Lampung Selatan (HO) – lmpian harapan dari masyarakat untuk memiliki sosok pemimpin di desa serta memprioritaskan kemajuan di desanya serta meningkatkan perekonomian bagi masyarakatnya pada tahun 2019, mendukung penuh Tukiran yang saat ini sudah berjalan 3 tahun memimpin Desa Purwosari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.
Demikian diungkapkan Tukiran Kades Purwosari yang mendapatkan amanah dari masyarakat setempat, dia mengatakan sejak
Januari 2020 memimpin dan mengelola anggaran dana desa.
“Saya dari kalangan orang tidak mampu dan saya hanyalah seorang pedagang pisang. tahun 2006 waktu saya pergi ke pasar bawa pisang ditawarkan menjadi Kadus, setelah itu tahun 2006 terjadilah pemilihan Kadus dan saya menjabat sebagai kepala dusun. Kemudian tahun 2013 saya menjabat sebagai PLT kepala desa,” ujar Tukiran kepada Handalonline.com Selasa (18/4/2023).

Tidak sampai di situ Kades Tukiran juga
mengatakan tahun 2019 diri nya di usulkan oleh masyarakat untuk menjadi kepala desa.
“Sedangkan pada waktu itu saya berbicara dengan masyarakat bahwa saya tidak memiliki modal dan biaya tetapi masyarakat yang membiayai dan mendanainya melihat antusias dari masyarakat akhirnya saya menuruti permintaan dari masyarakat dan mencalonkan diri sebagai calon kepala desa,” kata nya.
Kemudian Kades Tukiran mengatakan atas dukungan daripada masyarakat dirinya terpilih menjadi kepala desa.
“Tentunya di sini beban berat berada di pundak saya karena saya murni pilihan dari masyarakat dan saya pun tentunya harus betul-betul membangun desa ini yang tadinya sudah baik menjadi lebih baik lagi,” ungkap nya.

Masih kata Kades Tukiran harapan nya kedepan baik pemuda maupun orang tua serta masyarakat dan bidang keagamaan bisa maju, akan tetapi karena negara Indonesia terdampak covid-19 beberapa waktu lalu akhirnya menyebabkan beberapa kegiatan sesuai dengan UUD tidak diperbolehkan, sehingga menyebabkan sangat minimnya pembangunan kemarin sekitar 40% lebih untuk BLT DD.
“Yang jelas begini untuk saran atau kritik dari masyarakat saya sangat butuhkan, karena saran maupun kritik itu berarti masyarakat masih senang dengan saya. Kalau saya dikritik tidak berbuat, tetapi kalau berbuat kita berbenah maksudnya periode pertama saya ini adalah periode pembelajaran namun saya tidak menutup kemungkinan akan memberikan yang terbaik bagi kesejahteraan masyarakat saya,” ucapnya.
Kades Tukiran juga mengutarakan terkait untuk kepemudaan Tribun penonton yang ada di lapangan.
“Kritik tersebut sangat saya apresiasi terkait kelengkapan di tribun akan saya anggarkan tahun ini. kemarin saya sudah konfirmasi bahwa tribun belum rapi. memang benar belum rapi karena belum ada anggaran, hanya ada anggaran talangan yaitu uang pribadi saya,” jelas nya.
Jadi pada prinsipnya masih ujar Kades Tukiran dirinya selalu memohon arahan dan bimbingan daripada masyarakat yang memang telah mempercayai diri nya untuk memimpin desa tentunya kata kades Tukiran pemerintah desa bukan apa-apa dan tidak bisa apa-apa tanpa adanya sumbangsih pemikiran maupun ide-ide dari masyarakat.
“Dalam kondisi senang ataupun susah saya pasti hadir selalu ada di tengah-tengah masyarakat saya dalam kondisi senang dalam hajatan saya pasti hadir dan kalaupun masyarakat saya ada yang sakit pasti saya langsung datang menjenguk untuk berbuat semaksimal mungkin ” pungkas nya. (Red)
