Selasa, Mei 5, 2026

Mahasiswa Itera Ubah Nilai Tambah Singkong Jadi Mie Mocaf Lewat Sekolah Perempuan KWT Desa Sriwedari

Pesawaran (HO) – Berawal dari keprihatinan terhadap rendahnya harga singkong, tim mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) yang tergabung dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (Himatepa) menggagas program Sekolah Perempuan untuk Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Sriwedari, Kecamatan Tegineneng, Pesawaran, Kamis (9/10/2025).

Melalui program tersebut, 37 mahasiswa yang terbagi dalam 3 kelompok mendampingi kelompok KWT untuk mengembangkan produk mie berbahan dasar singkong atau mie Mocaf (Modified Cassava Flour) sebagai produk unggulan yang menyehatkan.

Sosialisasi dan pelatihan dilaksanakan di Balai Desa setempat, Selasa,12 Agustus 2025. Kegiatan ini diketuai oleh mahasiswa Teknologi Pangan Angkatan 2023 Siti Nurqaidah dengan dosen pembimbing Zada Agna Talitha, STP, M.Si. Kegiatan ini dihadiri perwakilan aparat desa, dosen pembimbing, perwakilan perkumpulan, mahasiswa pelaksana PPK Ormawa, serta anggota KWT.

Baca Juga:  Truck Fuso Alami Rem Blong, Delapan Mobil Alami Kecelakaan di Jalinbar Negeri Sakti

Siti Nurqaidah menyampaikan, program Sekolah Perempuan PPK Ormawa Himatepa Itera fokus pada peningkatan kapasitas perempuan desa. Terutama anggota KWT, dari yang semula hanya bertani secara tradisional menjadi pelaku usaha mandiri berbasis potensi lokal. Mie mocaf sendiri merupakan makanan singkong berupa tepung yang sudah difermentasi sehingga memiliki karakteristik seperti terigu.

Mie akan dibuat dengan kombinasi tepung terigu dan mocaf, sehingga menjadi produk pangan rendah gluten yang bermanfaat sebagai pilihan makanan sehat bagi penderita intoleransi gluten dan penyakit celiac, serta membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Latar belakang program ini dilaksanakan adalah tingginya produksi singkong di Desa Sriwedari. Namun, selama ini para petani singkong langsung menjual kepada tengkulak dengan harga yang fluktuatif dan cenderung rendah.

Baca Juga:  BPN Bandar Lampung Luncurkan Layanan Ukur Tanah Terjadwal, Bisa Booking Online

“Untuk itu kami membekali anggota kelompok KWT dengan pengetahuan untuk mengolah singkong menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti mi mocaf,” ujar Siti.

Kaur Kasi Desa Sriwedari, Uni Ratna Ningrum, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan para mahasiswa Itera. Uni berharap, melalui produksi mie mocaf, Desa Sriwedari memiliki produk unggulan yang dapat membantu meningkatkan tingkat perekonomian warganya.

Selain pembekalan mengenai produksi mie Mocaf, KWT akan dibekali dengan berbagai pembekalan penting yang menunjang produk hingga siap penjualan. Para anggota KWT akan dibagi menjadi beberapa kelompok kemudian mengikuti kurikulum yang mencakup pembelajaran mengenai sanitasi dan keamanan pangan, teknik pengemasan pangan, proses produksi mie mocaf, legalitas usaha, regulasi halal, serta pemasaran digital. (Red)

Berita Populer

Kajati Lampung Lantik Wakajati dan Kajari Lampung Timur

Lampung (HO) - Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung Danang Suryo Wibowo, SH, LLM., beserta pejabat dilingkungan Kejati Lampung melaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan dari...

Hardiknas 2026: Momentum Teguhkan Semangat Bangun Pendidikan Nasional

Pesawaran (HO) - Pemerintah Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (4/5/2026). Upacara...
error: Content is protected !!