PROGRAM SEMUA BISA SEKOLAH Rp. 6.000.000,” sebutnya.

Baca Juga:  Ketua KPK Berikan Penghargaan Bupati Pesawaran, 10 besar Desa Anti Korupsi Sumbagsel

“Selain itu dukungan Penyelenggaraan PAUD non Milik Desa teralis jendela
Rp. 1.250.000 kemudian Operasional PAUDTK TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Insentif Guru PAUD
Rp. 7.500.000 kemudian Operasional Non-Formal Milik Desa Insentif guru ngaji Rp. 1.000.000, ini patut kami pertanyakan juga,” katanya.

Kemudian ungkapnya, untuk BLT Januari Rp. 11.400.000BLT Ferbuari Rp. 11.400.000 BLT APRIL Rp. 11.400.000BLT MARET Rp. 11.400.000, di indikasi kan ada penyimpangan, karena masyarakat tahu, siapa-siapa saja penerima BLT begitu juga untuk dana kejadian Penanggulangan Bencana Sarana prasarana tanggap darurat bencana sebesar Rp. 5.000.000.

“Untuk Dana Desa di tahap  2, diduga ada penyimpangan, seperti Item kegiatan pembayaran langganan Internet Pekon Rp. 3.000.000 kemudian Poster Baliho Lainnya atas ke masyarakat Informasi APBDes, LPJ, dan lainnya Belanja Jasa Langganan Majalah Surat Kabar Rp. 35.000.000 Fasilitas Jamban Umum MCK umum, Bantuan Pembuatan WC Masyarakat Rp. 24.000.000 dan Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah PEMBERSIHAN LOKASI LAHAN DRAINASE VOLUME 1,6 X 1 X 195 M  PKTD 50%
Rp. 5.916.000,” sebutnya.

“Dan BLT DD 3 bulan Rp. 32.400.000
Penanggulangan Bencana Jumlah Kejadian Penanggulangan Bencana Sarana prasarana tanggap darurat bencana
Rp. 5.000.000,” timpalnya.

Diketahui juga untuk tahap 3 ada iItem untuk jumlah Peserta Peningkatan kapasitas perangkat Desa PELATIHAN ADMINISTRASI PEKON Rp. 50.450.000 kemudian Poster Baliho Lainnya atas ke masyarakat Informasi APBDes, LPJ, dan lainnya Belanja Jasa Langganan Majalah Surat Kabar Rp. 35.000.000 ada juga Terselenggaranya Pengelolaan Lingkungan Hidup Desa Lainnya Tanaman Obat Keluarga TOGA Rp. 5.000.000.

Kemudian Fasilitas Jamban Umum MCK umum, Bantuan Pembuatan WC Masyarakat Rp. 24.000.000 ada juga Sumur Bor, Sumur Bor 2 Unit Dusun 2 Rp. 124.905.200 kemudian Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah (PEMBERSIHAN LOKASI LAHAN DRAINASE VOLUME 1,6 X 1 X 195 M PKTD 50% Rp. 5.916.000.

Selanjutnya Pemeliharaan Sistem Pembuangan Air Limbah DRAINASE Dusun 2 VOLUME 1,6 X 1 X 100 M Rp. 104.036.000
Rehabilitasi Peningkatan Balai Desa/Balai Kemasyarakatan (MOBILIER KANTOR PEKON Rp. 19.000.000 Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya OPERASIONAL AMBULANCE Rp. 12.702.000 Operasional PAUD TK.TPA TKA TPQ Madrasah Non-Formal Milik Desa Insentif Guru PAUD Rp. 7.200.000.

Di tahun 2022 kegiatan Item Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya OPERASIONAL AMBULANCE Rp. 7.800.000 Kemudian
Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Lainnya seragam linmas covid Rp. 4.000.000 ada juga Poster Baliho Lainnya atas ke masyarakat Informasi APBDes, LPJ, dan lainnya Informasi Publik Rp. 15.000.000.

Selanjutnya, Peningkatan Sambungan Air Bersih ke Rumah Tangga pipanisasi, sumur bor Rp. 51.000.000 Kemudian Dokumen Perencanaan Operasional Rp. 12.200.000 Kemudian Jumlah alat produksi dan pengolahan pertanian yang diserahkan bibit Alpukat Rp. 10.725.000 ada juga BLT DD Rp. 39.600.000 Jumlah Frekwensi Pelatihan Penyuluhan Pemberdayaan Perempuan seragam PKK Rp. 6.300.000.

