Lampung Selatan (HO) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung dinilai tidak berdaya menghadapi keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh PT Juang Jaya Abdi Alam.
Tak hanya itu, DLH Lampung Selatan juga menuding pencemaran aliran sungai berasal dari limbah yang dihasilkan oleh masyarakat setempat.
Hal tersebut diungkapkan Rudi Yunianto, Kepala Bidang Pengaduan DLH Lampung Selatan, saat memaparkan hasil laboratorium dari air sungai yang dikeluhkan masyarakat di tiga desa.

“Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Syslab diketahui bahwa kualitas air limbah yang dihasilkan dari kegiatan operasional PT Juang Jaya Abdi Alam tidak mencemari perairan sungai, berdasarkan hasil uji di outlet dan outfall aliran limbah. Namun, di bagian hulu sungai (upstream) sebelum outfall saluran yang berasal dari PT Juang, ada beberapa unsur yang berada di atas baku mutu,” ungkap Rudi melalui pesan WhatsApp, Senin (11/5/2026).
“Hal ini mungkin disebabkan oleh kegiatan lain, baik kegiatan rumah tangga maupun kegiatan lainnya yang berada di sekitar sungai,” tambahnya.
Rudi juga menegaskan bahwa kualitas buruk air sungai lebih disebabkan oleh limbah domestik masyarakat sekitar.
“Terkait masalah perairan bisa disebabkan karena kegiatan domestik masyarakat yang mengalir ke arah hulu sungai. Terkait perusahaan lain, berdasarkan tangkapan drone yang diambil oleh DLH Provinsi kemarin belum ditemukan,” terangnya.
Masyarakat Berharap Gubernur Lampung Tinjau Sungai Tercenar
Pernyataan tersebut memicu kekecewaan masyarakat karena faktanya sungai tidak lagi dapat dimanfaatkan sejak adanya aktivitas perusahaan. Namun, masyarakat justru dijadikan pihak yang dituduh sebagai penyebab pencemaran.
“Kami berharap Gubernur Lampung Bapak Rahmat Mirzani Djausal peduli terhadap masyarakat dan dapat meninjau dan melihat langsung sungai di desa kami,” harap Usman.
Dengan adanya kasus limbah ini, masyarakat kembali merasa dijadikan kambing hitam sehingga menjadi pihak yang disalahkan atas pencemaran lingkungan yang terjadi. (Ran)
Diberitakan sebelumnya dengan Link: Warga Terdampak PT Juang Jaya : Kami Hanya Kebagian Lalat dan Limbah, Kinerja DLH Sangat Lambat
