Pringsewu (HO) – Berbekal pengalaman memimpin dan dorongan untuk melanjutkan pengabdian kepada masyarakat, Ridwan kembali menyatakan kesiapan maju dalam Pemilihan Kepala Pekon (Pilkakon) Sukoharum, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Lampung, untuk masa bakti 2026–2034.
Keputusan tersebut disebut Ridwan bukan semata-mata ambisi pribadi, melainkan bentuk komitmen untuk melanjutkan pembangunan sekaligus menuntaskan sejumlah harapan masyarakat yang belum sepenuhnya terealisasi pada periode sebelumnya.
“Kepemimpinan bukanlah tentang siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling tulus melayani. Banyak hal yang sudah kita lalui bersama, namun tidak sedikit pula harapan yang belum sepenuhnya terwujud. Karena itu, saya kembali berdiri di sini bukan untuk memulai dari nol, tetapi melanjutkan langkah yang sempat terhenti demi Pekon Sukoharum yang lebih maju,” ujar Ridwan kepada Handalonline.com, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pengalaman memimpin pada periode sebelumnya menjadi modal penting untuk memahami kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan dan aspirasi masyarakat di setiap dusun.
Ridwan mengakui, tidak seluruh program dan rencana pembangunan sebelumnya dapat terlaksana sesuai harapan. Keterbatasan serta berbagai persoalan yang dihadapi menjadi bagian dari proses yang, menurutnya, justru memberikan pembelajaran untuk memperbaiki kinerja ke depan.
“Saya tidak menjanjikan hal-hal yang mustahil. Saya hanya berjanji untuk hadir lebih dekat, mendengar lebih banyak, dan bekerja lebih keras. Pembangunan bukan milik satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Sukoharum,” tegasnya.
Dukungan Warga Mulai Bermunculan
Sejumlah warga dari beberapa dusun menyatakan dukungan terhadap langkah Ridwan untuk kembali maju dalam Pilkakon Sukoharum. Mereka menilai pengalaman dan rekam jejak kepemimpinannya menjadi salah satu pertimbangan untuk memberikan dukungan.
Syk, warga Dusun 1, menilai Ridwan memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap kondisi masyarakat yang menjadi modal untuk kembali memimpin Pekon Sukoharum.
“Sudah lama kami mengenal beliau. Ridwan memahami kondisi di lapangan dan apa yang dibutuhkan masyarakat. Memang belum semua program terselesaikan pada masa lalu, tetapi pengalaman tersebut justru menjadi bekal untuk memperbaiki dan melanjutkan pembangunan,” ujarnya.
Dukungan serupa disampaikan STR, warga Dusun 2. Ia mengatakan sebagian masyarakat di wilayahnya berharap Ridwan kembali mencalonkan diri karena menilai terdapat sejumlah kemajuan selama kepemimpinannya.
“Kami mendukung beliau kembali karena melihat niatnya untuk mengabdi. Membangun Sukoharum bukan tugas satu orang, tetapi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, masyarakat harus bersatu untuk kemajuan pekon,” katanya.
Ia menambahkan, masyarakat berharap kontestasi Pilkakon tidak memecah hubungan antarsesama warga.
“Satu hati, satu tujuan, menuju pekon yang lebih maju dan sejahtera,” tambahnya.
Sementara itu, KST, warga Dusun 3, juga berharap Ridwan tidak ragu untuk kembali mencalonkan diri. Menurutnya, pengalaman Ridwan dalam memimpin Pekon Sukoharum menjadi salah satu alasan masyarakat mempertimbangkan dukungan tersebut.
“Beliau sudah menunjukkan dedikasinya. Sekarang tinggal bagaimana melanjutkan apa yang belum selesai dan memperbaikinya agar ke depan hasilnya lebih baik,” ujarnya.
Tekankan Persatuan dan Keberlanjutan Pembangunan
Di penghujung keterangannya, Ridwan menegaskan bahwa Pilkakon Sukoharum bukan sekadar momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi masyarakat menentukan arah pembangunan pekon untuk periode 2026–2034.
Ia menyatakan siap membawa gagasan pembangunan yang lebih inklusif, transparan, serta mengedepankan aspirasi masyarakat apabila mendapat kepercayaan kembali memimpin.
“Yang terpenting bagi saya adalah bagaimana pembangunan Pekon Sukoharum terus berjalan dan hubungan antarmasyarakat tetap terjaga. Apa pun hasil Pilkakon nanti, silaturahmi dan persatuan warga harus tetap menjadi yang utama,” pungkas Ridwan. (red)
