Lestarikan Budaya Gitar Tunggal Sebagai Budaya Asli Lampung

 Editor: M.Ismail 

Tanggamus (HO) – Melestarikan adat budaya Lampung, masyarakat masih cinta akan budaya asli Lampung gitar tunggal dalam rangka meriahkan acara hajat khitanan Muhammad Dzikri putra Anton dan Elizabet warga Pekon Banjar Agung Udik Kecamatan Pugung Kabupaten Tanggamus, yang dilaksanakan pada Minggu malam (21/05/2022).

Gitar Tunggal yang dilaksanakan sebelum Hari H acara khitanan yang disambut sangat antusias segenap warga Pugung, dimeriahkan oleh artis Lampung Erwinardo dan kawan-kawan, serta khusus artis Pugung Heri, memeriahkan khitanan putra pertama dari Bapak Anton dan Elizabet Muhammad Dzikri, yang beralamat digank Pelita Pekon Banjar Agung Udik.

Baca Juga:  Peringati Hari AIDS Sedunia, Puskesmas Simpur Gelar Pemeriksaan HIV Gratis

Kepala Pekon Banjar Agung Udik H.Yuhendri mengatakan acara gitar tunggal ini sangat bagus mendidik generasi muda agar cinta budaya daerah sendiri, juga lebih mengenal adat budaya khas Lampung khususnya adat Lampung Pupadun yaitu Lampung Pubian, artinya melestarikan budaya asli Lampung.

H.Yuhendri juga sangat menyambut positif acara gitar tunggal seperti ini, selain hiburan warga Pugung juga sebagai pendidikan bagi generasi muda sebagai langkah awal agar cinta adat dan budaya yang tentunya diharapkan acara adat asli Lampung senantiasa bisa lestari.

“Karena generasi muda senantiasa tertanam cinta budaya sendiri, disaat adat dan budaya kita mulai pudar di era zaman semakin maju tentunya budaya asing juga sudah dikenal generasi muda kita,” katanya.

Baca Juga:  WHO Laksanakan Field Work cPIE Ke Puskesmas Rawat Inap Simpur

Salah satu tokoh pemuda Pekon Banjar Agung Udik, Irawan, SE saat di acara juga menanggapi acara adat dan budaya lokal asli Lampung harus terus dipertahankan agar lestari, juga ditanamkan pada anak-anak sebagai generasi penerus senantiasa mencinta adat dan budaya asli Lampung.

“Cinta adat dan budaya agar senantiasa lestari generasi muda harus senantiasa tertanam agar cinta budaya lokal,” pungkasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here