Selasa, Juni 16, 2026

Puasa Bukan Halangan, Puskesmas Simpur Tetap Laksanakan MANJAU JEJAMA

Bandar Lampung (HO) – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Simpur Kota Bandar Lampung memiliki salah satu inovasi Upaya Kesehatan Masyarakat Essensial yakni Mantau Jangkau Jemput Jaring Masyakarat (MANJAU JEJAMA), merupakan integrasi Program Perawatan Kesehatan Masyarakat (Perkesmas) dan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS PK).

Plt. Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Simpur, dr. Sarah Prima Ayu menyampaikan meskipun puasa harus semangat bekerja, pelayanan kesehatan kepada masyarakat harus tetap jalan seperti biasanya.

“Seperti kegiatan Inovasi Manjau Jejama ini tetap berjalan di bulan puasa agar dapat tercapainya masyarakat sehat dengan indikator keperawatan keluarga,” terangnya kepada Media Handalonline.com, Kamis (6/4/2023).

Puasa Bukan Halangan, Puskesmas Simpur Tetap Laksanakan MANJAU JEJAMA

Dikatakan nya, Inovasi ini merupakan tindak lanjut dari Program PIS PK untuk meningkatkan angka capaian Indeks Keluarga Sehat (IKS). Program pembangunan kesehatan Indonesia mengacu pada 3 (tiga) pilar program Indonesia Sehat yaitu mengedepankan paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan pemenuhan Universal Health Coverage melalui Jaminan Kesehatan Nasional.

“Pelaksanaan tiga pilar Program Indonesia Sehat tersebut mempunyai target sasaran seluruh usia (total coverage) mengikuti siklus kehidupan (life cycle) sehingga integrasi pelaksanaan pelayanan kesehatan dapat dilakukan lebih efektif jika melalui pendekatan keluarga,” ujarnya.

Begitu juga, Ns. Miranti Dea Dora, S.Kep,M.Kep menambahkan Manjau Jejama dalam bahasa Lampung artinya mengunjungi bersama sama, Inovasi Manjau Jejama ini merupakan kegiatan kunjungan rumah yang dilakukan dengan berkolaborasi lintas program, profesi dan lintas sektor terkait. Inovasi ini melibatkan petugas kesehatan dari puskesmas, diantaranya ada Dokter, Bidan, Perawat, petugas gizi, Farmasi petugas kesling dan petugas promkes.

“Kegiatan Manjau Jejama yang dilakukan hari ini kunjungan rumah pasien/ tracing ODHIV (Orang dengan HIV) yang Lost To Follow Up (LFU). Pasien tersebut tidak mengakses pengobatan Anti Retro Viral (ARV) lebih dari 3 bulan,” tuturnya.

Puasa Bukan Halangan, Puskesmas Simpur Tetap Laksanakan MANJAU JEJAMA

“Dan kami melibatkan Lintas Sektor terkait yakni Komunitas SSG (Saburai Support Group) Lampung dalam kegiatan Manjau Jejama hari ini, untuk pendampingan pasien ODHIV lebih lanjut,” sebut Rohani, Amd, Kep.

Hal yang sama juga dikatakan Apt. Riawati, S.Farm Inovasi Manjau Jejama ini outputnya pasien ODHIV patuh minum obat dan mengerti Tepat Dosis, Tepat Waktu dan Tepat Cara Minum Obat.

“Di masyarakat banyak sekali yang belum mengerti akan hal tersebut, pasien ODHIV harus minum obat setiap harinya agar kondisi terjaga dengan baik,” katanya.

Salah satu petugas pendukung sebaya komunitas SSG inisial A (35th) mengucapkan terima kasih kepada petugas Layanan Pedampingan dan Pengobatan HIV.

“Puskesmas Simpur yang selama ini bekerja sama baik dengan kami, melayani pasien ODHIV dengan ramah sampai melakukan kunjungan rumah pasien ODHIV LFU, semoga kedepannya Puskesmas Simpur tetap mempertahankan kualitas pelayanan PDP HIV dengan baik,” ucapnya. (Mira)

Berita Populer

Putus Mata Rantai Penyakit Menular, Puskesmas Simpur Luncurkan Inovasi ‘LENTERA BIRU’

Bandar Lampung (HO) - Puskesmas Simpur terus menunjukkan komitmen nyata dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat. Langkah strategis ini dibuktikan dengan diluncurkannya inovasi layanan...

Program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih Dinilai Perlu Evaluasi Menyeluruh, Berpotensi Membebani Keuangan Negara

Masyarakat Dorong Prioritas Infrastruktur, Pendidikan, Pelayanan Kesehatan Gratis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh...
error: Content is protected !!