Jumat, Mei 15, 2026

IKA PMII Pesawaran Ajak Warga Rajut Silaturahmi, Soroti Biaya Politik dan Peringatkan KPU-Bawaslu

Pesawaran (HO) – Sekretaris Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung, Wahyu Gautama, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali merajut tali silaturahmi pasca dinamika Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada 2024 yang sempat memicu ketegangan sosial dan politik di daerah tersebut.

Menurut Wahyu, kontestasi politik kerap meninggalkan luka sosial di tengah masyarakat, sehingga diperlukan langkah-langkah konkret untuk memulihkan harmoni sosial dan memperkuat semangat kebersamaan.

“Kita semua adalah bagian dari masyarakat Pesawaran yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk membangun daerah ini. Saatnya kita saling merangkul, bukan terus saling menuding,” ujar Wahyu dalam keterangannya kepada Media Handalonline.com, Minggu malam, (1/6/2025).

Tak hanya menyerukan rekonsiliasi, Wahyu juga menyoroti problem struktural dalam demokrasi lokal, khususnya soal tingginya biaya politik yang dinilainya telah menjadi akar dari berbagai persoalan, termasuk praktik transaksional dan maraknya konflik horizontal.

Baca Juga:  Dapat Predikat Summa Cum Laude, Kompol Gandhi Raih Doktor Ke-425 di UIN RIL

“Kita sama-sama mengkritisi salah satu item tentang besarnya biaya politik yang dapat berdampak pada kesenjangan sosial,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Wahyu juga menyoroti peran lembaga penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pesawaran.

Ia mengingatkan agar kedua lembaga tersebut lebih berhati-hati dan profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya, terutama menjelang dan selama proses tahapan pemilu.

“KPU dan Bawaslu Pesawaran harus lebih hati-hati lagi dalam kerja-kerjanya. Jangan sampai terjadi PSU untuk kedua kalinya. Jika itu sampai terjadi, maka marwah lembaga penyelenggara pemilu akan berada dalam ancaman serius,” tegas Wahyu.

Baca Juga:  DLH Lamsel  Dinilai Lemah Hadapi Limbah PT Juang Jaya, Kambing Hitamkan Masyarakat 

Ia menambahkan, kredibilitas KPU dan Bawaslu merupakan fondasi dari demokrasi yang sehat.

Ketidakcakapan dalam penyelenggaraan pemilu tak hanya mencederai kepercayaan publik, tetapi juga mencoreng integritas kelembagaan yang selama ini dijaga.

“Integritas itu mahal. Sekali publik tidak percaya, dampaknya bisa panjang. Maka, keseriusan, netralitas, dan ketegasan harus jadi prinsip utama penyelenggara pemilu,” ujarnya.

Ajakan Wahyu Gautama ini datang di tengah sorotan tajam publik terhadap pelaksanaan PSU Pilkada Pesawaran 2024, yang dianggap sebagai alarm atas lemahnya pengawasan dan penyelenggaraan teknis pemilu.

Ia pun mendorong masyarakat sipil untuk terus aktif mengawal proses demokrasi dan memastikan pemilu berjalan adil, jujur, serta transparan. (*)

Berita Populer

Langkah Strategis Samsat Pesawaran Jadi Daya Tarik Masyarakat Disiplin Pajak

Pesawaran (HO) Guna mewujudkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di sektor pajak kendaraan bermotor, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Wilayah VIII Sistem Administrasi Manunggal...

SMAN 1 Gedongtataan Gelar Sosialisasi SPMB 2026/2027, Libatkan Komite dan Masyarakat

Pesawaran (HO)– SMAN 1 Gedongtataan Pesawaran Provinsi Lampung menggelar kegiatan Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Rabu, 13 Mei 2026,...
error: Content is protected !!