Antisipasi Demam Berdarah, Desa Durian Rutin Lakukan Fogging

 Editor: M.Ismail 

Pesawaran (HO) – Meningkatnya kasus demam berdarah membuat Pemerintah Desa Durian Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pengasapan (fogging) menyemburkan racun pembunuh nyamuk dewasa atau biasa disebut Insektisida.

Kepala Desa Durian Fauzi mengatakan bersamaan dengan banjir laut yang terjadi di desa nya sedang melaksanakan pengasapan Fogging untuk membunuh nyamuk Aedes Aegypti, di Tiga Dusun karena warga banyak yang terjangkit penyakit Demam Berdarah (DBD) termasuk dirinya sendiri saat hari raya Idul Fitri 1443, di rawat di rumah sakit dan positip DBD.

Baca Juga:  Dendi Ramadhona Boyong Produk Unggulan UMKM, Ramaikan Expo BBKTN Jateng

“Fogging dilngkungan untuk menuju Desa Durian yang Lebih sehat, dalam kegiatan ini pemerintah Desa Durian bekerja sama dengan kecamatan itu saya minta dikerahkan satpol PP, kemudian Bhabinkamtibmas serta pihak kecamatan dan kesehatan kita bergabung selama dua hari ini apa bila tidak selesai hari ini kita lanjut sampai besok,” terangnya Kepada Handalonline.com Selasa (17/5/2022).

“Dan saya akan berusaha semaksimal mungkin, supaya penuntasan penyakit DBD di desa saya tuntas dan masyarakat saya arahkan mari bersama bergotong royong kita kerahkan untuk kebersihan lingkungan masing-masing,” kata Kades Fauzi.

Baca Juga:  Tingkatkan Kewaspadaan, Kapolres Pesawaran Berikan Arahan 18 Satpam Perusahaan

Kades berharap agar masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan jangan membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kesehatan.

“Beberapa bulan kemarin sempat penyakit Demam Berdarah ini merenggut nyawa anaknya bidan desa kita dan akan kita tuntaskan penyemprotan dilingkungan ini,” ujarnya.

Dirinya terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Desa Durian selalu jaga kesehatan utamakan kebersihan lingkungan.

“Dimana tempat-tempat perkembangbiakan jentik-jentik selalu diberikan obat pembunuh oleh Dinas Kesehatan seperti sumur-sumur maupun kolam-kolam yang tergenang air yang ada di Desa Durian,” pungkasnya. (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here