Selasa, Mei 5, 2026

BUMDes dan Bangunan Kios Diduga Jadi Ajang Korupsi Mantan Kades Srikaton Sugiman

“Jika nanti ada di temukan nya Indikasi Korupsi atau penyalahgunaan anggaran Dana Desa agar dapat di proses sesuai dengan hukum tindak pidana korupsi”

Lampung Selatan (HO) – Anggaran pemerintah pusat melalui Dana Desa yang nilai nya mencapai milyaran rupiah di Desa Srikaton Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung diduga dijadikan ajang untuk memperkaya diri sendiri, sehingga di sinyalir ada kerugian negara hingga mencapai ratusan juta rupiah.

Masyarakat menduga di tahun 2018 terkait item Badan usaha milik desa (BUMDes) Jaya Sentosa dengan anggaran sebesar Rp 112.600.000 bergerak di bidang tarup banyak terjadi penyimpangan.

“Besar anggaran dikucurkan membuat kami selaku masyarakat menduga adanya penyimpangan Dana Desa, begitu juga pada tahun 2019 Pagu anggaran Rp. 1.177.197.874 item Badan usaha milik desa (Bumdes) sebesar Rp 60.000.000 hanya dibelikan motor Tossa roda tiga, tapi kami tidak tahu keberadaan motor tersebut,” ungkap masyarakat setempat kepada Media Handalonline.com, Senin (3/7/2023).

BUMDes dan Bangunan Kios Diduga Jadi Ajang Korupsi Mantan Kades Srikaton Sugiman

Kemudian masyarakat juga mempertanyakan realisasi anggaran tahun 2021 Pagu anggaran Rp. 938.719.000 item Pembangunan Kios di Alun Alun sebesar Rp 94.095.000, yang dibangun dekat kantor desa atau lebih tepatnya di alun-alun tempat bermain anak-anak dan pernah roboh, ambruk namun dianggarkan kembali sebesar Rp 182.275.000 kemudian Rp 206.100.000.

“Kami menilai ada dugaan penyimpangan anggaran dan manipulasi dalan pembuatan SPj nya, apalagi pembangunan alun-alun itu menggunakan rangka baja, jika menelan anggaran sampai ratusan juta rupiah itu sangat kami pertanyakan kuat dugaan masuk kantong pribadi,” ucapnya.

“Dan pada tahun 2021 terkait alun-alun tempat bermain anak tersebut dianggarkan berkali-kali dengan item pengadaan tulisan timbul (Akrilik) di Stadion Mini dan Taman Alun-alun Ramah Lingkungan dianggarkan sebanyak 3 tahap masing-masing Rp 62.844.000 kemudian Rp 84.579.000 dan Rp 96.129.000,” sebutnya.

Selain itu lanjut warga, semenjak Desa Srikaton di pimpin oleh Sugiman, realisasi Dana Desa sejak tahun 2018 dengan Pagu anggaran sebesar Rp. 981.173.582 untuk item gedung bangunan posyandu sebesar Rp 142.617.800 yang terletak di Dusun 1 sangat tidak sesuai karena ukuran posyandu yang kecil sedang kan anggaran sebesar itu harusnya cukup untuk membuat rumah satu.

“Pada  tahun 2020 Pagu anggaran Rp. 980.052.000 ada item pembangunan siring drainase sepanjang 384 Meter Rp 97.398.000, masyarakat tidak tahu pasti letaknya di mana namun sepengetahuan warga dibangunkan di area lapangan atau alun-alun taman desa dan diduga ada indikasi penyimpangan,” katanya.

Baca Juga:  Hardiknas 2026: Momentum Teguhkan Semangat Bangun Pendidikan Nasional

Masyarakat lain juga menyebut masih di tahun 2020 ada kegiatan pembangunan Sumur Bor 3 Unit yang dianggarkan sebanyak 2 tahap Rp 45.000.000 dan Rp 71.000.000, dan yang mereka sayangkan ada beberapa titik sumur bor yang dibangunkan di kediaman kepala desa dan di kediaman adiknya, padahal masyarakat meminta sumur dibangun di tengah-tengah pemukiman masyarakat agar dapat bermanfaat untuk umum.

“Selain itu kami mempertanyakan terkait item Pengadaan masker dan obat-obatan, honor relawan, penyemprotan dan pengadaan perlengkapan kampung tangguh nusantara yang dianggarkan sebanyak 2 tahap Rp 50.685.000 dan Rp 78.775.000 di tahun 2021, kami selaku masyarakat tidak menerima obat-obatan masker atau yang lainnya Jadi kami pertanyakan anggaran ini ke mana hilangnya,” ujar dia.

Selanjutnya masyarakat juga mempertanyakan terkait anggaran tahun 2022 Pagu anggaran Rp. 967.988.000 item Penyelenggaraan Lomba antar Kewilayahan Rp 122.500.000.

