Bandar Lampung (HO) – Konsumen pengguna jalan serta pengawas menyatakan tidak ada aktivitas pengecoran BBM seperti yang beredar dan menjadi dugaan di media sosial terkait SPBU 24.352.127 Kecamatan Teluk Betung Utara, Pengajaran.
Tuduhan bahwa SPBU tersebut diduga melakukan pengecoran dinilai tidak benar oleh para pengguna jalan. Menurut mereka, kondisi antrian panjang atau kemacetan yang terlihat di SPBU saat ini terjadi karena kelangkaan BBM subsidi jenis solar. Hal itu adalah hal yang wajar, mengingat masyarakat rela mengantri begitu ada pasokan solar yang tersedia.
Hal tersebut diungkapkan Indra selaku Pengawas SPBU 24.352.127 Pengajaran. Ia menjelaskan, belakangan ini muncul pemberitaan yang menyebar luas di media sosial dan memunculkan asumsi yang tidak sesuai fakta, yang menyebutkan SPBU tersebut diduga melakukan kegiatan pengecoran.
“Jadi di sini saya perlu perjelas. Saya ingin meluruskan bahwa terkait kondisi saat ini yang terjadi kelangkaan solar, maka wajar jika menimbulkan antrian panjang. Di sana terlihat juga kendaraan seperti Fortuner, Pajero, dan Hilux, itu hal yang biasa karena mereka memang ingin mengisi BBM,” ungkapnya kepada Handalonline.com di ruang kerjanya, Selasa (23/6/2026).
Ia menambahkan, dalam melayani konsumen, pihaknya sudah menerapkan prosedur sesuai standar, termasuk penggunaan barcode dan ketentuan yang berlaku. Adanya antrian panjang tidak bisa dijadikan dasar untuk berasumsi bahwa SPBU melakukan pengecoran, terlebih mengingat ketersediaan BBM jenis solar yang sedang terbatas.
“Kemudian perlu disampaikan juga, saat pemberitaan yang menuduh kami melakukan pengecoran akan dimuat, tidak ada konfirmasi terlebih dahulu kepada kami. Bahkan ketika kami ingin menyampaikan hak jawab, ada dugaan adanya harapan tertentu yang nilainya tidak dapat kami terima. Kami hanya ingin meluruskan fakta, namun ditafsirkan sebagai upaya penyelesaian lain,” jelasnya.
Indra berharap ke depannya hal serupa tidak terulang lagi.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Kami sudah bekerja sesuai SOP dalam melayani konsumen. Jika ada hal yang dirasa kurang atau ada pertanyaan, sebaiknya dilakukan konfirmasi terlebih dahulu agar informasi yang disampaikan berimbang dan sesuai fakta,” katanya.
Secara terpisah, saat diwawancarai media ini, seorang pengguna jalan yang sedang mengantri mengaku mengapresiasi pelayanan dan pengaturan yang diterapkan di SPBU tersebut. Ia menegaskan tidak melihat adanya aktivitas pengecoran seperti yang dituduhkan. Menurutnya, antrian panjang semata-mata terjadi karena kelangkaan solar.
“Kami sangat mengapresiasi pelayanan dan pengaturan dari pihak SPBU untuk menertibkan pengisian BBM. Jujur saja, saat ini solar sangat sulit dicari dan langka. Jadi kalau ada SPBU yang kebagian pasokan dan melayani pengisian, kami rela mengantri demi mendapatkan BBM yang kami butuhkan,” pungkasnya. (red)
