Proyek Drainase Desa Pemanggilan, Diduga Asal Jadi, Masyarakat Desak APH Panggil Kadis PUPR Lamsel

 Editor: M.Ismail 

“Seharusnya Drainase itu panjang 238 M, tapi yang terpasang cuman 200 M”

Lampung Selatan (HO) – Proyek Pengelolaan Pengembangan Sistem Drainase yang terhubung langsung dengan sungai
yang dikerjakan oleh Konsultasi Supervisi CV. Nayaka Karya CV. R.R.R. Brothers dengan nomor kontrak 33/SPK/KONS-CK/DPUR-LS/APBD. 2022 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 198.339.495.92, melalui Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Lampung Selatan di Desa Pemanggilan Kecamatan Natar, diduga Mark,Up dan asal jadi, disinyalir menjadi ajang Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Salah satu tokoh masyarakat setempat berharap aparat penegak hukum baik dari Kejaksaan Tinggi maupun Polda Lampung, Kejaksaan Negeri Lampung Selatan agar dapat turun kebawah untuk melihat langsung pengerjaan Proyek Pengelolaan Pengembangan Sistem Drainase tersebut.

“Kemarin itu kami sudah komplain dengan pihak kontraktor, sudah kita sepakati pengerjaan sepanjang 238 M namun pengerjaan nya terkesan asal-asalan
dan tidak sesuai dengan perjanjian awal dan kami menduga dalam pengerjaan proyek tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi petunjuk pelaksana (Juklak) dan petunjuk teknis (Tehnis),” ungkap salah satu perwakilan masyarakat setempat kepada Handalonline.com Sabtu (18/6/2022).

Baca Juga:  Wujud Kerjasama, 243 ASN Pemkab Pesawaran Ikuti Pelatihan GTA di IIB Darmajaya

“Itu pekerjaan nya kalau kita duga Mark Up, pasti ada kerugian negara yang jelas sepanjang jalan kanan kirinya sudah di tembok rumah warga dan pagar kebun dan sudah dipondasi semua, itu hanya di tempel-tempel saja pengerjaan nya seharusnya biayanya tidak sebesar itu yang di kucurkan,” timpalnya.

Dia menyebut, dalam pengerjaan seharusnya sepanjang 238 meter, namun yang terpasang hanya 200 meter, kemudian saat pengerjaan awal tidak dipasang Papan nama, sehingga menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Seharusnya Drainase itu panjang 238 M, tapi yang terpasang cuman 200 M, saat pengerjaan tidak dipasang Papan proyek, kemudian hampir selesai setelah diributin oleh masyarakat, baru dipasang, itupun sebentar, ini kenapa,” tanya dia.

Terpisah salah satu masyarakat juga mengatakan dalam pengerjaan terkesan asal jadi dan bahkan dari pihak kontraktor menjelaskan yang terhitung cuma yang di pondasi kalau yang di semen biasa-biasa saja itu tidak masuk dalam RAB dan kontraktor juga berjanji akan segera kembali membangunkan drainase sampai ukuran awal sepanjang 238 Meter.

“Namun hingga kini hanya sebatas kabar angin dalam hal ini kami selaku masyarakat Desa Pemanggilan sangat mendesak Aparat Penegak Hukum untuk mengambil langkah tegas dan turun ke lapangan dan kami selaku masyarakat siap memberi keterangan yang sebenar-benarnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Porwanas XIII, Catur dan Bridge Lampung Optimis Menang Menjaga Tradisi Emas

Sementara itu Onal Adiansyah selaku Kontraktor dalam pengerjaan
Proyek Pengelolaan Pengembangan Sistem Drainase yang terhubung langsung dengan sungai Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Lampung Selatan saat di konfirmasi melalui sambungan telpon seluler tidak menjawab dan ketika di konfirmasi melalui Pesan WhatsApp hanya di baca.

Kemudian Kepala Desa Pemanggilan Hasbi Saat di konfirmasi melalui sambungan telpon seluler tidak ada jawaban terkait Indikasi Mark Up pengerjaan Proyek dari Pengelolaan Pengembangan Sistem Drainase yang terhubung langsung dengan sungai dari Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lampung Selatan tidak menjawab meskipun sudah di hubungi beberapa kali.

Untuk diketahui, sampai berita ini diturunkan Kepala Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Lampung Selatan belum dapat dikonfirmasi, begitu juga dengan pihak kontraktor Onal Adiansyah terkesan menghindar. (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here