Senin, Juni 15, 2026

Putus Mata Rantai Penyakit Menular, Puskesmas Simpur Luncurkan Inovasi ‘LENTERA BIRU’

Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah strategis ini dibuktikan dengan diluncurkannya inovasi layanan kesehatan terbaru yang diberi nama LENTERA BIRU (Layanan Terintegrasi Ramah Bina, Informasi, Rahasia Penyakit Menular Puskesmas Simpur).

Inovasi ini hadir sebagai solusi komprehensif dalam mengoptimalkan penanggulangan penyakit menular, sekaligus memberikan rasa aman, nyaman, dan bebas dari stigma bagi para pasien yang membutuhkan penanganan khusus.

Penguatan Pelayanan Integrasi di Klaster 4

Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menjelaskan bahwa LENTERA BIRU merupakan bagian dari implementasi transformasi kesehatan, khususnya pada pelayanan Klaster 4 yang berfokus pada pengendalian penyakit menular.

“Inovasi ini merupakan layanan di Klaster 4 yang menangani penyakit menular seperti HIV/AIDS dan TBC. Melalui LENTERA BIRU, kami ingin memastikan bahwa setiap pasien mendapatkan pelayanan yang terintegrasi, ramah, edukatif, dan yang paling utama adalah kerahasiaan (privacy) medis mereka benar-benar terjaga dengan baik,” ujar dr. Dewi, Senin (15/6/2026).

Dikatakan nya bahwa ketakutan akan stigma negatif di tengah masyarakat sering kali menjadi penghambat utama pasien penyakit menular untuk datang berobat ke fasilitas kesehatan.

Menghapus Stigma dan Ketakutan Pasien

Keberhasilan inovasi ini tidak lepas dari integrasi kuat antar-program di dalam Puskesmas Simpur. Dalam penanganan kasus HIV/AIDS, fokus pelayanan adalah memberikan ruang yang aman dan bersahabat bagi pasien agar mereka merasa dirangkul.

Koordinator Program HIV/AIDS, dr. Sheba Denisica Nasution, menyampaikan bahwa esensi dari inovasi ini adalah meruntuhkan dinding pembatas psikologis antara pasien dan petugas medis.

“Adanya Lentera Biru ini bertujuan agar pasien tidak malu dan takut lagi untuk datang ke ruang Klaster 4 penyakit menular. Kami ingin mereka merasa diterima, didampingi, dan dijamin kerahasiaannya selama menjalani masa pengobatan,” tegas dr. Sheba.

Sementara itu, pada penanganan penyakit Tuberkulosis (TBC), inovasi LENTERA BIRU bergerak aktif dalam memastikan kepatuhan minum obat (PMO) serta pelacakan kontak erat guna memutus rantai penularan di lingkungan masyarakat.

Koordinator Program TB, Ns. Firda Halifah Rahmayani, S.Kep, mengungkapkan pentingnya integrasi ini dalam memantau perkembangan kesembuhan pasien.

“Melalui LENTERA BIRU,kami menerapkan pendekatan yang lebih humanis dan intensif kepada pasienTBC.Tujuannya agar pengawasan minum obat berjalan optimal hingga pasien dinyatakan sembuh total,sekaligus mengedukasi keluarga mengenai pencegahan penularan,” kata Ns. Firda.

Menjaga Standar Mutu Pelayanan Kesehatan Sebagai layanan yang mengintegrasikan berbagai program krusial, LENTERA BIRU dijalankan dengan pengawasan mutu yang ketat agar manfaatnya dapat dirasakan langsung secara maksimal oleh masyarakat.

Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas Simpur, dr. Anindia Putri, menegaskan bahwa aspek mutu dan keselamatan pasien merupakan prioritas yang tidak boleh dikesampingkan dalam pelaksanaan inovasi ini.

“Kami secara berkala memonitor dan mengevaluasi indikator mutu pelayanan dalam inovasi LENTERA BIRU ini. Mulai dari ketepatan alur layanan, waktu respons, hingga indeks kepuasan pasien, semua kami jaga agar tetap sesuai dengan standar pelayanan baku Puskesmas Simpur” jelas dr. Anindia.

Dengan hadirnya inovasi LENTERA BIRU, Puskesmas Simpur berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menekan angka penyebaran penyakit menular di wilayah Bandar Lampung, sekaligus menjadi role model pelayanan kesehatan yang inklusif, aman, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.  (Mira)

Berita Populer

Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Perlu Evaluasi Menyeluruh, Berpotensi Membebani Keuangan Negara

Masyarakat Dorong Prioritas Infrastruktur, Pendidikan, Pelayanan Kesehatan Gratis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh...

Klarifikasi Pengawas SPBU: Tidak Ada Pengecoran atau Pengalihan BBM, Beroperasi Sesuai Aturan

Bandar Lampung (HO) - Menanggapi pemberitaan yang menyebutkan adanya dugaan pengecoran maupun pengalihan pasokan BBM di SPBU nomor 24.352.42 wilayah Sumur Batu, Kecamatan Telukbetung...
error: Content is protected !!