Senyap…?, Penasehat Hukum Pertanyakan Pengancaman Pimred Media Online Ke Polres Lamteng

 Editor: M.Ismail 

Lamteng (HO) – Senyap, seperti hilang ditelan bumi, Kasus pengancaman terhadap salah satu pimpinan redaksi media online, Penasehat hukum kembali pertanyakan proses hukum di Polres Lampung Tengah.

Mungkin inilah salah satu resiko menjadi jurnalis, Harus bertemu kekuatan besar dalam mengungkap satu masalah. Terkadang harus mempertaruhkan nyawa untuk sebuah karya.

Kasus ini berawal saat menerbitkan pemberitaan terkait proyek Rehabilitasi Jalan Ruas Lematang-Bandar Lampung yang menggunakan APBD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2021 sebesar Rp 5,6 Miliar, jurnalis online yang bernama Amuri dari tintainformasi.com diduga di intimidasi dengan diancam akan dibunuh.

Terkait mandek kasus ini, Pihak media mencoba mengkonfirmasi kepada kuasa hukum korban, Proses panjang nya waktu penanganan kasus ini baru sampai pemeriksaan saksi korban.

Baca Juga:  Pemilu Pertarungan Legal, Ketua KPU Pesawaran: Semoga Tidak Ada Masalah

“Sejak dilaporkan di Kepolisian Daerah Lampung dan dilimpahkan ke Polres Lampung Tengah pada bulan Nopember 2021 lalu, sudah diambil langkah-langkah oleh penyidik dengan memeriksa saksi-saksi dari kita,” jelas Gindha Ansori Wayka, Selalu kuasa hukum korban, Rabu (9/3/2022).

Selaku penasehat hukum, Gindha Ansori, Juga mengkritisi proses hukum yang berjalan saat ini, Karena bila dibiarkan akan ada korban lain yang tidak akan terjadi kepada jurnalis lainnya.

“Sampai sejauh ini baru dilakukan terhadap saksi-saksi saja, belum ke arah para terlapor sebagaimana yang disebut dalam Berita Acara Pemeriksaan Pelapor dan saksi sebagaimana surat pemberitahuan perkembangan hasil penelitian laporan dari Polres Lampung Tengah tanggal 22 Februari 2022,” katanya.

Baca Juga:  Bupati Lampung Tengah, Bersama Ribuan Masyarakat Kali Rejo Gelar Jalan Sehat Bersama

Sebagai penasehat hukum tentunya secara bergantian menanyakan dengan penyidik dan memberikan masukan, namun tetap saja masih dalam proses penyelidikan.

“Berdasarkan surat yang dikirim oleh polres, karena ini sudah berjalan lama maka kami berencana untuk meminta Polda mengambil alih kembali perkara ini melalui kabag wasidik,” pungkasnya.

Dengan adanya kejadian ini, Tentu harus menjadi sebuah pekerjaan rumah bagi aparat penegak hukum.

“Karena sering terjadi dugaan pengancaman dan intimidasi terhadap jurnalis, maka kami berharap persoalan ini bisa segera dituntaskan dan memberi efek jera, sehingga kedepan tidak ada lagi persoalan-persoalan yang membuat para jurnalis menjadi tidak maksimal dalam bekerja memberikan informasi kepada publik,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here