Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanggulangan penyakit Tuberkulosis (TB). Melalui langkah strategis dan humanis, Puskesmas Simpur resmi meluncurkan program inovasi teranyar yang diberi nama KUMAN TB (Kunjungan Mantan TB).
Program ini diinisiasi untuk mengoptimalkan pendampingan pasien TB, meningkatkan angka kesembuhan (cure rate), serta menekan risiko putus obat (loss to follow-up) di wilayah kerja Puskesmas Simpur. Inovasi KUMAN TB mengedepankan pendekatan berbasis komunitas dengan melibatkan para penyintas (mantan pasien) TB yang telah dinyatakan sembuh total untuk menjadi agen edukasi dan motivator bagi pasien yang sedang menjalani masa pengobatan.
Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menjelaskan bahwa inovasi ini lahir sebagai jawaban atas tantangan berat di lapangan, di mana kepatuhan minum obat secara rutin selama minimal 6 bulan sering kali menjadi titik jenuh bagi pasien.

“Inovasi KUMAN TB ini merupakan langkah konkret kami dalam menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada sisi medis, tetapi juga menyentuh sisi psikologis pasien. Kehadiran para mantan pasien TB sebagai rekan senasib (peer educator) terbukti efektif mengikis stigma negatif dan memberikan dorongan moral yang kuat agar pasien optimis bisa sembuh total seperti sedia kala,” ujar dr. Dewi Retnosari, Jumat (12/6)2026).
Sinergi Lapangan dan Pendampingan Intensif
Program KUMAN TB berjalan secara tersistem dengan memadukan pengawasan klinis dan pendekatan personal. Koordinator Program TB Puskesmas Simpur, Ns. Firda Halifah Rahmayani, S.Kep, mengungkapkan bahwa kejenuhan dan rasa takut akan efek samping obat kerap membuat pasien mangkir dari jadwal pengobatan.
“Melalui gerakan KUMAN TB, kami memfasilitasi ruang berbagi pengalaman (sharing experience) langsung di rumah pasien. Mantan pasien TB bisa meyakinkan mereka bahwa efek samping obat itu bisa diatasi dan kesembuhan itu nyata. Tim kami bersama kader juga secara berkala memantau kepatuhan konsumsi obat dan memberikan konseling gizi agar imunitas pasien tetap terjaga selama masa terapi,” kata Ns. Firda Halifah Rahmayani, S.Kep.
Menjamin Mutu Pelayanan Kesehatan
Dari kacamata manajemen pelayanan, inovasi ini dirancang secara matang guna memenuhi standar mutu kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien (patient safety).
Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas Simpur, dr. Anindia Putri, menegaskan bahwa setiap tahapan dalam inovasi KUMAN TB selalu dievaluasi secara berkala agar dampaknya benar-benar terukur secara klinis dan manajerial.
“Inovasi ini bukan sekadar program seremonial, melainkan bagian dari perbaikan mutu berkelanjutan (continuous quality improvement) di Puskesmas Simpur. Kami mengukur keberhasilan KUMAN TB dari meningkatnya angka keberhasilan pengobatan (treatment success rate) serta menurunnya angka Drop Out (DO) obat. Mutu pelayanan yang baik adalah pelayanan yang mampu menyelesaikan masalah kesehatan langsung hingga ke akarnya,” ungkap dr. Anindia Putri.
Peran Krusial Kader Komunitas
Keberhasilan inovasi KUMAN TB tidak lepas dari sinergi kokoh dengan komunitas lokal, salah satunya Inisiatif Lampung Sehat (ILS). Kader di lapangan menjadi ujung tombak yang berinteraksi langsung dengan warga dan mendobrak dinding stigma di masyarakat.
Masamah, selaku Kader Inisiatif Lampung Sehat (ILS), menyambut baik dan siap mengawal penuh jalannya inovasi KUMAN TB ini di tingkat akar rumput.
“Kami di lapangan merasa sangat terbantu dengan adanya wadah KUMAN TB. Saat kami melakukan kunjungan rumah (home visit), respons keluarga pasien menjadi jauh lebih terbuka dan kooperatif karena kami membawa serta sosok nyata yang sudah berhasil sembuh dari TB. Ini memutus rasa minder dan takut yang selama ini menghantui pasien,” tutur Masamah.
Dengan adanya sinergi lintas sektor melalui inovasi KUMAN TB, Puskesmas Simpur berharap dapat mewujudkan wilayah kerja yang bebas dari Tuberkulosis, sekaligus menjadi role model bagi fasilitas kesehatan lainnya di Kota Bandar Lampung dalam melahirkan terobosan kesehatan yang berdampak nyata bagi masyarakat. (Mira)
