Senin, Mei 20, 2024

Tolak Omnibus Law, Ratusan Mahasiswa Demo Di Gedung Merdeka Bandung

Bandung, (HO) – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung (PRMB) menggelar aksi penolakan Omnibus Law Cipta Kerja di depan Gedung Merdeka, Kota Bandung, Selasa (20/10/2020).

Aksi tersebut menutup Jalan Raya Asia Afrika, Kota Bandung dan mendapatkan pengawalan ketat pihak kepolisian.

Dalam aksinya, keranda mayat dengan kain hitam bertuliskan ‘DPR WAFAT’ diboyong,  Selain itu, tulisan-tulisan penolakan terhadap undang-undang ini yang dituangkan dalam sepanduk digelar di tengah jalan.

Tak hanya itu, para mahasiswa ini membuka almamater, sebagai bentuk kebersamaan dan dengan tujuan aksi yang sama, menolak Omnibus Law Cipta Kerja.

“Hari ini aksi 28 Oktober adalah aksi lanjutan kita perihal penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, kini mahasiswa kembali melakukan aksi di jalan dengan slogan ‘pembangkangan sipil berskala besar’,” kata salah satu koordinator aksi Ilyas Ali Husni.

Baca Juga:  Kejari Lamsel Lakukan Penyidikan Perkara Dugaan Korupsi Dana Desa Rangai Tri Tunggal

Aksi yang digelar kali ini, diikuti lebih dari 100 mahasiswa yang berasal dari 20 universitas di Kota Bandung.

“Gerakan hari ini bukan hanya mahasiswa saja tapi juga bergabung pelajar, buruh dan masyarakat lainnya. Ini gerakan kolektif untuk menolak Omnibus Law,” ujarnya.

“Karena sebenarnya pemerintah sudah mempersilahkan jalur judicial review ke MK tapi kami mahasiswa menolak karena itu adalah upaya reduksi dan pemerintah sudah kehilangan independensi,” tambahnya.

Baca Juga:  Senpi Ilegal, Kades Negeri Sakti Serahkan Kepada Polres Pesawaran

Saat disinggung satu tahun kepemimpinan Jokowi dan Maruf Amin, Ilyas menyebut pemerintah mulai otoriter.

“Selain penolakan Omnibus Law kita juga melakukan propaganda lainnya. Setahun ini pemerintah mulai otoriter, pembungkaman sipil terjadi hari ini. Termasuk pemerintah tetap mengesahkan (UU Omnibus Law) padahal ditolak oleh masyarakat buruh, mahasiswa. Kami membawa judul penolakan omnibus law dan satu tahun bobroknya jokowi amin,” jelasnya.

Dia menambahkan, aksi ini akan digelar terus sebelum UU Omnibus Law dicabut.

“Kita tidak menentukan berapa lama (aksi). Meski aksi nasional hanya tiga hari kami akan tetap aksi hingga menang,” pungkasnya.   (Net/red)

Berita Populer

Permudah Aktivitas Petani Pekon Klaten Bangun Talud TPT Jalan Usaha Tani

Pringsewu (HO) - Pemerintah Pekon/Desa Klaten Kecamatan Gadingrejo kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung realisasikan item ketahanan pangan pembangunan Talud (TPT) jalan usaha tani yang terletak...

Realisasikan DD, Kakon Panjerejo Bangun Drainase Dan Sumur Bor Tahun 2024

Pringsewu (HO) - Guna untuk memajukan Pekon, Pemerintah Pekon Panjerejo Kecamatan Gadingrejo Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung telah merealisasikan pembangunan Drainase Jalan yang berlokasi di...
error: Content is protected !!