Masyarakat Rejo Agung Desak Kejari Pesawaran Panggil Edi Purwanto

 Editor: M.Ismail 
Edi Purwanto Kepala Desa Rejo Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung

Diduga Korupsi Dana Desa, Ada Indikasi Fiktip dan Mark’Up Anggaran

Pesawaran (HO) – Mayarakat Desa Rejo Agung Kecamatan Tegineneng Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung kembali mengeluh, dan mendesak Kejari Pesawaran untuk segera melakukan Pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket) dan Pengumpulan data (Puldata), pasalnya diduga anggaran dana desa tahun 2022 syarat akan penyimpangan terindikasi fiktip kegiatan dan Mark’Up anggaran.

Salah satu masyarakat Dusun Purwodadi mengatakan pihaknya menduga anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat yang disalurkan melalui pemerintah desa tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dikarenakan mereka menduga banyak sekali indikasi Item-Item sarat akan penyimpangan.

“Dan tidak hanya itu kami selaku masyarakat juga mengeluhkan terkait pembagian bantuan langsung tunai BLT DD yang tidak tepat sasaran,” ucap perwakilan kepada Handalonline.com, Minggu (15/1/2023).

“Pada tahun 2022 masyarakat tidak tahu di mana titik-titik pembangunan nya seperti pembangunan Item Onderlagh dan pembangunan sumur bor yang ada di dua titik, kalau pun ada kami yakin tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan,” timpalnya.

Dikatakan nya, Pada Tahun 2022 anggaran Dana Desa Rejo Agung Pagu Rp. 1.080.908.000, namun banyak dugaan penyimpangan, seperti Item Penyelenggaraan Desa Siaga Kesehatan Pengadaan barang alat Fogging Covid-19 Rp. 15.000.00 yang dianggarkan sebanyak dua kali jika digabungkan Rp. 30.000.000.

“Terkait Item tersebut kami menduga tidak direalisasikan sebagaimana mestinya karena diketahui pada tahun tersebut pandemi sudah mulai berkurang tidak seperti di awal-awal tahun 2020,” kata masyarakat.

Masyarakat juga mengatakan mereka menduga dalam item pengadaan barang alat fogging covid 19 itu ada indikasi korupsi kolusi dan nepotisme karena mereka mengatakan pemerintah desa tidak memberikan bantuan apa-apa dan tidak ada penyemprotan yang menggunakan fogging.

“Kami juga mempertanyakan terkait Item Pemeliharaan Sumber Air Bersih sumur bor kelompok Tani Dusun Purworejo 1 Rp. 32.163.150, saya selaku masyarakat Dusun Purworejo 1 tidak mengetahui di mana pembangunan tersebut berada karena yang saya ketahui sumur bor yang ada di Dusun Kami adalah sumur bor yang dibangun pada tahun sebelumnya,” jelas warga.

Baca Juga:  Ciptakan Standar Pelayanan, Kanwil Kemenkumham Lampung Gelar Sosialisasi Teknis Pemasyarakatan

Kemudian perwakilan warga
Dusun Purwodadi juga mempertanyakan terkait Item pemeliharaan Sumber Air Bersih sumur bor kelompok Tani  Rp 32.163.150.

“Itu anggaran sumur bor yang dianggarkan di 2 dusun yang berbeda itu menurut kami selaku warga tidak ada pembangunan sumur bor yang baru jadi ke mana lagi anggaran tersebut dan kalaupun untuk pemeliharaan itu tidak mungkin menghabiskan anggaran seperti layaknya membangun sumur bor yang baru,” ungkap masyarakat.

Selanjutnya warga Dusun Pancur juga mempertanyakan terkait Item Pengadaan Pos Covid-19. 3 X 3 M Rp. 22.000.000.

“Ini ke mana lagi anggarannya dulu pernah beredar kabar bahwa akan dibangunkan di Dusun pancur namun hingga saat ini keberadaan pos tersebut tidak ada kemana lagi anggaran ini,” tanya warga.

Perwakilan masyarakat juga mempertanyakan terkait Item Pembayaran insentif linmas sebanyak 14 orang yang dianggarkan sebanyak 2 kali masing-masing Rp. Rp. 13.750.000 dan  Rp. 37.500.000 pihak yang menduga terkait item tersebut banyak sekali penyimpangan dan mereka yakin tidak tersalurkan sebagaimana juknis nya.

Perwakilan masyarakat juga kembali menduga Item BLT dana desa yang dianggarkan sebanyak 2 kali Rp. 219.600.000 dan Rp. 329.400.000 masyarakat menduga itu tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami juga mempertanyakan terkait anggaran Item biaya konsumsi vaksinasi
Rp. 1.070.000 dan Rp. 10.700.000 serta anggaran Item penyemprotan desinfektan Covid-19 Rp. 9.750.000, itu ke mana lagi anggarannya,” tanya masyarakat.

Selanjutnya perwakilan masyarakat juga mempertanyakan terkait Item pembayaran honor posyandu yang dianggarkan sebanyak 2 kali masing-masing Rp. 11.750.000 dan Rp. 23.500.000.

Baca Juga:  Puskesmas Simpur Peringati Hari Gizi Nasional ke-63, Upaya Pencegahan Stunting

“Terkait anggaran tersebut itu juga banyak sekali yang kami pertanyakan Karena untuk posyandu untuk kader itu bisa dihitung jadi tinggal kita kalikan saja dan itu kami duga juga syarat akan penyimpangan,” jelas nya.

Kemudian masyarakat juga mempertanyakan terkait pembangunan Item jalan usaha tani Onderlagh Rp. 76.930.000 dan Pembangunan badan jalan PKTD Rp. 29.295.000.

“Saya ulangi terkait pembangunan tahun 2022 baik itu sumur bor maupun jalan order lah dan pembangunan badan jalan kami selaku masyarakat merasa tidak ada pernah item-item itu terlaksana terkait sumur bor itu setahu Kami adalah sumur tahun 2020 dan di 2021 jadi untuk anggaran tahun 2022 itu tidak ada,” tegas perwakilan masyarakat.

Jadi tambahnya, pihaknya berharap kepada aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat, karena yang digunakan Edi Purwanto selaku Kepala Desa Rejo Agung adalah Dana Pemerintah pusat, jadi harus dipertanggungjawabkan, bukan digunakan untuk kepentingan pribadi.

“Kami berharap kepada penegak hukum yang ada di Bumi Andan Jejama, khususnya Kejari Pesawaran untuk segera mengambil langkah dan melakukan pemanggilan terhadap kepala desa dan memeriksa semua Item-Item realisasi dana desa tahun anggaran 2022, jika nanti terindikasi korupsi agar di proses sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Sementara itu Edi Purwanto Kepala Desa Rejo Agung saat di konfirmasi Handalonline.com, terkait penggunaan Dana Desa Tahun 2022 mengatakan jika anggaran Dana Desa sudah direalisasikan, begitu juga dengan pembangunan sumur bor, Orderlagh maupun lain nya.

“Sumur bor untuk tahun anggaran 2022 itu sudah kita bangunkan, untuk sumur bor pertanian itu ada di dua titik masing-masing di Purworejo 1, dan Purwodadi itu dibangunkan di persawahan terkait Onderlagh di Purworejo 1,” terang nya dengan suara gugup. (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here