Terungkap…!!!, Kepala SDS Handayani Diduga Korupsi Dana BOS dan PIP Hingga Ratusan Juta Rupiah

 Editor: M.Ismail 

Aparat Penegak Hukum Diminta Panggil dan Periksa Seno Wusono

Pesawaran (HO) – Seno Wusono Kepala SD Swasta Handayani, Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran selama menjabat dalam pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hanya untuk kepentingan pribadi sehingga diduga ada indikasi korupsi Dana BOS hingga ratusan juta rupiah rupiah.

Demikian diungkapkan salah satu wali murid sekolah setempat, kepada media Handalonline.com, Jumat (29/7/2022).

“Bukan hanya Dana BOS mas, tapi bantuan kepada siswa siswi untuk Program Indonesia Pintar (PIP-red) banyak tidak dibagikan dan di potong, pernyataan saya ini siap saya pertanggung jawabkan di atas materai,” ucapnya.

Pernyataan Wali murid tersebut diperkuat dengan statemen dari Bendahara SDS Handayani, Rokhani mengatakan Kepala Sekolah Seno Wusono dalam pengelolaan Dana BOS maupun PIP tidak transparan, serta tidak melibatkan Bendahara.

“Pada Tahun 2020 SDS Handayani mendapatkan Bantuan Dana BOS di Triwulan 1 Rp 22.950.000. Kemudian Triwulan 2 Rp 30.680.000 dan di Triwulan 3 Rp 22.680.000, dan pada saat pengambilan dana BOS saya selaku bendahara bersama Pak Seno selaku Kepala sekolah mengambil uang tersebut di Bank Lampung,” katanya, Jumat (29/7).

Dikatakannya, terkait dana BOS, semuanya dikuasi dan dikelola langsung oleh kepala sekolah, dirinya tidak tahu menahu hanya menemani saja saat pengambilan di Bank Lampung.

“Kalau di tahun 2021, untuk triwulan 1 Rp 22.680.000 setahu saya uang tersebut untuk pembayaran gaji guru honor itu pun perbulan cuma Rp 300.000 Ribu, di bayarkannya per 3 bulan sekali nerima Rp 900.000, jadi keseluruhannya gaji saya pertahun Rp 3.600.000 X 6 orang jumlah pengajar Honor jadi Rp 21.600.000, kemudian triwulan 2 Rp. 30.240.000 dan Triwulan 3 Rp. 22.410.000, untuk sisa dana bos tersebut saya tidak tahu kemana kegunaan nya,” ungkapnya.

Karena lanjutnya semua dana dikelola oleh Kepala Sekolah, cuman setahunya dibelikan buku, kertas ujian, seperti Buku Tema, dan setahu saya pembelian buku nya ada berjumlah lima buah buku dan ada yang 10 buku yang mengantarkan buku tersebut langsung dari pihak Korwilcam, dirinya selaku bendahara kurang tahu rincian nya berapa, dan di belanjakan apa saja.

Baca Juga:  Bupati Lampung Tengah, Bersama Ribuan Masyarakat Kali Rejo Gelar Jalan Sehat Bersama

“Terkait bantuan PIP untuk murid- murid dulu pernah pada saat jaman Covid-19 itu di tahun 2020 setelah itu di tahun 2021 keluar lagi ada 30 siswa yg menerima dan ngambil nya pun di Bank BRI tapi saya nggak pernah di ajak karena yang ngambil nya langsung Pak Seno dengan ibu Umi masing masing murid ada yang mendapatkan Rp 450.000, tapi siswa penerimanya beda-beda jadi saya kurang paham,” ucapnya.

“Jadi kami selaku dewan guru sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Pesawaran melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk turun langsung menindak lanjuti permasalahan di sekolah, karena jika ini dibiarkan akan berdampak buruk, baik bagi dunia pendidikan maupun mutu sekolahnya,” katanya.

Begitu juga di katakan Perwakilan Wali murid lainnya, mengatakan berharap Aparat Penegak Hukum untuk memeriksa Kepsek Seno Wusno dia sangat yakin pembagian PIP sejak tahun 2019 hingga saat ini banyak di manipulasi.

“Karena uang yang harus di terima sebesar Rp. 450 ribu namun yang sampai hanya Rp. 200 ribu saja, dan itu pun kami sudah membuat pernyataan dan siap bila nanti Aparat Penegak Hukum memerlukan keterangan, serta kami dalam waktu dekat akan Segera Membuat Laporan Ke Kejaksaan Negeri Pesawaran serta Polres Pesawaran terang,” perwakilan wali murid.

Salah satu pemilik yayasan SDS, Yani Puspita mengatakan dirinya mendirikan sekolah tersebut karena prihatin dengan keadaan di wilayah setempat karena belum ada sekolah, sedangkan anak-anak butuh ilmu untuk belajar, jadi saya berinisiatif untuk bangun sekolah demi masa depan anak-anak bangsa.

Baca Juga:  Cegah Korupsi, KPK Pantau Investasi Telkomsel ke GOTO

“Dulu kepala sekolah nya bapak Ngadino, kemudian Pak Seno, namun sangat saya sayangkan, semenjak Pak Seno menjabat tidak pernah ada koordinasi, begitu juga saat di adakan rapat sekolah, saya tidak pernah di undang, melihat kondisi sekolah saat ini sungguh sangat prihatin, karena lokasi bangunan di belakang tidak ada tembok penahan tanah dan sangat kami khawatirkan apa bila longsor,” ungkapnya.

“Jadi ketika saya mendengar ada keluhan dari wali murid dan dewan guru, terkait pengelolaan dana sekolah yang tidak transparan, apalagi ada hak anak-anak untuk bantuan PIP, bagi saya ini sangat miris,” ujarnya.

Jika lanjutnya, ada indikasi dugaan-dugaan penyimpangan dana BOS maupun Dana PIP, dirinya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menelusuri dan jika nanti ada ditemukan kerugian negara agar dapat di proses sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Jika nanti ada indikasi penyimpangan bantuan sekolah, saya sendiri bersama dewan guru serta wali murid, akan melaporkan kepada aparat penegak hukum, agar segera ditindak lanjuti, demi kemajuan dunia pendidikan di Kabupaten Pesawaran ini,” tegasnya.

“Saya juga berharap kepada Bapak Bupati Pesawaran, Bapak Dendi Ramadhona, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar dapat melihat langsung SDS yang ada di Desa Persiapan Dantar (sebelum nya masuk Desa Padang Cermin-red) Kecamatan Padang Cermin, dan bisa mendengarkan keluhan dewan guru maupun wali murid,” katanya.

Sementara itu Kepala SD Swasta Handayani Seno Wusono saat di konfirmasi terkait Anggatan Dana Bantuan Operasional Sekolah Serta PIP terkesan menghindar dan mengatakan dirinya sedang ada kegiatan zoom meeting.

“Saya sedang ada kegiatan zoom, nanti ya,” ucapnya ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler.

Namun selang berapa jam kemudian, ketika media ini kembali menghubungi, Kepala SDS Handayani tidak mengangkat walaupun Handphone dalam keadaan aktif.  (Indra Jaya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here