Jumat, Juli 3, 2026

Antri Hingga Menginap, Sopir Keluhkan Kelangkaan Solar, BPH Migas Diminta Cabut Izin SPBU 23.351.01, Jika Terbukti Layani Pengecoran BBM

Bandar Lampung (HO) – Kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar di Kota Bandar Lampung kembali dikeluhkan para sopir angkutan barang. Mereka mengaku harus mengantre berjam-jam, bahkan terpaksa menginap di SPBU demi mendapatkan solar untuk bekerja.

Di tengah sulitnya memperoleh solar, sejumlah sopir menduga SPBU 23.351.01 di Jalan Soekarno-Hatta (Bypass Rajabasa), Kedaton, Kota Bandar Lampung, masih melayani kendaraan yang diduga digunakan untuk praktik pelangsiran atau pengecoran BBM bersubsidi.

Menurut para sopir, dugaan tersebut muncul karena mereka kerap melihat sejumlah kendaraan yang dinilai mencurigakan, di antaranya mobil Panther, Colt Diesel, dan dump truk, berada di area SPBU saat antrean solar masih mengular.

Salah seorang sopir berinisial AA, warga Kabupaten Lampung Selatan, mengaku hampir setiap kali hendak mengisi solar di SPBU tersebut selalu mendapati stok telah habis.

“Kelangkaan solar ini semakin menyengsarakan kami para sopir. Saya pernah sampai menginap di SPBU karena tidak kebagian solar. Yang membuat kami prihatin, kami menduga SPBU ini juga masih melayani para pelangsir atau mafia BBM bersubsidi,” ujarnya kepada Handalonline.com, Kamis (2/7/2026).

AA mengatakan, fenomena dugaan pelangsiran bukan hanya terjadi di satu SPBU. Namun, menurutnya, aktivitas serupa diduga masih ditemukan di sejumlah SPBU di Bandar Lampung.

“Kami sering melihat kendaraan seperti Panther, Colt Diesel, hingga dump truk yang diduga keluar-masuk untuk mengisi solar. Bahkan ada kendaraan yang berpindah-pindah posisi saat mobil tangki Pertamina melakukan pembongkaran BBM. Kondisi ini membuat kami semakin kesulitan mendapatkan solar,” katanya.

Ia berharap Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi bersama aparat penegak hukum kembali melakukan pengawasan dan penindakan terhadap SPBU yang terbukti melayani pelangsiran BBM bersubsidi.

“Kami bekerja mencari nafkah untuk keluarga. Kami rela antre berjam-jam bahkan sampai menginap. Kalau benar masih ada SPBU yang melayani pelangsir, kami berharap ditindak tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan seorang warga yang mengaku sering melintas di kawasan SPBU Bypass Rajabasa. Ia menduga terdapat aktivitas pengecoran BBM karena melihat kendaraan-kendaraan yang menurutnya kerap digunakan dalam praktik tersebut.

“Saya beberapa kali melihat kendaraan yang mencurigakan. Dugaan aktivitas pengecoran BBM di SPBU Bypass Rajabasa ini perlu segera ditelusuri aparat agar tidak terus merugikan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menilai kondisi tersebut sangat merugikan para sopir angkutan barang yang harus mengantre di bahu jalan hingga berjam-jam demi memperoleh solar bersubsidi.

Masyarakat pun mendesak BPH Migas, PT Pertamina Patra Niaga, dan aparat penegak hukum melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi di SPBU tersebut.

Apabila dalam hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran atau praktik penyaluran BBM bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat meminta agar diberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin operasional SPBU sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, Handalonline.com telah berupaya meminta konfirmasi kepada penanggung jawab SPBU 23.351.01 atas nama Dian Pratiwi melalui nomor layanan yang tercantum pada papan informasi SPBU. Namun hingga berita ini diterbitkan, nomor tersebut tidak dapat dihubungi sehingga belum diperoleh tanggapan maupun klarifikasi dari pihak SPBU. (red)

Berita Populer

SPBU 24.353.48 Natar Diduga Jadi Sarang Pelangsir Mafia BBM Solar, Terindikasi Terlibat Oknum ASN Dodi dan Aparat Penegak Hukum

"Nyali Polda Lampung dan BPH Migas Dipertaruhkan" Dodi Benarkan Jalankan Bisnis Tersebut, Bahkan Minta Nomor Rekening Wartawan untuk Beli Rokok Lampung Selatan (HO) - Dugaan...

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Akan Tindak Tegas SPBU Terbukti Melanggar, Pastikan Penyaluran Biosolar Sesuai Ketentuan

"Pertamina tidak memberikan toleransi terhadap setiap bentuk penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi" Lampung (HO) - Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menegaskan komitmennya...
error: Content is protected !!