Berikan Pelayanan Kesehatan Inklusif Untuk Lansia Risiko Tinggi
Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung terus berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui inovasi terbarunya yang bertajuk “Manjau Jejama” (Mantau Jangkau Jemput Jaring Masyarakat), Puskesmas Simpur melakukan aksi jemput bola dengan mengunjungi langsung para lanjut usia (lansia) dengan risiko tinggi yang memiliki keterbatasan fisik untuk mengakses layanan kesehatan. Kunjungan lapangan kali ini dipusatkan di Kelurahan Pasir Gintung, Kota Bandar Lampung, selama dua hari.
Inovasi ini lahir sebagai bentuk kepedulian terhadap para lansia yang sering kali kesulitan datang ke Puskesmas karena kendala mobilitas, penyakit kronis, maupun faktor ekonomi.
Manjau Jejama Langkah Konkret Wujudkan Pelayanan Kesehatan
Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr.Dewi Retnosari, menjelaskan bahwa “Manjau Jejama” merupakan langkah konkret dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang tidak hanya menunggu di fasilitas kesehatan, melainkan aktif bergerak di tengah masyarakat.
“Inovasi Manjau Jejama ini adalah wujud nyata dari kehadiran negara dan pemerintah kota dalam memastikan hak kesehatan masyarakat terpenuhi, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia risiko tinggi. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun warga, sekecil apa pun aksesnya, yang luput dari pemantauan dan penanganan medis kami,” ujar dr.Dewi Retnosari, Kamis (5/6/2026).
Tim Interprofesi Bergerak Menyusuri Pemukiman Warga
Di lapangan, pelaksanaan program ini dipandu oleh tim interprofesi Puskesmas Simpur yang bergerak menyusuri pemukiman warga di Kelurahan Pasir Gintung.
Koordinator Lansia Puskesmas Simpur, Arum Wijayanti, S.ST, menekankan pentingnya pendekatan personal dan berkala dalam memantau kondisi kesehatan para lansia komorbid (memiliki penyakit penyerta).
“Melalui gerakan Mantau dan Jangkau ini, kami melakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium sederhana seperti cek gula darah, serta memberikan edukasi obat secara langsung di rumah mereka. Lansia risiko tinggi membutuhkan penanganan yang berkelanjutan agar kualitas hidup mereka tetap terjaga meskipun memiliki keterbatasan fisik,” kata Arum Wijayanti.
Dari sisi standardisasi dan pemenuhan hak pasien, program ini dirancang agar tetap mengedepankan aspek keselamatan dan kenyamanan, meskipun tindakan medis dilakukan di luar gedung Puskesmas.
Koordinator Mutu Pelayanan, dr. Anindia Putri, memastikan bahwa kualitas pelayanan medis yang diberikan di rumah warga (homecare) tetap memiliki standar yang sama tingginya dengan pelayanan di dalam puskesmas.
“Mutu pelayanan tidak boleh berkurang sedikit pun meski dilakukan di luar gedung. Kami memastikan seluruh prosedur pemeriksaan, sterilisasi alat, hingga pemberian obat dalam program Manjau Jejama ini tetap mengacu pada Standar Operasional Prosedur (SOP) klinis yang ketat demi keselamatan pasien,” tegas dr. Anindia Putri.
Keberhasilan program jemput bola ini tentu tidak lepas dari peran aktif lingkungan sekitar. Sektor pemberdayaan dan pelibatan kader kesehatan menjadi kunci utama dalam menjaring data lansia yang membutuhkan bantuan.
Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Ns. Lina Gustiana, S.Kep, mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan perangkat kelurahan, rukun tetangga (RT), dan kader posyandu lansia setempat menjadi fondasi utama kesuksesan program.
“Peran kader di Kelurahan Pasir Gintung sangat luar biasa. Merekalah yang menjadi mata dan telinga kami di lapangan melalui fungsi ‘Jaring Masyarakat’. Informasi mengenai lansia yang tidak bisa bangun dari tempat tidur atau yang membutuhkan kunjungan rumah segera dilaporkan kepada kami, sehingga tim medis dapat langsung bergerak cepat,” jelas Ns. Lina Gustiana.
Puskesmas Simpur Terus Tingkatan Pelayanan
Dengan adanya inovasi “Manjau Jejama”, Puskesmas Simpur berharap angka derajat kesehatan lansia di Kota Bandar Lampung, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Simpur, dapat terus meningkat secara signifikan serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi pihak keluarga.
Salah satu lansia Mursiyah (69) berharap program tersebut terus berlanjut karena sangat membantu masyarakat yang telah lanjut usia yang akan memeriksa kesehatan nya.
“Harapan saya, semoga program ini terus ada. Sangat membantu kami yang sudah tua dan tidak punya kendaraan untuk berobat. Semoga gusti Allah membalas kebaikan semua tim Puskesmas Simpur,” pungkasnya sembari melepas kepulangan tim medis dengan lambaian tangan hangat. (Mira)
