Bandar Lampung (HO) – Puskesmas Simpur terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang promotif dan preventif bagi masyarakat. Salah satu langkah konkretnya adalah melalui peluncuran dan pelaksanaan program inovasi unggulan bernama KEKASI GIA (Kelas Edukasi Gigi Anak), yang kali ini diselenggarakan langsung di lingkungan Sekolah Dasar (SDN 1 Pasir Gintung).
Program ini dirancang khusus untuk memberikan pemahaman interaktif kepada anak-anak usia sekolah mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kesehatan gigi dan mulut sejak dini.
Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menjelaskan bahwa intervensi kesehatan gigi pada usia sekolah merupakan langkah krusial. Program ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan baik yang akan terbawa hingga dewasa.
“Melalui KEKASI GIA, kami ingin mengubah paradigma anak-anak agar tidak lagi takut ke dokter gigi. Kami jemput bola ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi dengan cara yang menyenangkan, sehingga angka karies atau gigi berlubang pada anak di wilayah kerja kami dapat ditekan secara signifikan,” ujar dr. Dewi Retnosari.
Pendekatan Interaktif dan Pemantauan Mutu
Dalam pelaksanaannya di lapangan, anak-anak tidak hanya mendengarkan materi secara teoretis, tetapi juga diajak terlibat aktif. Koordinator Pelayanan Gigi Anak Puskesmas Simpur, drg. Fitriyah Wahyuni, memimpin langsung jalannya kelas edukasi dengan metode yang ramah anak.
Edukasi Visual & Praktik: Anak-anak diajarkan cara menyikat gigi yang baik dan benar menggunakan model peraga gigi (phantom).
Pemilihan Makanan Sehat: Pengenalan jenis makanan yang ramah bagi gigi serta makanan yang berisiko merusak struktur gigi.
Pemeriksaan Dini: Skrining awal kondisi kesehatan gigi siswa untuk mendeteksi masalah secara lebih cepat.
Di sisi lain, keberhasilan dan keberlanjutan inovasi ini juga dikawal ketat dari aspek standardisasi pelayanan. Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas Simpur, dr. Anindia Putri, menegaskan bahwa setiap tahapan KEKASI GIA telah melalui evaluasi mutu agar manfaatnya benar-benar terukur.
“Inovasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Kami di tim mutu memastikan seluruh prosedur pelaksanaan, materi yang disampaikan, hingga output perubahan perilaku anak-anak dievaluasi secara berkala sesuai dengan standar mutu pelayanan kesehatan primer,” tegas dr. Anindia Putri.
Dengan sinergi antara manajemen, tim pelayanan gigi, dan penjamin mutu, Puskesmas Simpur berharap program KEKASI GIA dapat menjadi model percontohan inovasi kesehatan sekolah yang efektif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi generasi muda yang lebih sehat. (Mira)
