Lampung Selatan (HO) – Masyarakat Desa Rejosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung pertanyakan realisasi anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat, yang disalurkan melalui pemerintah desa tahun anggaran 2022, diduga banyak dimanipulasi laporan pertanggung jawaban seperti item ketahanan pangan, sehingga dikeluhkan masyarakat karena tidak disalurkan sebagaimana mestinya dan terindikasi ajang korupsi yang dilakukan oleh kepala desa setempat Teguh Maulana.
Salah satu perwakilan masyarakat Dusun Telogorejo yang namanya minta dirahasiakan, mengutarakan, saat media ini melakukan uji informasi, dirinya mempertanyakan terkait anggaran lumbung desa yang dianggarkan sebanyak 2 tahap dengan rincian anggaran yang berbeda-beda belum lagi anggaran yang lainnya.
“Ya kami selaku masyarakat menduga bahwasanya terkait anggaran ketahanan pangan yang dibagikan berupa bibit Alpukat kepada masyarakat itu tidak disalurkan sebagaimana mestinya,” ungkapnya kepada Handalonline.com, Senin
(8/5/2023).
“Contohnya saya selaku masyarakat tidak mendapatkan bantuan bibit tersebut dan saya mendapatkan informasi dari warga-warga yang lain setiap warga itu mendapatkan satu bibit Alpukat menurut saya selaku masyarakat anggaran tersebut diduga dijadikan ajang korupsi,” timpal perwakilan masyarakat ini.
Masih keterangan dari masyarakat mereka mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum karena keluhan mereka bukan kali ini saja pernah beberapa waktu lalu mereka juga mengeluhkan hal yang serupa namun di segi infrastruktur dan pemberdayaan badan usaha milik desa (Bumdes) namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut.
“Jadi dalam hal ini kami memohon kepada pihak-pihak terkait seperti Kejaksaan Negeri Lampung Selatan serta tindak pidana korupsi Polres Lamsel untuk segera merespon apa yang menjadi keluhan kami,” harap masyarakat.
Kemudian masyarakat menjelaskan apa saja item-item dugaan dan tidak transparan pemerintah desa dalam mengelola anggaran dana desa yang menurut mereka tidak sesuai dengan anggaran yang dikucurkan di Tahun 2022 Pagu anggaran desa sebesar Rp. 1.109.187.000.
Seperti operasional pemerintah desa operasional perkantoran ATK, Listrik, Internet, Komputer Rp 66.487.000.
“Kami selaku masyarakat mempertanyakan terkait item tersebut karena kami duga bilamana untuk pembelian alat tulis kemudian listrik internet serta tinta kertas dan lain-lain anggaran sebesar itu pasti ada sisanya ke mana sisa anggaran tersebut,” kata nya.
Selanjutnya ada juga terkait item Honorarium/Insentif operator, Perawat desa, Kaum/Ustadz, Petugas Kebersihan, sebesar Rp 44.100.000 kemudian insentif guru ngaji, Juru Kunci Rp 12.000.00.
“Item tersebut kami selaku masyarakat juga minta di audit kembali karena kami duga itu banyak dimanipulasi laporan pertanggungjawabannya,” ujar nya.
Tidak sampai di situ masih keterangan masyarakat Dusun Telogorejo yang untuk sementara namanya minta dirahasiakan mengungkapkan pihaknya juga mempertanyakan terkait penanggulangan bencana serta pembagian bantuan langsung tunai dana desa (BLT DD).
“Benar di tahun anggaran 2022 pandemi covid 19 sudah mulai mengurang tidak seperti tahun sebelumnya namun menurut kami selaku masyarakat banyak sekali anggaran yang kami duga itu disimpangkan,” terang nya.
Seperti Item Pengadaan protokol kesehatan Rp 38.062.500 dan BLT dana desa bulan Januari sampai dengan bulan Juni Rp 223.200.000 kemudian dianggarkan kembali BLT dana desa bulan Juli sampai dengan bulan September Rp 111.600.000.
“Dan kembali dianggarkan BLT dana desa bulan Oktober sampai dengan bulan Desember Rp 111.600 ribu, anggaran tersebut sangat fantastis kami selaku masyarakat menduga itu tidak disalurkan sebagaimana mestinya dan bisa dicek oleh aparat penegak hukum, nanti bila turun ke desa kami itu yang layak dapat tidak mendapatkan bantuan,” ucapnya.
“Kemudian terkait penanggulangan bencana itu tidak ada yang dibagikan kepada kami selaku masyarakat jadi kami sangat mempertanyakan terkait item-item tersebut,” timpalnya.
Begitu juga di ungkapkan perwakilan masyarakat dari 3 dusun yang berbeda juga menyampaikan hal yang sama terkait item ketahanan pangan yang dianggarkan sebanyak 2 kali yang dibelikan bibit Alpukat yang di bagikan ke masyarakat masing-masing warga mendapatkan 1 bibit Alpukat yang dibagikan oleh pemerintah Desa melalui Kadus.
“Untuk anggaran nya kami selaku masyarakat mempertanyakan pasalnya itu dianggarkan sebanyak dua kali masing-masing anggaran sebesar Rp 74.727.500 dan Rp 45.897.500 besar sekali anggaran tersebut itu bila di kalkulasikan yang dibagikan oleh masyarakat itu hanya Rp.10 ribu per bibit jika menelan anggaran sampai ratusan juta rupiah kami selaku masyarakat terkesan di bodohi oleh pemerintah desa dan hal ini tidak bisa kami diamkan dan inilah waktunya untuk aparat penegak hukum segera turun ke desa kami,” jelas nya.
