Minggu, September 13, 2026

Ngaku Anggota Polisi Aniaya Perawat RS Siloan Sriwijaya, Kapolda Angkat Bicara

Sumsel (HO) – Mengaku anggota polisi diduga melakukan penganiayaan kepada Kristina Ramauli salah satu perawat di rumah sakit Siloam Sriwijaya Kamis (15/4/2021), akhirnya berbuntut panjang.

Dalam video yang beredar terdengar bahwa pelaku mengaku sebagai seorang anggota polisi, bahkan saat ada polisi yang melerai pelaku malah membentak polisi tersebut.

Hal tersebut dibantah oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri, dirinya menegaskan bahwa pelaku bukan anggota Polri.

“Tidak betul (pelaku anggota Polri),” kata Irjen Eko Indra Heri dilansir laman detikcom, Jumat (16/4/2021).

“Pelaku itu ngaku-ngaku sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Eko menambahkan, anggota Polri yang ada di area kejadian justru mencegah pelaku melakukan penganiayaan. Anggota Polri tersebut merupakan keluarga pasien lain yang juga dirawat.

“Anggota Polri yang melerai dan melarang untuk melakukan aniaya,” sebutnya.

“Keluarga pasien yang kebetulan di TKP, pasien lain,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya Sebuah video viral beredar dijagad Maya memperlihatkan adegan penganiayaan yang dilakukan keluarga pasien Rumah Sakit Siloam Sriwijaya kepada perawat rumah sakit setempat Kristina Ramauli.

Akibat penganiayaan tersebut korban dilaporkan mengalami luka di wajah akibat pukulan pelaku.

Karena kejadian itu Kristina Ramauli warga Komplek Griya Sukajadi Permai, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, mendatangi Polrestabes Palembang untuk melaporkan JS yang telah menganiaya dirinya.

Korban merupakan pegawai Rumah Sakit Siloam Sriwijaya Palembang, dianiaya JS yang merupakan keluarga pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tersebut di dalam ruangan IPD 6 Kamar 6026 RS Siloam, Kamis (15/4/2021) sekitar pukul 13.40 WIB.

Kepada petugas, korban menjelaskan awalnya pelaku JS memanggil korban untuk menemuinya dilokasi. Sesampainya, korban bersama saksi CH mendatangi pelaku.

“Di sana pelaku bertanya kepada saya bagaimana bisa mencabut infus dari tangan anaknya, belum sempat dijawab dia langsung menampar wajah saya sebelah kiri. Bukan itu saja, pelaku juga menendang perut saya ketika saya berlutut di hadapannya. Teman saya CH yang ada di sana, langsung melerai dan membawa saya pergi,” jelas korban, Jumat (16/4/2021).

Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Palembang, Kompol Moch Abdullah membenarkan adanya laporan korban sedang dalam proses penyelidikan.

“Laporannya sudah kami terima dan kini masih dalam proses penyelidikan unit Reskrim,” ucap Kompol Moch Abdullah. (Red)

Berita Populer

RUPAWAN Jadi Panggung Pemuda Pesawaran, Nanda Indira: Saatnya Bergerak dan Berbuat Nyata

Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M. menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai motor penggerak perubahan dan pembangunan daerah. Hal itu...

Bupati Nanda Hadiri Maulid Nabi di Sukajaya Lempasing, Apresiasi Semangat Gotong Royong Warga

Pesawaran (HO) – Pemerintah Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran Lampung, bersama Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Desa Sukajaya Lempasing menggelar peringatan...
error: Content is protected !!