Sebanyak 127 WBP Rutan Kelas 1 Balam Gelar Litmas Assesment

 Editor: M.Ismail 

Lampung (HO) – Sebanyak 127 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Rumah Tahanan Negara Kelas l Bandar Lampung mengikuti  Litmas (Peneletian Kemasyarakatan) Assesment Tingkat Resiko dan Klasifikasi Penempatan oleh Bapas Bandar Lampung, di aula bapas setempat, Selasa (28/6/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri 8 Pembimbingan Kemasyarakatan Bapas Bandar Lampung dan staf Rumah Tahanan Negara Kelas l Bandar Lampung.

Kepala Rutan Kelas 1 Bandar Lampung Iwan Setiawan mengatakan sesuai dengan Permenkumham Nomor 35 Tahun 2018 tentang Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan bahwa  Revitalisasi  Penyelenggaraan Pemasyarakatan adalah suatu upaya mengoptimalisasi  penyelenggaraan pemasyarakatan  sebagai  bentuk  perlakuan  terhadap Tahanan, Narapidana  dan  Klien  serta  perlindungan  atas hak kepemilikan terhadap barang bukti.

Baca Juga:  Pemilu 2024, KPU Pesawaran Gelar Rakor Penataan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD

“Penelitian  Kemasyarakatan  disebut Litmas  adalah kegiatan  pengumpulan, pengolahan, analisis, dan  penyajian data  yang  dilakukan  secara sistematis  dan objektif  dalam  rangka  penilaian untuk kepentingan Pelayanan Tahanan, Pembinaan Narapidana, dan Pembimbingan Klien,” terangnya.

Iwan Setiawan melanjutkan, tujuan utamanya Litmas Assesment Tingkat Resiko dan Klasifikasi ini  guna rekomendasi dalam menetapkan penempatan terpidana Lapas Super Maximum Security, Lapas Maximum Security, Lapas Medium Security, dan Lapas Minimum Security.

“Rutan Bandar Lampung sebelumnya telah mengusulkan 127 warga binaan dengan kriteria yang sudah ditentukan guna dilakukan Litmas Assesment Tingkat Resiko dan Klasifikasi Penempatan Bapas Bandar Lampung,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemilu Pertarungan Legal, Ketua KPU Pesawaran: Semoga Tidak Ada Masalah

“Kami mendukung penuh kegiatan Revitalisasi Penyelenggaraan Pemasyarakatan yaitu melalui Litmas Assesment Tingkat Resiko dan Klasifikasi Penempatan ini.

Iwan Setiawan mengucapkan terimakasih atas dukungan dari Bapas Bandar Lampung, kegiatan Litmas 127 warga binaan Rutan Bandar Lampung berjalan dengan lancar.

“Semoga dengan adanya Litmas Assesment Tingkat Resiko dan Klasifikasi Penempatan ini dapat menjadi acuan dalam menetapkan penempatan terpidana Rutan Bandar Lampung untuk nantinya ditempatkan di Lapas Super Maximum Security, Lapas Maximum Security, Lapas Medium Security, atau Lapas Minimum Security. Semoga Litmas seperti ini menjadi agenda berkesinambungan,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here