Karena masih keterangan dari masyarakat bantuan bibit tersebut tidak disalurkan secara merata menurut mereka, hal itu hanya buang-buang anggaran dan tidak ada manfaatnya sama sekali.
Kemudian tidak sampai di situ masyarakat juga mempertanyakan terkait anggaran Item bantuan perikanan bibit Pakan
Rp 88.127.500.
“Itu umumnya seperti desa-desa tetangga itu anggarannya dibelikan hewani seperti kambing kemudian sapi bebek namun tidak menutup kemungkinan karena inilah tidak keterbukaannya pemerintah desa terhadap kami dan kami tidak tahu dana tersebut itu untuk apa dan dibelikan apa karena tidak ada musyawarah kepada kami selaku masyarakat,” ucap nya.
Masyarakat juga menyebutkan pihaknya sangat-sangat mempertanyakan terkait anggaran tersebut.
“Inilah yang terjadi di desa kami dan dalam hal ini kami selaku masyarakat sangat sekali berharap kepada aparat penegak hukum yang ada di Kabupaten Lampung Selatan untuk segera turun ke desa kami dan mengaudit semua anggaran karena anggaran dana desa tersebut tidak merata kami rasakan manfaatnya,” timpal nya.
Dan mereka juga menyampaikan bilamana nantinya aparat penegak hukum turun ke lapangan bisa keliling ke semua dusun yang ada di desa mereka ada juga masyarakat mengatakan jangan tanyakan dengan yang pro kepada pemerintah desa tapi tanyakan dengan masyarakat yang benar-benar tidak merasakan manfaat dari dana desa tersebut,” pungkas nya.
Perlu diketahui anggaran dana desa yang diduga ada indikasi menurut masyarakat sejak tahun 2018 sampai 2021.
Tahun anggaran 2018 Pagu anggran Rp. 1.181.505.041, Tahap 1, kegiatan sunatan masal
Rp 21.972.000, pembangunan jalan cor beton Rp. 196.054.500.
UmtukbTahap 2 nya
Pembangunan jalan desa 1. Cor beton dusun banjar utara P. 400 m Rp. 178.643.5002. Cor beton dusun titirante selatan P. 250 m Rp. 112.130.0003.Cor beton gg berkah titiranteutara P. 150 m Rp. 53.941.5004.Cor beton gg takwa P. 140 m Rp. 50.206.0005. Cor beton P. 60 m Rp. 28.656.000 Rp 423.577.000.
Tahap 3
pembangunan jalan cor beton
Rp 313.014.000, Badan usaha milik desa (Bumdes) Rp 118.150.641
Tahun anggaran 2019 Pagu anggran Rp. 1.218.917.249, Tahap 1 pembangunan TPT Rp 159.049.500 pengerasan cor beton Rp 274.805.400, Pemeliharaan Sumber Air Bersih
Rp 122.886.000, Tahun anggaran 2020 Pagu anggran Rp. 1.302.925.000, Pembangunan gedung posyandu dusun kertosari Rp 79.721.000, Sumur Bor, Pembangunan Sumur bor 4 Titik Rp 93.028.000, Pemasangan lampu penerangan jalan Rp 19.890.000.
Tahap 2
Jalan Cor Beton Dusun Titirante Selatan dan Dusun Telogorejo Selatan Rp 360.486.500, Rehab Jembatan Rp 27.696.000.
Tahun anggaran 2021 Pagu anggaran Rp. 1.327.820.000, Tahap 1, ATK, Honorarium PKPKD dan PPKD, perlengkapan perkantoran, pakaian dinas/atribut, listrik/telpon,
Rp 73.590.000, Beton Dusun Implasmen
Rp 106.445.000, Pembangunan Command Center Desa Smart Village Rp 45.170.000
Tahap 2
Perbaikan Kamar Mandi Gedung Posyandu
Rp 14.525.000, Pembangunan Jalan Cor Beton Dusun Kertosari Rp 97.746.600, Pembangunan Gorong gorong 3 Unit
Rp 23.676.000, Pembangunan Talut Penahan Tanah Dusun Banjar Rp 31.321.400, Pembangunan Sumur Bor 4 Unit
Rp 92.644.000, Pengadaan Bibit Tanaman Buah Rp 32.820.000
Sedangkan untuk Tahap 3
Lingkungan Cor Beton Dusun Titirante Selatan Joging Track Lapangan sepak bola
Rp 73.262.200.
Sementara itu Kepala Desa Rejosari Teguh Maulana saya dikonfirmasi media Handalonline.com melalui sambungan telepon WhatsApp tidak mengangkat kemudian saat dihubungi melalui pesan chat WhatsApp menjawab dengan pesan singkat dengan mengucapkan terimakasih.
“Iya mas terimakasih atas perhatiannya,” tulis nya melalui pesan whatsapp.
Sebelumnya diberitakan dengan link: https://handalonline.com/2022/01/12/kades-rejosari-diduga-korupsi-dana-desa-hingga-ratusan-juta-rupiah/Â Â Â Â Â Â Â Â Â (Indra Jaya)
