Atep : Saya Tidak Ada Lakukan Penekanan E-Warong

 Editor: M.Ismail 

Pesawaran (HO) – Atep salah satu ormas yang ada di Desa SukaJaya Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Pesawaran menyangkal jika dirinya melakukan penekanan dan intimidasi E-Warong Ibu Sarjilah penyedia Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Saya mau meluruskan, berita yang ada di media, saya tidak ada melakukan penekanan dan intimidasi terhadap terhadap E-Warong Ibu Sarjilah,” ungkapnya melalui telpon seluler, Kamis (8/4/2021).

Dirinya mengatakan, jika pihaknya hanya berkeinginan kalau bantuan BPNT yang ada di wilayah nya sesuai dengan kriteria pemerintah.

“Saya tadi beberapa kali menghubungi Bu Sarjilah, namun tidak di angkat, saya hanya ingin meluruskan jika saya tidak melakukan intimidasi, dan saya berharap bantuan melalui BPNT sesuai dengan item-item dan aturan pedum,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, ada sejumlah oknum Ormas dan perangkat desa di Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran sudah sangat meresahkan. Diduga hendak menjadi suplayer penyedia Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), mereka mengintimidasi E-Warong Ibu Sarjilah agar mau mengikuti keinginannya.

“Di sini mesin terbatas, di bulan ini jumlah KPM di desa Sukajaya dan Baturaja itu santan minim, jadi menggesek bantuan di tempat saya, mereka (oknum ormas – red) datang menanyakan aturan, dan mereka bilang bahwa di Sukajaya sudah ada suplayer baru,” ujar Sarjilah melalui sambungan telepon, Kamis (8/4/2021).

Baca Juga:  Ketua Bawaslu: Proses Demokrasi Butuh Media Massa, Pemilu 2024 Ajukan Rp20 M

“Yang saya bingung, mereka tanya SK saya yang dari desa, ini kan saya mengajukan ke BANK untuk menjadikan E-Warong, kok mereka tanya SK desa,” timpalnya.

Sarjilah menuturkan oknum tersebut sampai menggebrak meja rumahnya karena permintaannya tidak diindahkan.

“Siapa saja yang mau jadi E-Warong ya boleh-boleh saja, mengajukan ke Bank, setelah di acc baru bisa, kok tau-tau marah dengan saya, sampai gebrak-gebrak meja,” tuturnya.

“Itu semua saya rekam mas, bisa di dengar sendiri apa yang mereka katakan,” tambahnya.

Lebih gamblang Sarjilah mengatakan, bahwa oknum LSM di bulan lalu stand by di mandiri Link untuk menghadang KPM yang hendak mengambil sembako.

“Kpm sukajaya sampai bingung setiap mau penggesekan, Bulan kemarin aja saefudin itu nungguin di mandiri link, Setiap orang yg mau gesek ke rumah di hadang dan di suruh gesek ke mandiri link, kalau meresahkan begini saya akan bawa masalah ini ke ranah hukum,” tandasnya.

Baca Juga:  Sadar Pentingnya Pendidikan, WBP Lapas Perempuan Lampung Ikuti Ujian Sekolah

Dalam rekaman suara yang diterima, oknum tersebut meminta agar untuk di Desa Sukajaya tidak lagi memakai suplayer lama, karena menurutnya sudah ada yang baru.

“Ibu ini ngerti gak, saya sudah ngomong dengan pak Yono (TKSK) bahwa untuk Sukajaya sudah ada suplayer baru,” tukas seorang oknum ormas.

“Ibu mana SK dari desa, jangan macam-macam, kalian selalu tidak ada koordinasi ke desa,” katanya lagi seraya menggebrak meja.

Hal ini tentunya sangat mengherankan, karena untuk menjadi E-Warong tentunya ada prosedur yang harus dijalankan agar menjadi mitra Bank Mandiri.

“Kemarin pada bulan Februari ada sejumlah KPM yang gesek di mandiri link di ambil uangnya, begitu juga pada bulan Maret dan April ada yang di gesek uang dan di ambil barang, katanya udah ada E warung atas nama Saefudin. Atep itu Sekdes dan Saefudin itu sekretaris BPD mereka juga yang ngambilin kartu ke KPM nuraini istrinya Udin,” tambahnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here