M. Ikballudin menuturkan, Selama Kepala Pekon Ahmad Munzir, ada pembangunan sumur bor di dua titik di tepatnya Dusun 1 dan pembangunan Drainase di Dusun 2 menurut kami selaku warga masyarakat dari segi pembangunan itu tidak sesuai dan kami yakin di situ ada manipulasi SPJ dan terindikasi ada penyimpangan.

“Sebab saya waktu itu saya ikut juga bekerja di situ membangun drainase saya juga sebagai pekerja gaji harian pada waktu itu Rp. 70 ribu sedangkan pembangunan tersebut menelan anggaran sangat besar dan dikerjakan terkesan asal-asalan itu yang pekerja ada 5 orang yang bukan warga masyarakat Sinar Agung melainkan warga Pekon Giri Tunggal kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu tukangnya 3 dan keneknya dua dan kami serta masyarakat lainnya bertanya mengapa pembangunan tersebut tidak memakai warga sini sedangkan warga sini juga butuh lapangan pekerjaan,” kata M Ikballudin.

Baca Juga:  Hindari Berita Hoax, Bawaslu Pesawaran Gelar Fasilitasi Pengawasan Tahapan Pemilu 2024

“Tidak memakai tukang dari sini Sedangkan di sini banyak sekali tukang dan sangat kurang sekali lapangan pekerjaaan serta papan proyek juga tidak ada plang pengerjaannya apa dari dana desa atau provinsi dan tidak dimusyawarahkan dulu kita ini sedikit  hanya dua dusun harus nya kompak,” sesalnya.

M. Ikbaludin kembali mengatakan terkait dugaan indikasi Mark up dan fiktip sudah pernah di laporkan ke Polres Tanggamus dan Polsek Pugung sudah ada tembusan nya kemudian sudah di laporkan ke Inspektorat bahkan sudah pernah di laporkan ke DPRD Tanggamus bahkan sampai ke Bupati Tanggamus, namun Alhamdulillah tidak ada tindak lanjut hingga saat ini.

“Saya ulangi kembali tidak ada tindak lanjut dari APH yang ada di Tanggamus, Jadi harapan saya selaku warga Pekon Sinar Agung yang mewakili warga baik di Dusun I maupun Dusun II mengharap sekali kepada bapak Kejati Lampung dan Kapolda Lampung untuk turun ke lapangan karena di sebabkan kasus ini sudah pernah saya laporkan, namun seperti di telan bumi,” ungkapnya.

Salah satu masyarakat setempat yang namanya minta dirahasiakan, menambahkan Untuk pembangunan itu terkesan asal-asalan yang pertama saat di lakukan pembangunan drainase itu tidak digali dahulu dari bawah hanya ditumpuk-tumpuk saja dengan batu dan saat itu baru di tutupi dengan adukan semen.

“Saya siap bertanggung jawabkan ini karena saya juga ikut bekerja dan ada juga di Tahun 2022 pembagian bibit alpukat sebanyak 3 buah bibit per KK ya namun jika menghabiskan anggaran seperti itu Saya rasa itu tidak sesuai,” ucapnya.

Dia berharap kepada aparat penegak hukum untuk mengaudit kembali pembangunan sumur bor di dua titik itu di pinggir jalan raya lintas barat dan di samping balai pekon yang menghabiskan anggaran sangat besar.

“Di belakang kantor desa itu itu ada sumur bor juga, saya sudah koordinasi dengan kakon yang lama dan untuk pipanisasi itu tidak ada  saya duga ada indikasikan fiktif karena di situ itu hanya masyarakat sendiri yang membeli paralon bukan dari sumber dana desa,” ujarnya.

Kepala Pekon Sinar Agung Ahmad Munzir

Sementara itu Kepala Pekon Sinar Agung Ahmad Munzir ketika dikonfirmasi Handalonline.com terkait dugaan penyimpangan dalam penggunaan Dana Desa, membenarkan ada  pembangunan sumur bor di dua titik, kemudian pembangunan drainase dan sebagainya, jika masyarakat komplain dan mengatakan itu tidak sesuai silakan menemuinya dan siapa yang bicara tidak sesuai masyarakat yang mana warga yang mana supaya jelas.

“Jika masyarakat atau ada oknum masyarakat yang komplain dengan kepemimpinan saya dalam realisasi Dana Desa, dan menduga-duga terus tidak sesuainya di mana Saya harap datang ke kantor Pekon kita duduk bersama,” katanya. (Indra jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here