UTB Lampung Gelar PKKMB dan Kuliah Umum Calon Mahasiswa Baru Tahun 2022-2023

 Editor: M.Ismail 
Memakai peci hitam, Mukhlis Basri menerima cendramata dari UTB Lampung sesuai memberikan kuliah Umum

Lampung (HO) – Universitas Tulang Bawang (UTB) Lampung menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Kuliah Umum untuk Calon Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2022-2023, selama dua hari, Sabtu dan Minggu di aula kampus setempat, Sabtu (17/9/2022).

Dalam Kegiatan tersebut Rektor UTB Lampung Dr. H. Achmad Moelyono MH. dalam sambutannya menyampaikan PPKMB merupakan forum pengenalan kehidupan kampus dan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dengan materi yang bersifat ekstra seperti konsep 4 pilar kebangsaan dan era digitalisasi dengan materi bersifat intra kampus seperti sistem pendidikan tinggi, hal akademik, administratif serta kemahasiswaan.

“Sehingga dengan materi-materi tersebut Mahasiswa baru dapat segera menyesuaikan diri beradaptasi dengan kehidupan kampus,” terangnya.

Poto dengan calon mahasiswa dan mahasiswi UTB Lampung bersama rektor pemateri dan dosen-dosen kampus setempat

Ditempat yang sama Ketua YAPIPILA UTB Lampung, M. Puncak Setiawan, S.P, M.M, mengucapkan terimakasih Kepada seluruh calon mahasiswa dan mahasiswi sudah percaya memilih kampus UTB Lampung menjadi tempat belajar dan pembelajaran dalam menuntut ilmu, semoga apa yang di cita-cita kan dapat tercapai.

“Kami menitipkan mahasiswa UTB Lampung, jaga amanah yang telah di berikan masyarakat, Didik mereka untuk menjadi orang yang cerdas dan berakhlak mulia sehingga cita cita mereka dapat tercapai,” ujarnya.

Salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut, Drs. H Mukhlis Basri, menjelaskan Pancasila dan musyawarah mufakat merupakan manifestasi kultur bangsa Indonesia yang harus dipertahankan. Kalau kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai kulturnya, maka negara bisa menjadi lebih bagus.

Baca Juga:  Sebanyak 114 KPM Desa Tambangan Terima BLT-DD Tahap lll
Poto dengan calon mahasiswa dan mahasiswi UTB Lampung bersama rektor pemateri dan dosen-dosen kampus setempat

“Pancasila adalah sumber nilai jati diri bangsa sekaligus fondasi negara kita. Sebagai falsafah negara, Pancasila menjadi acuan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera,” terang Muklis Basri yang juga anggota DPR RI/MPR RI asal Dapil 1 Lampung.

Kemudian katanya, Bangsa yang berperadaban unggul, salah satu cirinya adalah bangsa yang mampu menunjukkan karakter dan jati dirinya, tanpa harus kehilangan kesempatan dan kemampuan berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain.

“Harus mampu mengaktualisasikan makna yang dikandungnya sesuai dengan perkembangan zaman,” kata mantan bupati Lampung Barat 2 periode ini.

Sementara itu, ketika menanggapi pertanyaan salah satu Mahasiswa yang menanyakan perihal kenaikan harga BBM, Mukhlis mengatakan penyesuaian harga bahan bakar minyak merupakan upaya pemerintah untuk mengoptimalkan manfaat APBN sebaik-baiknya bagi masyarakat yang lebih membutuhkan, serta melindungi masyarakat miskin dan rentan miskin dari dampak kenaikan harga pangan dan energi.

“Dalam hal ini, pemerintah telah menaikkan anggaran subsidi dan kompensasi BBM tahun 2022 sebesar lebih dari 3 kali lipat, yaitu dari Rp152,5 triliun menjadi Rp502,4 triliun. Namun distribusi manfaatnya ternyata lebih banyak dinikmati oleh kelompok masyarakat mampu,” jelasnya.

Sehingga tambah Muklis, perlu diberlakukan kebijakan pengalihan subsidi agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan untuk meringankan beban APBN 2022 dan meningkatkan ruang fiskal 2023.

“Selama ini subsidi BBM kompensasi ini lebih banyak dinikmati oleh mereka yang lebih banyak menggunakan kendaraan, artinya orang-orang yang lebih mampu lebih banyak menikmati subsidi ini. Nah kalau kemudian kita bisa alihkan ini, kita bisa mengubah bentuknya menjadi bentuk rasa support kita kepada orang yang miskin atau rentan miskin tentu akan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

Baca Juga:  Masyarakat Mendukung Dan Apresiasi Kinerja Kades Romsi, SH

Selanjutnya Materi Ke dua di sampai kan oleh Wakil Rektor II Bapak Dr. Hasan Basri M.Si, mengatakan Perguruan Tinggi Di Era Revolusi industri 4.0 Dan Kehidupan Kampus Pada Masa Pandemi yaitu Perkembangan Revolusi Industri.

“Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0, 4 Kompetisi Yang Harus Di Miliki Pengajar, Covid 19 dan Pelayanan Bidang Pendidikan Era 4.0 dan Kesempatan Kolaborasi di tengah wabah Covid 19,” paparnya.

Wakil Rektor 1, Suhaimi, S.Sos M.Ikom yang juga sebagai pemateri ke Tiga menambahkan Poin-poin Materi Kegiatan Akademik Di Perguruan Tinggi Yaitu, Fungsi Pendidikan, Penelitian, Pengabdian Pada Masyarakat (PKM), Program Pendidikan Pada Universitas Tulang Bawang Lampung adalah menyelenggarakan Program Pendidikan Sarjana (STRATA 1).

“Lalu Pelaksanaan Pendidikan UTB Lampung, Kelompok Mata Kuliah, Pelaksanaan SKS, Her Registrasi, Pembimbing Akademik, Kegiatan Pembelajaran, Evaluasi Hasil Belajar, Sistem Penilaian, Ujian Skripsi, Pelaksanaan Program MBKM, Dan Wisuda,” katanya.

Kegiatan tersebut di hadiri Ketua YAPIPILA, Rektor UTB Lampung, Wakil Rektor I, II, III, IV Dan Di Hadiri Oleh Anggota DPR / MPR RI Drs. Hi. Mukhlis Basri Serta Seluruh Dekan Dan Bapak/ibu Dosen yang ada di Lingkup UTB Lampung. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here