Terima Gratifikasi, KPK Periksa Tersangka Mantan Bupati

 Editor: M.Ismail 

Jakarta, (HO) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan penerimaan gratifikasi oleh mantan Bupati Bogor 2008-2014 Rachmat Yasin (RY) dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkab Bogor untuk membeli berbagai aset.

KPK, memeriksa Rachmat dalam kapasitas sebagai tersangka kasus korupsi terkait pemotongan uang dan gratifikasi.

“Diperiksa sebagai tersangka, penyidik masih terus mendalami dugaan penerimaan gratifikasi dari berbagai SKPD di Pemkab Bogor yang jumlahnya beragam dan digunakan untuk membeli berbagai aset,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, (22/10/2020).

Baca Juga:  Sambut HUT RI Ke-77, Desa Durian Benahi Lapangan Upacara

KPK telah menetapkan Rachmat sebagai tersangka pada 25 Juni 2019 dan kemudian dilakukan penahanan pada 13 Agustus 2020.
Tersangka Rachmat diduga meminta, menerima atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD sebesar Rp8,93 miliar.

Uang tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati dan kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif yang diselenggarakan pada 2013 dan 2014.

Selain itu, tersangka Rachmat juga diduga menerima gratifikasi, yaitu berupa tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor agar memperlancar perizinan lokasi pendirian pondok pesantren dan Kota Santri serta menerima gratifikasi berupa mobil Toyota Vellfire senilai Rp825 juta dari pengusaha.

Baca Juga:  Kapolres Pesawaran Ikuti HUT Bhayangkara Ke-76, Jokowi: Polri Hadir Tanpa Jeda Waktu, Demi Indonesia Damai

Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja.

Rachmat disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f dan Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP. (Ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here