Ada Apa..? Densus 88 Mabes Polri Sasar 10 Desa di Teluk Pandan

 Editor: M.Ismail 
Ada Apa..? Densus 88 Mabes Polri Sasar 10 Desa di Teluk Pandan

Pesawaran (HO) – Guna mencegah penyebaran faham intoleran, radikalisme dan terorisme. Tim Densus 88 Mabes Polri Road show kebangsaan menyasar ke desa-desa, satu diantaranya di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Senin (24/10/2022).

Camat Teluk Pandan Edy Sutrisno menyampaikan, kegiatan ini sangat penting sekali agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di wilayah desa masing-masing, terutama berbau potensi Penyebaran Paham Intoleran, Radikalisme, dan Terorisme.

“Pemahaman ini yang nantinya akan dipaparkan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri,” ujar Edy dihadapan 10 Kades, Kaur Desa, unsur agama, bersama Tim Densus 88 Mabes Polri, Intelkam Polres Pesawaran, Kanit Binmas Polsek Padang Cermin, FKUB di Balai Desa Hanura, Kecamatan setempat.

Baca Juga:  Hindari Berita Hoax, Bawaslu Pesawaran Gelar Fasilitasi Pengawasan Tahapan Pemilu 2024

Untuk itu, sambung Edi berharap untuk bersama-sama dapat mengendalikan hal-hal tersebut, mengingat selama ini di Kecamatan Teluk Pandan tak pernah ada berbau unsur paham intoleran, radikalisme, dan terorisme.

“Jadi kita harapkan untuk bersama-sama mengendalikan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut yang akan dipaparkan langsung oleh Tim Densus 88 Mabes Polri,” ujarnya.

Ketua FKUB Pesawaran wilayah Kecamatan Teluk Pandan, Arif Mahya menyampaikan, road show kebangsaan yang dilaksanakan Tim Densus 88 Mabes Polri, guna mewujudkan suatu kesepakatan dalam menjaga dan menghindari hal-hal yang terpapar dari intoleransi keagamaan.

Kemudian kata Arif memastikan bahwa untuk penguatan, dan untuk menciptakan agar tidak terpapar oleh intoleransi tentunya kementerian telah meluncurkan salah satu program penguatan moderasi.

Baca Juga:  Oknum LSM GMBI, Akui Kesalahan Dihadapan Majelis Hakim PN Gedongtataan

“Penguatan moderasi beragama inipun sudah digaungkan sejak lama, Jadi ini sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk mengkampanyekan moderasi beragama,” kata dia lagi.

Oleh karena itu, lanjut Arif, supaya bisa memiliki pemahaman keagamaan dan tekad mempersatukan bangsa harus sama-sama bergandengan tangan untuk bagaimana memoderasi beragama, mari sama-sama luruskan.

“Moderasi ini, kata istilah bahasa arabnya tawassuth (sikap tengah-tengah), kata kuncinya bahwa yang dimoderasi itu bukan agamanya, tapi sikap diri kita, cara pandang kita, cara bersikap kita terhadap amalan pemahaman agama sehingga kita memiliki cara pandang kita dengan moderasi,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here