Minggu, Mei 10, 2026

Tiga Jenderal Buru Buronan Teroris MIT Poso

Sulawesi Tengah (HO) – Pengejaran terhadap enam buronan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah, terus berlanjut, bahkan kali ini tiga jenderal dari TNI dan Polri memimpin langsung operasi pencarian DPO tersebut.

Wakasatgas Humas Ops Madago Raya AKBP Bronto Budiyono, menyebutkan tiga jenderal tersebut adalah Penanggung Jawab Kendali Operasi (PJKO) Irjen Pol. Abdul Rakhman Baso yang juga Kapolda Sulteng, Brigjen TNI Farid Makruf (Danrem 132 Tadulako), dan Brigjen Pol. Reza Arief Dewanto selaku Kepala Operasi (Kaops) Satgas Madago Raya.

“Tiga jenderal tersebut langsung turun ke lapangan untuk melakukan pencarian enam orang sisa DPO teroris Poso,” kata melalui keterangan tertulisnya, Rabu (11/8/2021).

Operasi pencarian yang dipimpin tiga jenderal tersebut, kata dia, sejak Selasa (10/8) kemarin. Mereka mengendarai motor trail untuk sampai ke pos sekat yang biasa ditempati personel TNI/Polri yang tergabung dalam Satgas Operasi Madago Raya.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Deklarasikan SPMB 2026/2027 Bersih dan Transparan, Usung Semangat “No Titip, No Jastip”

“Bahkan, ketiga jenderal tersebut rela untuk bermalam di pos sekat,” kata Bronto.

Dalam operasi tersebut, dua pucuk pimpinan Polri dan TNI di Sulteng memperlihatkan kolaborasi yang apik lewat kepiawaiannya memasak santapan malam menu ala pasukan di lapangan.

“Kapolda Sulteng, Danrem 132 Tadulako, dan Kaops Madago Raya juga memberikan arahan kepada personel Satgas Madago Raya,” ujar Bronto.

Usai memberikan arahan, kata Bronto, ketiga jenderal mengendarai motor trail berpatroli menyisir beberapa perkampungan di Kecamatan Poso Pesisir Selatan (PPS). Ketiganya menyempatkan diri berinteraksi dengan warga dalam rangka mengumpulkan informasi untuk mencari keberadaan enam orang sisa DPO teroris Poso pimpinan Ali Kalora.

Upaya pencarian DPO teroris oleh tiga jenderal juga sempat beristirahat di Pos Sekat Kelapa Dalam Desa Pantangolemba, Kecamatan PPS, Kabupaten Poso untuk bermalam.

Baca Juga:  Pastikan Fasilitas Kawasan Nelayan Terintregasi, Wapres Tinjau KNMP Desa Margasari

“Kedatangan Kapolda Sulteng di setiap pos sebagai upaya untuk memberikan dorongan moril agar anggota tetap semangat dalam bertugas. Bekerja tanpa pamrih untuk merah putih, pesan tersebut yang selalu disampaikan kepada pasukan yang bertugas,” kata Bronto.

Tidak ketinggalan dalam operasi pencarian itu, Kapolda Sulteng juga selalu memberikan bantuan sembako di setiap pos yang dikunjungi. “Hal kecil yang selalu menjadi perhatiannya,” kata Bronto.

Ia menyebutkan ada sembilan dari 11 anggota MIT Poso yang masuk daftar pencarian orang (DPO) yang masih diburu Satgas Operasi Madago Raya.

Dengan tewasnya tiga anggota teroris dalam dua kali kontak senjata pada bulan Juli 2021, menurut dia, tersisa enam orang DPO MIT Poso masih dalam pengejaran. (Ant/Red)

Berita Populer

Prof. Firmanto Laksana di PKPA UBL: PERADI Adalah ‘Single Bar’ yang Konstitusional

Bandar Lampung (HO) - Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) kembali menegaskan posisinya sebagai satu-satunya wadah tunggal (single bar) organisasi advokat yang sah secara konstitusional di...

Bangun Dunia Kerja Inklusif, Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

Blitar (HO) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas di sektor industri melalui penciptaan lingkungan kerja yang...
error: Content is protected !!