Lampung (HO) – Dalam rangka memperingati hari Habitat Se-Dunia 2025 MITRA BENTALA dan GPAP menyelenggarakan aksi clean up di kawasan habitat hutan mangrove di kelurahan Kota Karang kecamatan Teluk Betung Timur Kota Bandar Lampung pada sabtu 18 oktober 2025.
Acara dihadiri oleh lebih dari 120 peserta berbagai elemen seperti warga kelurahan Kota Karang dari RT, Kepala Lingkungan, RT, unsur Linmas, BABINSA lalu stakeholder lainnya seperti Walhi Lampung, Poltapala Polinela, AIESEC in Lampung, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertanian, Jejama Lampung, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bandar Lampung.
Mengawali acara sambutan dari camat Teluk Betung Timur Bambang Heriyanto mengatakan ucapan terima kasih atas kehadiran semua pihak untuk berkontribusi melalui bersih-bersih sampah di sekitar Kawasan mangrove Kota Karang terutama dari pihak MITRA BENTALA yang selama ini konsisten mendampingi masyarakat untuk peduli lingkungan.
Sementara itu hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur MITRA BENTALA Rizani mengatakan persoalan sampah terutama sampah plastik menjadi isu global yang terus dibicarakan ditingkat internasional. Tumpukan sampah plastic yang berada di laut dan dikawasan hutan mangrove akan berdampak terhadap pertumbuhannya dan akan terancam keberadaannya.
“Termasuk habitat dan ekosistem pesisir akan terganggu kehidupannya dan banyak sekali dampak yang ditimbulkan jika tidak ada penanganan nya. Hari ini dalam rangkah memperingati hari Habitat se-Dunia 2025 pada bulan oktober ini, kita melakukan aksi langsung dengan penanganan bersih-bersih sampah plastik di sekitar kawasan hutan mangrove di kelurahan Kota Karang,” terangnya.
Begitu juga di katakan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung Joko yang juga hadir di acara tersebut, memberikan apresiasi kepada MITRA BENTALA dan Masyarakat Kota Karang yang selalu peduli untuk penanganan sampah, tentunya pemerintah sangat mendukung acara yang dilakukan pagi ini.
“Kami sangat mengapresiasi Mitra Bentala dan GPAP, dan Pemerintah kota Bandar Lampung sangat konsen terkait pengelolaan dan penangan sampah terutama sampah plastik yang sulit terurai,” ujarnya.
Ketua kelompok Masyarakat peduli mangrove Kota Karang Alfan mengutarakan sangat senang adanya acara ini, banyak pihak yang hadir untuk ikut serta aksi bersih sampah di kawasan hutan mangrove.
” Orang luar saja peduli terhadap lingkungan kami, tentunya kami warga Kota Karang harus lebih semangat dan peduli terhadap keberadaan Kawasan hutan mangrove untuk terjaga dangan baik, karena manfaatnya sangat banyak,” sebutnya.
Diketahui, acara clean up hari ini berhasil mengumpulkan jenis sampah plastik sebanyak lebih dari 65Â karung sampah dengan berat lebih dari 2,5 ton sampah didominasi jenis sampah plastik.
Dan diketahui juga luas potensi kawasan hutan mangrove di kelurahan Kota Karang mencapai 7 hektar lebih, dari hasil pengamatan MITRA BENTALA yang merupakan salah satu kawasan hutan mangrove yang tersisa di perkotaan kota Bandar lampung. Keberadaannya akan terancam jika tidak ada perhatian khusus untuk trus menjaganya. Ancaman terbesar seperti tumpukan sampah plastik dan alih fungsi lahan. (Red)
