“Keterlibatan pengawas dan oknum aparat yang diduga memperlancar aktivitas pengecoran”
Bandar Lampung (HO) – Masyarakat dan pengguna jalan mengeluhkan aktivitas yang terindikasi sebagai pengecoran bahan bakar minyak (BBM) di SPBU Pertamina 24.352.42 yang beralamat di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sumur Batu, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung.
Menurut warga, diduga pengecoran berbagai jenis BBM seperti solar dan jenis lainnya berlangsung secara teratur. Selain itu, terindikasi adanya keterlibatan pihak pengelola SPBU serta diduga oknum aparat yang diduga memberikan perlindungan dan bekerja sama. Masyarakat berharap Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera mencabut izin usaha, serta meminta Polda Lampung melakukan penindakan hukum.
Keterangan ini terungkap saat tim media Handalonline.com melakukan verifikasi informasi berdasarkan keluhan warga. Disebutkan bahwa para diduga pelaku pengecoran beroperasi dengan leluasa. Mereka diduga menggunakan kendaraan beragam jenis, mulai dari mobil mewah hingga kendaraan yang sudah dimodifikasi khusus.
“Memang benar adanya dugaan aktivitas tersebut di SPBU 24.352.42. Sering terjadi antrian panjang saat kami hendak mengisi BBM, baik Pertalite maupun solar. Apalagi lokasinya strategis di tengah kota, sehingga kadang menimbulkan kemacetan,” ujar salah seorang sopir yang ditemui saat hendak mengisi bahan bakar, Selasa (9/6/2026).
Karena hal itu, masyarakat meminta BPH Migas segera mengambil tindakan tegas terhadap SPBU 24.352.42 yang diduga bekerja sama dengan jaringan diduga mafia BBM. SPBU tersebut diduga tidak hanya melayani masyarakat umum, tetapi juga memasok bahan bakar kepada para diduga pengecor. Hasil pengecoran tersebut diduga akan diserahkan kepada jaringan dan dijual kembali dengan harga di atas ketentuan.
“Kami sangat berharap Polda Lampung maupun BPH Migas segera turun tangan dan meninjau langsung kondisi di lapangan. Dugaan ini sangat kuat, bahkan terindikasi adanya keterlibatan pihak pengelola SPBU maupun diduga oknum aparat yang ikut terlibat,” tegasnya.
Merespons laporan tersebut, tim Handalonline.com melakukan pendekatan khusus untuk menguji kebenaran informasi. Dalam rangka mengungkap fakta lapangan dan memastikan keluhan masyarakat memiliki dasar yang jelas, media menyamar dan berpura-pura ingin menjadi bagian dari kelompok pengecor. Pendekatan ini dilakukan agar dapat memperoleh keterangan langsung dari pihak yang terlibat.
Pihak yang ditemui di lokasi secara tidak langsung membenarkan adanya aktivitas yang dimaksud. Ia menyebutkan antrean yang panjang membuat aktivitas tersebut sulit dilakukan saat itu juga.
“Sekarang sudah tidak bisa lagi karena antrean terlalu panjang. Tapi kalau mau bergabung, nanti ada orangnya. Kalau memang mau ikut, harus izin dulu karena mereka sudah tergabung dalam tim,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Ketika media meminta keterangan lebih lanjut terkait penanggung jawab dan pengawas SPBU, petugas tersebut meminta untuk menunggu. Tak lama kemudian, datang seorang pria yang mengaku bernama Opal. Ia menanyakan maksud kedatangan serta menanyakan ke mana hasil pengecoran akan disalurkan, dan siapa yang menjadi penanggung jawab. Ia juga meminta menunjukkan Kartu Tanda Anggota (KTA) wartawan dan memotret wartawan media ini.
“Kalau memang mau mengecor, nanti hasilnya mau diserahkan ke siapa. Siapa nama bosnya, Saya minta lihat KTA,” ujarnya.
Di akhir perbincangan, pria yang mengaku bernama Opal itu menyampaikan, jika ingin membahas lebih lanjut komunikasi dapat dilanjutkan secara pribadi melalui pesan singkat.
“Kalau mau tahu lebih jelas, nanti kita bicarakan lewat WhatsApp saja. Kita atur pertemuan dan bicarakan secara langsung,” pungkasnya. (red)
