Sabtu, Agustus 15, 2026

Tekan Angka Penyakit Tidak Menular, Puskesmas Simpur Luncurkan Inovasi “ASUH”

Bandar Lampung (HO) – Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, diabetes melitus, hingga obesitas kian mengancam kelompok usia produktif. Merespons tantangan tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Simpur Kota Bandar Lampung resmi meluncurkan program inovasi bertajuk ASUH (Aku Sayang Usia Produktif). Program ini dirancang khusus untuk memperkuat deteksi dini dan pencegahan PTM di wilayah kerja mereka.

Plt. Kepala Puskesmas Simpur, dr. Dewi Retnosari, menjelaskan bahwa inovasi ASUH lahir dari kekhawatiran atas bergesernya tren penderita PTM yang kini mulai banyak menyerang masyarakat di usia produktif (15–59 tahun). Kesibukan kerja dan gaya hidup perkotaan sering kali membuat kelompok ini abai terhadap kondisi kesehatan mereka.

“Usia produktif adalah pilar utama keluarga dan daerah. Melalui inovasi ASUH, kami ingin menjemput bola dan memastikan masyarakat usia produktif di wilayah Simpur mendapatkan skrining kesehatan yang memadai. Kita ingin mendeteksi faktor risiko sedini mungkin sebelum berkembang menjadi penyakit kronis,” ujar dr. Dewi Retnosari.

Dalam pelaksanaannya, program ASUH mengintegrasikan berbagai layanan preventif dan promotif. Koordinator Pelayanan Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Simpur, Ns. Yuni Munifa Trisnawati, S.Kep., memaparkan bahwa inovasi ini tidak hanya berfokus pada pemeriksaan di dalam gedung puskesmas, tetapi juga menyasar tempat kerja, komunitas, dan ruang publik.

“Kami memberikan pelayanan komprehensif mulai dari pemeriksaan tekanan darah, cek kadar gula darah, pengukuran indeks massa tubuh (IMT), hingga konseling gaya hidup sehat. Dengan adanya ASUH, koordinasi pemantauan kesehatan masyarakat usia produktif menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan,” kata Ns. Yuni.

Langkah inovatif ini juga menjadi bagian dari upaya Puskesmas Simpur dalam menjaga dan meningkatkan standar pelayanan kedokteran dan keperawatan kepada masyarakat. Dr. Anindia Putri, selaku Koordinator Mutu Pelayanan Puskesmas Simpur, menegaskan bahwa inovasi ASUH telah melalui proses penjaminan mutu yang ketat agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Inovasi ASUH ini bukan sekadar program seremonial. Kami di tim mutu memastikan bahwa setiap alur pelayanan, validitas alat pemeriksaan, hingga kepuasan pasien dalam program ini berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Peningkatan mutu pelayanan secara berkala akan terus kami lakukan demi memberikan proteksi kesehatan terbaik bagi warga Bandar Lampung,” pungkas dr. Anindia.

Dengan hadirnya inovasi ASUH, Puskesmas Simpur berharap kesadaran masyarakat Kota Bandar Lampung, khususnya para pekerja dan remaja, meningkat untuk secara rutin memeriksakan kesehatannya minimal satu kali dalam setahun demi mewujudkan generasi yang sehat, aktif, dan produktif. (Mira)

Berita Populer

Semarak HUT RI ke-81, Desa Negeri Sakti Gelar Jalan Sehat, Ratusan Warga Antusias Ikuti Kegiatan

Pesawaran (HO) – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung,...

Pengibaran Merah Putih di Menara 74 Meter, Puslatpurmar 8 Teluk Ratai Kobarkan Semangat Kemerdekaan

Lampung (HO) - Pengibaran Merah Putih dilakukan Prajurit Puslatpurmar 8 Teluk Ratai di puncak Menara Telkomsel setinggi 74 meter di Desa Gebang, Kecamatan Teluk...
error: Content is protected !!