Cegah Bullying, SDN 17 Gedong Tataan Bentuk Tim Anti Perundungan

 Editor: M.Ismail 
Cegah Bullying, SDN 17 Gedong Tataan Bentuk Tim Anti Perundungan

Pesawaran (HO) – Guna mencegah perilaku “bullying” terhadap siswa, Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) SDN 17 Gedong Tataan, Disdikbud Kabupaten Pesawaran membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan sekolah.

Hal tersebut menurut Kepala UPTD SDN 17 Gedong Tataan Husen Arifin merupakan amanat dari kementrian pendidikan guna mencegah adanya perundungan terhadap siswa di sekolah.

“Kami sudah membentuk tim tersebut yang terdiri dari 3 orang meliputi 2 orang guru dan 1 orang perwakilan komite,” ungkap Husen Rabu (15/11/2023).

Cegah Bullying, SDN 17 Gedong Tataan Bentuk Tim Anti Perundungan

“Dasar yang kita pakai dalam pembentukan tim tersebut adalah UU nomor 20 tahun 2003 tentang pendidikan nasional, UU 23 2002 tentang perlindungan anak dan peraturan menteri pendidikan nomor 39 tahun 2008,” lanjutnya.

Baca Juga:  Pulang Kampung, Direktur Radar Banten Bangun Taman Wisata Edukasi

Ditambahkan Husen, pemerintah sangat serius dalam menanggapi hal yang menyangkut perundungan di sekolah, karenanya pihaknya menilai perlu dibentuk tim tersebut untuk sinergitas antara pusat dan daerah.

“Sudah kami SK kan dan tim yang dibentuk akan bekerja selama 2 tahun kedepan mencegah dan menjadi saluran solusi bagi anak, nanti teknis kerjanya bisa ditanyakan langsung kepada tim yang bertugas,” jelasnya.

Terpisah, anggota tim TPPK UPTD SDN 17 Gedong Tataan, Randy Septian menjabarkan, setelah diberi surat keputusan tim sudah memiliki beberapa program yang bertujuan menjamin anak-anak bebas dari bullying di sekolah.

“Kita fokuskan kepada program preventif (pencegahan – red) berupa edukasi kepada siswa tentang persaudaraan dan rasa peduli antar siswa, karena dengan adanya rasa persaudaraan tersebut siswa kedepan akan saling melindungi satu sama lain,” tuturnya.

Baca Juga:  Abdul Hamid Kembali Jabat Ketua BAZNAS, Bupati Pesawaran Apresiasi Program Kerja

Lanjut kata Randy, pihaknya akan mengagendakan pertemuan dengan lembaga-lembaga khusus yang menangani seputar anak-anak dan unit TPA Polres setempat.

“Sementara kami akan bekerja dengan program yang sudah direncanakan berupa bulan bermain dan intens pendekatan kepada siswa di sekolah maupun saat kegiatan ekstra kulikuler, pendekatan kepada wali murid saling mengenal satu dan lainnya,” kata dia.

“Kedepan akan ada penyuluhan dari lembaga-lembaga perlindungan anak maupun unit PPA Polres Pesawaran, dan kami akan agendakan bertemu mereka terlebih dahulu untuk mendukung kerja tim ini,” pungkasnya. (Ran)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here