Indikasi Korupsi, Masyarakat Pekon Kedaung Desak APH Periksa Danial Nawawi

 Editor: M.Ismail 

Pringsewu (HO) – Masyarakat Pekon Kedaung Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk memeriksa Danial Nawawi mantan Pj kakon setempat, dikarenakan di indikasikan dalam pembangunan yang menggunakan Dana (DD) tahun 2020, diduga banyak terjadi penyimpangan dan Mark Up anggaran hingga ratusan juta rupiah.

“Kami mendesak tim audit dan Kejaksaan Negeri Pringsewu agar melihat langsung kebawah untuk realisasi pembangunan Dana Desa tahun 2020 saat Danial Nawawi menjabat jadi Pj Pekon Kedaung,” ungkap beberapa masyarakat setempat, Senin (27/9/2021).
Dia mengatakan Danial Nawawi dalam melaksanakan pembangunan di pekonnya diduga banyak terjadi penyimpangan anggaran dan tidak transparan serta tidak melibatkan aparatur pekon.

“Jadi kepada kepada pemerintah daerah tolong lihat dan lakukan pengumpulan data, kami siap memberikan keterangan kepada Inspektorat, kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Pringsewu untuk mengungkap penyimpangan Dana Desa tahun 2020,” ujarnya.

Di ketahui untuk anggaran tahun 2020 Pekon Pardasuka yang di pimpin oleh Pj dari kecamatan Pardasuka Danial Nawawi menganggarkan untuk Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Pengerasan Jalan Desa Rp. 254.036.500 Ditahap II Tahun 2020.

Baca Juga:  Enam Kecamatan Rawan Banjir, BPBD Pesawaran Lakukan Koordinasi

“Mana jalan yang dibangun, kita lihat secara kasat mata aja tidak ada perubahan, kemudian tahap III sebesar Rp. 254.036.500 Itu kemana lagi anggaran nya jelas itu sudah menyalahi aturan dan harus di periksa oleh aparat penegak hukum,” katanya.

Kemudian lanjutnya, ada juga Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Prasarana Jalan lain Rp.16.308.700 turun di tahap II, Pelatihan Sosialisasi Penyuluhan Penyadaran tentang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp.48.772.200 Serta Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Balai Desa Balai Kemasyarakatan Rp.19.000.000, Masih di tahun yang sama 2020 Tahap III, ada lagi Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Prasarana Jalan Desa Gorong-gorong, Selokan, Prasarana Jalan lain Rp.16.308.700, kemana anggaran tersebut.

“Ada juga Pelatihan Sosialisasi penyuluhan Penyadaran tentang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Rp. 48.750.000 Pembangunan Rehabilitasi Peningkatan Balai Desa Balai KemasyarakatanRp.19.000.000, kesemua nya itu kami pertanyakan realisasinya kemana,” tanya dia.

Baca Juga:  Kembali Menang Telak 3-0, Bilyard PWI Lampung Masuk 16 Besar

Hal tersebut dibenarkan oleh Halimah selaku Kaur Bendahara untuk item Pembangunan/Rehabilitasi/Peningkatan Balai Desa Rp.19.000.000 Di tahap ll dan Tahap lll diduga Fiktip.

“Iya pada saat itu memang benar kita menganggarkan itu, tapi saya tidak tahu kenapa itu bangunan tidak selesai cuma di bangun kan penggalian Subsiteng yang terbengkalai,” ujarnya.

Tidak hanya Itu katanya, Pj Danial Juga pernah meminta uang sebesar Rp.30.000.000, kepada dirinya, saat di tanya uang tersebut untuk bayar oknum wartawan dan wifi uangnya.

“Saya selaku bendahara tidak tahu menahu karena tugasnya hanya mengeluarkan uang dan yang tahu persis adalah Pj Danial Nawawi, Kaur Pembangunan Nurdin Dan sekretaris desa,” sebutnya.

Sementara itu mantan Pj Kakon Kedaung beberapa kali akan dikonfirmasi melalui telpon seluler tidak mengangkat, begitu juga ketika dikirim pesan melalui whatsapp, hanya dibaca saja.    (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here