Diduga Korupsi Dana BOS, Dewan Guru Desak Kejari Pringsewu Periksa Saebani

 Editor: M.Ismail 

Pringsewu (HO) – Kepala SDN 3 Sukorejo Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, Saebani diduga dalam penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)Tahun 2020 Sebesar Rp.250.380.000, diduga banyak terjadi penyimpangan dan manipulasi dalam laporan pertanggung jawaban (LPJ) hingga ratusan juta rupiah.

Diketahui dalam penggunaan Dana (BOS) tahun 2020 Triwulan l, Sebesar Rp. 77.220.000, dengan rincian yang di gunakan untuk item pengembangan perpustakaan Rp. 12.402.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp.18.116.500, kegiatan asesmen evaluasi pembelajaran Rp. 3.718.000, administrasi kegiatan sekolah Rp. 2.500.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp. 1.300.000, langganan daya dan jasa Rp. 8.313.500, kemudian pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 4.295.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 5.225.000 dan pembayaran honor Rp. 21.130.000.

Salah satu dewan guru yang nama, nya minta di rahasiakan menerangkan terkait Anggaran dana (BOS), Tahun 2020 untuk kegiatan, ekstrakurikuler memang di tiadakan karena anak-anak daring kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah, dan sampai saat ini pun tidak ada kegiatan tersebut.

“Tolong ya mas nama saya dijaga saya hanya menjelaskan yang saya tau saja karena saya tidak mau timbul perpecahan terkait item-item lain yang menggunakan dana BOS, dan untuk kegiatan ekstrakurikuler memang tidak ada, anak-anak belajar dari rumah semoga,” terangnya kepada Media Handalonline.com, Selasa (1/3/2022).

Kemudian dalam penggunaan Dana (BOS) Triwulan ll, Sebesar Rp.  Rp.102.960.000 dengan rincian yang di gunakan untuk item pengembangan perpustakaan Rp. 51.481.000 kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 18.300.000 kegiatan asesmen evaluasi pembelajaran Rp. 1.700.000 administrasi kegiatan sekolah Rp. 2.500.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp. 2.500.000 langganan daya dan jasa Rp. 8.000.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 4.500.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 5.000.000, dan pembayaran honor Rp. 8.979.000.

Baca Juga:  HUT IKWI Pesawaran Gelar Baksos dan Sosialisasi Cegah Stunting, Nanda Indira Dendi Ucapkan Apresiasi

Selanjutnya dalam penggunaan Dana (BOS) Triwulan lll, Sebesar Rp. 70.200.000 dengan rincian yang digunakan item pengembangan perpustakaan Rp. 12.402.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp. 18.116.500, kegiatan asesmen evaluasi pembelajaran Rp. 3.718.000, administrasi kegiatan sekolah Rp. 2.500.000, pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan Rp. 1.300.000, langganan daya dan jasa Rp. 8.313.500, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp. 4.295.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp. 5.225.000 dan pembayaran honor Rp. 21.130.000.

Terpisah salah satu wali murid kelas lll juga menerangkan terkait Anggaran Bantuan operasional sekolah menurutnya kepala sekolah tidak transparan dalam mengelola anggaran dana (BOS) salah satu contoh kegiatan ekstrakurikuler dia sangat yakin itu tidak ada kegiatan, karena anak-anak belajar di rumah.

“Kalau untuk bantuan PIP anak saya tidak dapat bantuan tersebut sedangkan anak saya sangat layak untuk mendapatkan bantuan, kalau yang kawan anak saya dapat itu pertahun dapat Rp.400.000 persiswa,” sebutnya.

Salah satu mantan murid SDN 3 Sukorejo mengungkapkan saat dirinya masih Sekolah, sering ada pungutan, salah satunya ketika akan beli gerbang sekolah, anak-anak di pungut Rp 100 ribu/murid.

“Iya kalau bagi yang mampu kalau tidak mampu dari mana pak pada saat itu ibu saya pinjam ketetangga karena tidak ada uang, karena itu di wajibkan harus membayar untuk jumlah kelas 6 saat itu terbagi dua kelas, kelas B dan kelas A itu masing-masing kelas 25 orang muridnya dan yang menarik uang tersebut di dua kelas masing-masing ibu Sehati dan bapak Supri,” sebutnya.

Baca Juga:  Kantor Desa Tajur Memprihatinkan, Masyarakat Harapkan Bupati Pesawaran Turun Tangan

Beberapa Wali murid berharap Kepala Dinas Pendidikan melakukan evaluasi dan mendesak Kejari Pringsewu untuk melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan terkait penggunaan Dana BOS di SDN 3 Sukorejo.

“Jika nanti terbukti adanya dugaan korupsi Dana BOS agar segera di proses sesuai dengan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Sementara itu Kepala SDN 3 Sukorejo Saebani, saat Media Handalonline.com ingin konfirmasi untuk keberimbangan berita  terkait adanya dugaan penyimpangan anggaran Dana bantuan operasional sekolah tahun 2020, Kepala Sekolah sedang tidak ada di kantor ketika di konfirmasi melalui sambungan telpon seluler dengan nomor 08218318**** tidak di jawab dan ketika di hubungi melalui pesan Whatsap hanya di baca dan tidak membalas.

Di ketahui nama-nama tenaga honorer SDN 3 Sukorejo sebagai berikut.

1. Eliza Safitri  Status
Guru Honor Sekolah Mata Pelajaran
Guru Kelas SD/MI/SLB

2. Fenty Arista Sari Status
Guru Honor Sekolah Mata Pelajaran
Guru Kelas SD/MI/SLB

3. MAHMUD YUNUS Status
Guru Honor Sekolah Mata Pelajaran
Guru Kelas SD/MI/SLB

4. Supringgo Status
Guru Honor Sekolah Mata Pelajaran
Guru Kelas SD/MI/SLB

5. YUDI ANTORO Status
Guru Honor Sekolah Mata Pelajaran
Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan

6. Isnaini Yuliana Status
Guru Honor Sekolah Mata Pelajaran
Guru Kelas SD/MI/SLB.       (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here