Pemberitaan Sengaja Giring Opini Negatif Berharap Dukungan NetizenĀ
Pesawaran (HO) – DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung menyayangkan terkait pemberitaan yang beredar menyebutkan bahwa RD mantan anggota DPRD fraksi Gerindra terlibat dugaan penganiayaan.
Pasalnya semenjak RD tidak menjadi anggota DPRD, RD tidak lagi berpolitik dan berhenti dari partai Gerindra sejak tahun 2014. Namun di sosmed dan pemberitaan masih menyebutkan mantan anggota DPRD fraksi Gerindra.
Mewakili Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Pesawaran Achmad Rico Julian, Ketua Bappilu Darul Qutni menegaskan bahwa, pemberitaan yang beredar membawa-bawa nama Partai Gerindra itu menyesatkan.
“Framing framing di sosmed dan di pemberitaan itu sangat menyesatkan, karena kita ketahui bersama bahwa RD ini sejak 2014 sudah bukan anggota partai Gerindra dan tidak berpolitik,” kata dia, Kamis 18 September 2025.
“Semua tahu dia tidak berpolitik dan sekarang sudah menjadi jurnalis profesional. Kenapa harus membawa mantan DPRD dari fraksi Gerindra,” timpalnya.
Hembuskan Berita Giring Opini Negatif di Medsos
Menurutnya, framing framing yang beredar di sosmed dan pemberitaan tersebut hanya menjadi goreng-gorengan netizen yang tidak tahu kebenarannya seperti apa.
“Jadi ini perlu diluruskan bahwa RD telah 11 tahun tidak di partai Gerindra. Apalagi membawa-bawa nama Partai Gerindra. Kenapa tidak disebutkan bahwa RD sudah bertahun-tahun menjadi jurnalis profesional,” ujarnya.
Darul Qutni Ajak Media dan Netizen Berfikir Objektif, Cari Tahu Persoalan Sebenarnya
Dirinya menilai bahwa, hal ini sengaja digoreng goreng oleh pihak pelapor agar mendapatkan dukungan dari netizen.
“Kami dari Partai Gerindra menyayangkan dan merasa keberatan dengan media Lampung TV yang menyebutkan bahwa RD merupakan mantan anggota DPRD dari fraksi Gerindra. Dulu memang di partai Gerindra namun setelah tidak menjadi anggota DPRD RD sudah tidak lagi berpolitik dan sudah keluar dari Partai Gerindra,” ungkapnya.
“Jadi ayolah teman-teman media dan para netizen untuk berfikir objektif, cari tahu dulu seperti apa persoalan ini bisa terjadi, jangan memunculkan framing framing yang menjadi goreng-gorengan netizen,” pungkasnya.
Berita Beredar, Ini Klarifikasi Rama Diansyah, Ungkap Tidak Ada Pemukulan dan Penganiayaan

Terkait ramai pemberitaan di Media Sosial (Medsos) baik di Media Online maupun Media Elektronik, Akhir nya Rama Diansyah (RD) angkat suara karena banyaknya pemberitaan dan tuduhan dirinya telah melakukan pemukulan dan penganiayaan. Ia mengatakan pemberitaan dan tuduhan tersebut tidak berdasar dan wajib diluruskan, sebab informasi yang ada di medsos sengaja menggiring opini negatif untuk memojokkan secara sepihak.
Ditemui di kediamannya, Rama menuturkan, dirinya datang ke rumah Zahrial (Ryal) dengan tujuan mengkonfirmasi terkait pernyataan Ryal yang membuat dirinya dipanggil penyidik Polda Lampung.
“Jadi harus diluruskan, saya ke rumah Ryal tujuannya menanyakan apa dasar dia bilang bahwa akun Facebook atas nama Rama Saputra itu adalah Rama Diansyah, karena keterangan Ryal itu membuat saya dipanggil, dan clear terkonfirmasi bahwa keterangan Ryal di penyidik itu hanya tuduhan tanpa dasar,” kata Rama, Minggu (14/9/2025).
Karena merasa dituduh dengan keterangan mengada-ada Rama berinisiatif menemui Ryal, namun dihubungi melalui ponsel tidak mendapat kejelasan sehingga dirinya mendatangi kediaman Ryal.
“Saya datang baik-baik, mengucapkan salam dan dibukakan pintu, saat itu saya liat istrinya sedang tidur-tiduran jadi saya ajak Ryal ngobrol di luar rumah namun dia mengatakan di dalam saja, karena itu saya masuk karena dia yang meminta ngobrol di dalam,” ujarnya.
“Setelah itu saya tanya ke dia apa dasarnya dia bilang saya sebagai pemilik akun Facebook atas nama Rama Saputra, lalu saya ajak ngobrol diluar lagi karena saya lihat ada istrinya, dimana penganiayaannya? Saya juga bingung kalau disebut menganiaya,” terangnya.
Rama Laporkan Balik, Tuduhan Fitnah dan Mengada-ada
Rama menegaskan dirinya akan melaporkan balik Ryal dengan tuduhan fitnah, karena beberapa keterangan dia mengada-ada.
“Saya merasa dirugikan, pasti saya laporkan balik, karena saya menghargai negara kita ini negara hukum,” tegasnya.
Rama Juga Seorang Jurnalis Yang Sudah Terverifikasi di Dewan Pers
Ia juga menjabarkan, dirinya sekarang bekerja sebagai wartawan di salah satu media, sehingga narasi yang beredar hanya ingin agar terlihat dramatis.
“Yang diangkat saya mantan anggota DPRD, padahal mereka tahu sudah beberapa tahun saya sudah tidak berpolitik, saya wartawan dan tersertifikasi dewan pers di tingkat Madya, itu juga harus diluruskan. Terlalu dini kalau ada mereka-mereka yang tendensius kasih komentar-komentar liar untuk menggiring opini negatif,” pungkasnya.
Sementara, ketika Zahrial dihubungi untuk dikonfirmasi di nomor 08127263ĆĆĆ tidak aktif. (Red)
