Selasa, Juni 16, 2026

Inovasi CORLA, Puskesmas Simpur Kota Balam Tingkatkan Pendampingan dan Pengobatan HIV

Lampung (HO) – UPT Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung memiliki Inovasi Program HIV yaitu COUNSELING ODHIV PATUH ARV VL AMAN (CORLA), Hal yang melatarbelakangi inovasi ini adalah Puskesmas Simpur memiliki jumlah pasien Orang dengan HIV (ODHIV) terbanyak dibandingkan dengan 31 Puskesmas lainnya di Kota Bandar Lampung namun angka capaian pemeriksaan viral loud rendah.

Menurut Kepala UPT Puskesmas Simpur, dr. Sarah Prima Ayu inovasi CORLA ini goalsnya adalah kepatuhan ODHIV untuk minum obat ARV agar bisa dievaluasi melalui pemeriksaan viral loud, angka viral loud tersupresi interpretasi kepatuhan pengobatan ARV.

Inovasi CORLA, Puskesmas Simpur Kota Balam Tingkatkan Pendampingan dan Pengobatan HIV

Sementara itu koordinator Layanan Pendampingan dan Pengobatan (PDP) HIV, dr. Sheba Denisica mengatakan jika ODHIV mengetahui pentingnya dilakukan pemeriksaan viral loud, ODHIV bisa mengetahui kondisi kesehatan dirinya melalui patuh minum obat ARV, jika angka viral loud tersupresi kemungkinan kecil tidak menularkan virus HIV ke orang lain, biasanya pemeriksaan pada bulan viral loud kita buka di hari minggu agar memudahkan ODHIV mengakses layanan jika di hari kerja berhalangan hadir.

“Inovasi Corla ini setiap 3 bulan nya kami melakukan konseling ODHIV untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan ODHIV minum ARV, juga kami melakukan mobile VCT (Volunteer Conseling Testing) ke populasi kunci dan kelompok beresiko,” terangnya.

Inovasi CORLA, Puskesmas Simpur Kota Balam Tingkatkan Pendampingan dan Pengobatan HIV

Begitu juga disampaikan, Ns. Miranti Dea Dora, S.Kep,M.Kep petugas register report layanan PDP HIV Puskesmas Simpur menyampaikan harapannya dengan ada inovasi Corla ini angka capaian pemeriksaan viral loud tersupresi bisa meningkat.

Ketua Saburai Support Group Lampung, Agus Wahyu Wibowo menambahkan pihaknya merasa terbantu dengan kemudahan akses yang diberikan Puskesmas Simpur untuk melakukan pemeriksaan viral loud di hari Minggu.

“Kebanyakan ODHIV ini para pekerja yang sulit mendapatkan izin di hari kerja sehingga untuk mengambil obat saja meminta bantu pendamping apalagi untuk pemeriksaan viral loud,” katanya. (Mira)

Berita Populer

Putus Mata Rantai Penyakit Menular, Puskesmas Simpur Luncurkan Inovasi ‘LENTERA BIRU’

Bandar Lampung (HO) - Puskesmas Simpur terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah strategis ini dibuktikan dengan diluncurkannya inovasi layanan...

Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Perlu Evaluasi Menyeluruh, Berpotensi Membebani Keuangan Negara

Masyarakat Dorong Prioritas Infrastruktur, Pendidikan, Pelayanan Kesehatan Gratis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh...
error: Content is protected !!