Lampung Timur (HO) – Masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan dugaan adanya praktik pengecoran BBM subsidi solar yang diduga terjadi di SPBU 24.341.105, Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur.
Berdasarkan keterangan narasumber yang identitasnya minta dirahasiakan, kecurigaan muncul karena adanya antrian yang dinilai tidak wajar. Sejumlah truk terlihat berjejer di area lapangan belakang Kantor Camat Metro Kibang sejak pukul 16.00 hingga menjelang maghrib.
“Mungkin bagi orang awam terlihat biasa, namun bagi kami sopir dan pengguna jalan yang kerap melintas, hal ini menimbulkan kecurigaan kuat adanya pengkondisian oleh para pelangsir,” ujar narasumber kepada Handalonline.com, Selasa (13/10/2026).
Narasumber menambahkan antrian tersebut dinilai mengganggu warga karena truk-truk tersebut menumpuk di lapangan maupun di pinggir jalan.
“Jika memang pengisian dilakukan secara wajar, mengapa harus menumpuk begitu lama Pengguna jalan lain akhirnya memilih melintas daripada menunggu antrean yang tidak kunjung berjalan,” katanya.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum di wilayah Kecamatan Metro Kibang, Polda Lampung, serta BHP Migas untuk meninjau lokasi dan memeriksa rekaman CCTV guna mengklarifikasi dugaan tersebut, termasuk memeriksa apakah barcode sesuai dengan jenis kendaraan dan STNK serta apakah pengisian telah sesuai prosedur yang berlaku.
“Kecurigaan kami butuh penjelasan resmi dari pihak SPBU. Jika nanti terbukti ada pelanggaran, sanksi tegas perlu diberikan,” pungkas narasumber.
Kemudian saat dikonfirmasi kepada pihak manajemen SPBU mengatakan pihaknya tidak lagi melayani pelangsir karena diawasi oleh Polda Lampung.
“Sekarang ini barcode, plat, dan mobil harus sesuai. Mereka itu hanya sekali di sini dalam mengisi. Ibaratnya orang kaya semua, di sini kan ibaratnya orang punya mobil lima, jadi dibuat mereka mengantri,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan mobil yang bertumpuk di lapangan itu mengisi dan menunggu sampai esok hari.
“Ya tetap untuk dijual kembali BBM-nya. Kalau memang sampeyan punya lima unit, ya bisa tetap harga normal Rp6.800. Walaupun mereka antri beli sekarang, sudah tidak seperti dulu lagi. Jadi sekali pengisian itu cuma Rp600.000 per mobil,” ujar pihak SPBU. (red)