“Perlombaan tersebut benar adanya dan kami selaku masyarakat membenarkan adanya penyelenggaraan lomba tersebut namun untuk besar anggaran kami tidak tahu namun jika menghabiskan anggaran hingga sebesar itu patut kami pertanyakan karena sangat besar sampai menelan anggaran hingga ratusan juta,” sebutnya.

Di akhir jabatan mantan Kepala Desa Sugiman kemarin, masyarakat juga mempertanyakan item-item di tahap 1 perlu diketahui tahun anggaran 2023 Pagu Rp. 962.171.000 item di bangunkan stage dan MCK di tempat wisata sebesar Rp 68.103.400.

“Begitu juga untuk item pemeliharaan monumen/gapura/batas desa pembangunan tugu batas dan tugu selamat datang sebesar Rp 94.916.800, di bangunkan para tahun 2022 untuk di tahun 2023 itu tidak ada dan ini semakin yakin kuat dugaan kami bahwasanya item-item yang lainnya juga dijadikan ajang korupsi,” ucap nya.

“Mirisnya MCK itu tidak dapat digunakan karena jika ada pengunjung hendak buang air kecil maupun air besar MCK karena tidak ada air dan pintu wc pun tidak terpasang sebagaimana mestinya seperti bangunan mangkrak dan bangunan nya terkesan asal-asalan,” katanya.

“Dan yang menjadi buah bibir masyarakat terkait insentif perangkat desa yang sempat ramai karena diduga tidak dibayarkan oleh Sugiman selaku Kepala Desa,” timpalnya.

Baca Juga:  Truck Fuso Alami Rem Blong, Delapan Mobil Alami Kecelakaan di Jalinbar Negeri Sakti

Salah satu tokoh masyarakat setempat berharap kepada instansi terkait agar anggaran Dana Desa dari Tahun 2018, 2019, 2020, 2021 dan 2022 serta 2023 tahap 1 agar dapat di audit kembali dengan lebih teliti dengan melibatkan orang-orang independen dan profesional agar tidak ada permainan dalam penggunaan realisasi Dana Desa.

Sugiman, Mantan Kepala Desa Srikaton Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung

“Saya juga berharap kepada aparat penegak hukum, baik Kejaksaan Negeri Kalianda atau Polres Lampung Selatan agar dapat menindak lanjuti keluhan dan laporan masyarakat yang ada di Desa Srikaton Kecamatan Tanjung Bintang,” harapnya.

“Jika nanti ada di temukan nya Indikasi Korupsi atau penyalahgunaan anggaran Dana Desa agar dapat di proses sesuai dengan hukum tindak pidana korupsi,” pungkas nya.

Sementara itu Mantan Kepala Desa Srikaton Kecamatan Tanjung Bintang, Sugiman saat di konfirmasi Media Handalonline.com melalui sambungan telepon seluler dengan nomor
0813-7356-0XXX, tidak mengangkat walaupun dalam keadaan aktif dan saat di konfirmasi melalui pesan aplikasi WhatsApp juga tidak membalas.

Namun Media Handalonline.com terus berupaya untuk konfirmasi dengan perangkat desa dan mengatakan jika BUMDes di tahun 2018 setahu nya ada dilaporan tahun 2019 dengan kegiatan sewa tarub dan sewa alat molen, dia juga membenarkan jika pembangunan kios alun-alun desa awalnya pembangunan ditahap 1, kemudian ada insiden ambruk hingga roboh sehingga dianggarkan kembali.

“Kalau untuk perlengkapan kampung tangguh Nusantara yang merupakan program dari kabupaten sehingga ada plot-plot atau tempat seperti lumbung dan tempat isolasi kalau tidak salah. untuk isolasi kami menyewa rumah warga yang terdampak covid 19 sehingga pelayanan kita harus seperti di rumah harus ada tempat tidur dan sebagainya,” sebut salah satu perangkat desa namun agar namanya minta dirahasiakan.

Dikatakan nya, jika pembangunan monumen gapura batas desa direalisasikan tahun 2022 pada waktu lomba desa tingkat kabupaten sampai provinsi kemarin, menggunakan dana talangan. Kemudian untuk WC yang ada di taman wisata gunung batu dan airnya berasal dari Pamsimas.

“Kalau gapura batas desa semuanya dibangun pada tahun 2022 menggunakan dana talangan juga dan dianggarkan pada tahun 2023,” sebutnya.

“Saya pasti memberi tahu informasi yang saya tahu. untuk pembangunan  saya tidak pernah ikut campur, tolong di pemberitaan jangan ditulis nama saya,” katanya.    (Indra Jaya)

Berita Populer

Hardiknas 2026: Momentum Teguhkan Semangat Bangun Pendidikan Nasional

Pesawaran (HO) - Pemerintah Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (4/5/2026). Upacara...

Perkuat Komitmen, Disdikbud dan Disdukcapil Lampung Gelar Perjanjian Kerja Sama

Lampung (HO) - Pemerintah Provinsi Lampung memperkuat komitmen dalam pemutakhiran data pendidikan pada Kartu Keluarga (KK) sebagai upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), melalui...
error: Content is protected !!