GPII Jabar: Tangkap dan Adili Penista Agama Jozhep Paul Zhang

 Editor: M.Ismail 

Jawa Barat (HO) – Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jawa Barat mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak. Kuat dugaan apa yang dilakukan oleh JPZ adalah penodaan agama dan menyebar ujaran kebencian, maka harus diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia.

Irwan Sholeh Amir Ketua Umum PW GPII Jawa Barat, mengungkapkan pada Minggu pertama bulan suci Ramadhan ini publik dikagetkan dengan beredarnya video milik akun yang bernama Jozhep Paul Zhang (JPZ). Video ini mendadak viral karena JPZ diduga melakukan penistaan pada ritual shaum, menghina Nabi Muhammad dan Islam. Bahkan tak tanggung-tanggung dirinya sendiri mengaku Nabi ke-26.

Dalam video tersebut JPZ membuat sebuah forum menggunakan platform Zoom terkoneksi live streaming melalui YouTube dengan judul video “Puasa Lalim Islam.

Baca Juga:  BIN dan Tim Tenaga Kesehatan Seberangi Pulau, Cegah Varian Baru Omicron

“Selain berkomentar miring tentang ibadah puasa umat Islam, beberapa kali JPZ mengaku Nabi ke-26 yang akan meluruskan kesesatan ajaran dan kecabulan Nabi ke-25. Hal ini sontak memancing reaksi umat Islam di Indonesia,” Irwan Sholeh Amir, Senin (19/42021).

Tidak hanya melakukan penistaan katanya, JPZ pun menantang siapapun yang bisa melaporkannya atas dugaan penistaan agama, akan diberikannya imbalan uang. Publik menduga JPZ demikian berani karena sedang tidak berada di Indonesia. Menurut berita yang beredar berdasarkan catatan perlintasan imigrasi, JPZ sudah tidak tinggal di Indonesia sejak tahun 2018.

“Yang dilakukan JPZ betul-betul meresahkan masyarakat dan merusak toleransi beragama di Indonesia. Di negeri ini agama memiliki kedudukan yang terhormat dan dilindungi hukum. Siapapun tidak bisa menghina dan merendahkan martabat agama yang diyakini oleh para pemeluknya. Perilaku semacam ini memecah persatuan dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai sebagai dasar negara,” ujarnya.

Baca Juga:  Jurnalistik Merdeka, Juniardi: Kebebasan Berekspresi Diakui Dunia Internasional

Selain menista agama tambahnya, JPZ pun melecehkan martabat Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan menantang dan menganggap seolah dirinya kebal hukum. Negara harus menjamin bahwa semua orang sama di mata hukum, maka hukum harus ditegakkan seadil-adilnya.

“Jangan biarkan bulan suci Ramadhan diganggu oleh oknum yang mencoba merusak hubungan baik antar agama yang sudah terjalin selama ini. Hendaknya tetap saling menghargai dan menjaga persatuan Indonesia. Menghimbau masyarakat jangan terprovokasi dan melakukan tindakan-tindakan di luar hukum, kita percayakan sepenuhnya kepada aparat yang berwajib,” pungkasnya. (Fajar/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here