DPP LSM BANKI Laporkan Dugaan Korupsi Desa Bukti Raya Ke APH

 Editor: M.Ismail 

Lampung Timur (HO) –  DPP LSM Brigade Anak Negeri Kawal Indonesia (BANKI) dalam waktu dekat akan segera melaporkan adanya Dugaan Korupsi Dana Desa (DD) yang dilakukan Damin selaku Kepala Desa Bukit Raya Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur.

Ketua Umum DPP LSM BANKI, Randy Septian mengatakan terkait adanya indikasi korupsi dan manipulasi anggaran Dana Desa di Bukit Raya untuk tahun 2020, diduga dalam realisasinya tidak sesuai dengan pagu anggaran yang ada.

“Ya dalam waktu dekat kami segera akan mengirimkan laporan dugaan penyimpangan Dana Desa Tahun 2020, Desa  Bukit Raya, ke Inspektorat, Polres dan Kejaksaan Negeri Lampung Timur,” terangnya, Minggu (3/10/2021).

Laporan tersebut merujuk, Pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi (UU Pemberatasan Korupsi) jo Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Pemberantasan Korupsi, Dalam Undang-undang Republik Indonesia No. 28 Tahun 1999 tentang penyelenggara Negara yang bersih dan bebas dari korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

“Adapun fakta-fakta yang ada terkait Rehabilitasi Peningkatan Jalan Desa Gorong-gorong Selokan Drainase Rp.
322.307.000, Pembangunan Monumen Gapura Batas Desa Rp.115.949.000, Pembuatan Jaringan Instalasi Komunikasi dan Informasi Lokal Desa  Rp.27.563.000, Pembangunan Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan Olahraga Milik Desa senilai Rp.136.556.000,” bebernya.

Baca Juga:  Akreditasi Tertinggi se-Lampung, BAZNAS Pesawaran Raih Dua Penghargaan

Diberitakan sebelumnya, dengan Judul “Kades Bukit Raya Diduga Mark Up Anggaran Dana Desa Ratusan Juta Rupiah”

Kepala Desa Bukit Raya Kecamatan Marga Sekampung Kabupaten Lampung Timur, Damin diduga Mark Up anggaran Dana Desa hingga Ratusan juta rupiah.
Pasalnya dalam realisasi Dana Desa Tahun 2020 dan 2021, dalam pelaksanan beberapa item kegiatan tidak sesuai dengan anggaran yang ada.

“Ada beberapa item kegiatan dalam pelaksanaan tidak selesai dan kami duga dalam realisasi nya ada dugaan mark up,” ucap salah satu tokoh masyarakat setempat, Kamis (23/92021).

Dia menerangkan di tahun 2020 ada
Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Jalan Desa Gorong-gorong selokan Drainase senilai Rp.322.307.000, dalam realisasi tidak sesuai dengan anggaran yang ada, begitu juga Pembangunan Monumen Gapura batas Desa Rp.115.949.000.

“Coba dicek dan lihat, sudah jelas dalam realisasi nya tidak sesuai dengan anggaran yang ada,” sebutnya.

Kemudian katanya, Pembuatan Jaringan Instalasi Komunikasi dan informasi lokal Desa Rp.27.563.000, ada juga Penyelenggaraan Posyandu makanan Tambahan Kelas ibu hamil lansia Kader posyandu Rp.42.075.000 Kemudian Pembangunan peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan Olaha Raga milik Desa Rp.136.556,000 dan Penyelenggaraan Paud/TK /TPA/TPK Madrasyah Non formal milik Desa Bantuan Honor pakaian seragam Rp.19.200.000.

Baca Juga:  Operasi Zebra Krakatau 2022, Kapolres Pesawaran: Tingkatkan Simpatik Masyarakat Terhadap Polri

“Itu kami pertanyakan realisasi nya, belum lagi untuk Dana Desa tahun 2021 untuk tahap 1 ada Pembangunan peningkatan sarana prasarana pariwisata milik desa Rp.474.170.000, kami sinyalir itu sarat dengan penyimpangan,” terangnya.

“Kami yakin dalam SPJ nya ada dugaan dimanipulasi, Itu pasti dimanipulasi, hal seperti itu bukan rahasia umum dan kami yakin Pihak Inspektorat Kabupaten Lampung Timur sudah tahu itu, apa lagi bagi aparat penegak Hukum,” timpalnya.

Pihaknya mendesak dan berharap agar aparat penegak hukum serius dan benar-benar dalam menegakkan hukum.

“Kami mendesak dalam hal ini Kejaksaan Negeri Lampung Timur agar mengumpulkan data dan bahan keterangan untuk menindak lanjuti dugaan penyimpangan Dana Desa yang dilakukan Damin selaku kepala desa setempat,” katanya.

“Jika nanti ada ditemukannya kerugian negara agar diproses sesuai dengan peraturan hukum tindak pidana korupsi,” harapnya.

Sementara itu Damin, Kepala Desa Bukit Raya saat akan di konfirmasi terkait dugaan penyimpangan anggaran Dana Desa, tidak berada dikantor desa, ketika dihubungi melalui telpon seluler tidak mengangkat walau dalam keadaan aktif, begitu ketika dikirim pesan melalui whatshap tidak membalas.

“Percuma mas, tidak bakalan ditemui,” celetuk warga setempat ketika dia tahu media ini berusaha konfirmasi dengan kepala desa.  (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here