M.Ismail: Wartawan Tak Punya Karya Tulis, Berarti Abal-Abal

 Editor: M.Ismail 

Pesawaran (HO) – Munculnya istilah wartawan abal-abal menjadi persoalan yang harus disikapi oleh wartawan itu sendiri.

Hal ini disampaikan Owner Handalonline.com, M.Ismail yang juga sebagai Bendahara Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pesawaran saat memberikan materi tugas pokok Wartawan di Sekretariat Media Informasinetwork.com di Desa Bumi Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Lampung,  (19/5/2021).

“Wartawan harus memiliki Media, dan menulis secara terus menerus, sebab saat wartawan tidak menulis apalagi tidak memiliki Media dan hanya mengandalkan kartu pers, itu yang namanya wartawan abal-abal. Sehingga merusak profesi wartawan itu sendiri,” ujar Ismail.

Baca Juga:  HUT IKWI Pesawaran Gelar Baksos dan Sosialisasi Cegah Stunting, Nanda Indira Dendi Ucapkan Apresiasi

Tulisan jurnalistik katanya, adalah karya tulis wartawan yang bersifat informatif, aktual, dan faktual yang disusun sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik, Jurnalisme merupakan suatu kegiatan mencari, mengolah dan menyampaikan informasi kepada khalayak luas.

“Pada intinya suatu berita itu harus jelas asalnya dan isinya pun harus lengkap. Berita dipandang lengkap apabila memberikan keterangan tentang apa peristiwanya (what), (who) siapa, kapan (when), dimana (where), mengapa (why), dan bagaimana peristiwanya (who),” jelasnya.

Kemudian lanjutnya, apalagi tugas wartawan online, harus selalu tanggap dan selalu cepat dalam menyampaikan informasi apakah itu peristiwa maupun berita ringan yang bisa disampaikan kepada pembaca.

Baca Juga:  Masyarakat Desa Tajur Resmi Laporkan Harpanji Mantan Ketua Bumdes di Kejari Pesawaran

“Maka dari itu, wartawan harus memiliki karya tulis dan mempunyai media, kalau ada oknum yang mengaku wartawan, namun dia dia tidak punya karya jurnalistik dan media, bisa dikatakan wartawan tersebut abal-abal,” katanya.

Menurut Anisar Pimpinan Perusahaan sekaligus owner Media informasinetwork.com berharap dengan pelatihan yang dilakukan, seluruh wartawan yang tersebar di beberapa Kabupaten yang ada di Lampung dapat memahami tugas pokok sebagai wartawan.

“Saya berharap seluruh wartawan yang bergabung di media Informasi network bekerja secara profesional dan bukan sebagaimana wartawan yang hanya mengandalkan KTA,” pungkasnya.   (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here