“Panen Raya di Bernung, Hasil Padi Melonjak dari 3 Ton Jadi 6 Ton per Hektare”
Pesawaran (HO) – Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, menghadiri kegiatan syukuran dan panen raya yang digelar Kelompok Tani Ragom Mufakat di Desa Bernung, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran.
Kegiatan tersebut menjadi momentum ungkapan syukur para petani atas peningkatan hasil panen padi tahun ini, meskipun wilayah tersebut menghadapi musim kemarau berkepanjangan.
Dalam kesempatan itu, Nanda mengapresiasi kerja keras para petani, penyuluh pertanian, serta seluruh pihak yang terus bersinergi menjaga produktivitas sektor pertanian di Kabupaten Pesawaran, yang dikenal dengan julukan Bumi Andan Jejama.
Menurutnya, keberhasilan mempertahankan swasembada pangan tidak terlepas dari kolaborasi antara petani, pemerintah, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pendampingan kepada petani harus terus diperkuat agar produktivitas pertanian semakin meningkat. Kolaborasi semua pihak menjadi kunci dalam menjaga ketahanan dan mewujudkan kedaulatan pangan,” ujarnya.
Nanda juga menyoroti pentingnya mendorong keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian. Menurutnya, pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat perlu mengubah pandangan generasi muda agar tidak lagi menganggap profesi petani sebagai pekerjaan yang kurang menjanjikan.
“Mari kita bersama-sama memberikan pemahaman kepada kaum milenial agar mereka tidak malu menjadi petani. Bertani merupakan profesi yang mulia dan memiliki potensi ekonomi yang baik apabila dikelola secara tepat,” katanya.
Ia optimistis, generasi muda yang didukung kemampuan, wawasan, serta pemanfaatan teknologi pertanian dapat berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas sekaligus mendukung terwujudnya kedaulatan pangan nasional.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ragom Mufakat, Edi Irwansyah, mengungkapkan bahwa hasil panen padi di wilayahnya mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan, luas lahan sawah yang dikelola kelompok tani tersebut mencapai sekitar 30 hektare. Pada musim panen tahun ini, produktivitas padi mencapai sekitar 5 hingga 6 ton atau lebih per hektare, meningkat dibandingkan tahun lalu yang rata-rata hanya sekitar 3 ton per hektare.
“Alhamdulillah, hasil panen tahun ini meningkat cukup jauh dibandingkan tahun sebelumnya. Meskipun kemarau panjang melanda, persoalan air dapat teratasi berkat adanya bantuan pipanisasi dari pemerintah daerah. Dengan demikian, kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi,” jelas Edi.
Selain dukungan pengairan, ia menyebut serangan hama pada musim tanam tahun ini relatif lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut turut mendukung peningkatan hasil panen para petani.
Edi menambahkan, kegiatan syukuran dan panen raya tersebut merupakan tradisi kelompok tani sebagai bentuk rasa syukur atas hasil pertanian yang diperoleh, sekaligus sarana berbagi dengan sesama.
“Kami bersyukur karena tahun ini bisa mendapatkan hasil panen yang baik meskipun menghadapi kemarau panjang. Melalui kegiatan ini, kami juga ingin bersedekah dan berdoa agar hasil panen yang baik dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya. (Red)
