Wisata Alam Desa Harapan Jaya Bersama Keindahan Laut Pesawaran dan Kreatifas Pemuda

 Editor: M.Ismail 

Pesawaran (HO) – Desa Harapan Jaya Kecamatan Way Ratai Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung yang memiliki luas sekitar 994,30 Hektar dengan lahan produktif sekitar 859 Hektar dan jumlah penduduk nya sekitar 2573 jiwa serta 718 kepala keluarga.

Kepala Desa Harapan Jaya Susalit Cokro Aminoto menerangkan desa nya memiliki sarana dan prasarana untuk masyarakat yang meliputi sarana dan prasarana di bidang Pemerintahan, pendidikan kesehatan keagamaan dan prasarana umum seperti Pariwisata dan tempat bermain.

“Mayoritas pekerja penduduk Desa Harapan Jaya adalah petani dan berkebun serta memiliki potensi alam yang sangat melimpah antara lain batu kayu dan bambu serta potensi bambu di manfaatkan untuk pembuatan hiasan dinding berupa kaligrafi nampan tampah tenong dan lain-lain,” jelasnya kepada Handalonline.com Kamis (26/5/2022).

Kepala Desa Harapan Jaya Susalit Cokro Aminoto

“Dan yang tidak kalah menarik pemuda Desa Harapan Jaya membuat alat tusuk sate dengan hasil inovasi tersendiri,” tambahnya.

Baca Juga:  Kades Tri Rahayu H.Teguh Santoso, SE, Tak Ikuti Pilkades Banting Setir Wirausaha

Kades melanjutkan Desa Harapan Jaya juga memiliki Wisata Alam sudah dibuka mulai dari lebaran kemarin dan dianggarkan dengan dana desa tahun 2020.

“Untuk Pengunjungnya lumayan banyak dan pemandangannya sendiri kita bisa melihat keindahan laut lepas diujung pesisir Pesawaran, Itu dari atas bisa melihat pangkalan marinir TNI AL,” sebutnya.

“Kita juga menyediakan untuk camping ground yang sangat ramai pengunjung pada malam Sabtu dan malam Minggu untuk pengelolaan dikelola oleh (Pokdarwis) kelompok sadar wisata itu merupakan unit usaha dari Bumdes,” ungkapnya.

Kades juga sangat mengaparesiasi Pemuda yang mempunyai inovasi pembuat tusuk sate dengan menggunakan alat mesin hasil buatan sendiri sehingga dapat mempercepat produksi, satu jam bisa menghasilkan 5 Kg.

“Kalau Bumdes kan unit usahanya ada unit usaha wisata kemudian adat unit usaha kopi kemudian pasar desa kemudian warung Bumdes,” pungkasnya.

Baca Juga:  Pemilu 2024, KPU Pesawaran Gelar Rakor Penataan Dapil dan Alokasi Kursi DPRD

Sementara itu Anton yang berprofesi sebagai petani mengatakan bahwa potensi bambu di desa nya sangat melimpah dan belum banyak di manfaatkan oleh masyarakat sekitar maka dari itu diri nya mempunyai inovasi untuk membuat mesin tusuk sate dan bahan bahan yang dipakai seperti rantai dan gier motor.

“Untuk proses pembuatan tusuk sate langkah pertama pemotongan bambu setelah itu di belah agar menjadi kecil selajutnya kita titih kan ke mesin penusuk sate kemudian kita jemur supaya agak kering supaya lancar untuk penyerutan agar menjadi bulat lalu kita masuk kan ke mesin penghalus dan peruncingan setelah itu bisa langsung di pasarkan,” ungkapnya. (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here