Tingkatkan Kesadaran Hukum, Kejati Lampung Gelar JMS di Ponpes

 Editor: M.Ismail 

Lampung (HO) – Guna meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar, Kejati Lampung menggelar Jaksa masuk sekolah (JMS) di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin Jati Agung, Lampung Selatan, Selasa (22/3/2022).

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Lampung I Made Agus Putra A, S.H., M.H, mengatakan Kejaksaan Tinggi Lampung menggelar program jaksa masuk sekolah dengan memperkenalkan sistem peradilan pidana anak dan bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Kita telah kembali menggelar program jaksa masuk sekolah yang kali ini diselenggarakan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadin Jati Agung, Lampung Selatan,” terang Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Lampung I Made Agus Putra A, S.H., M.H.

Dia mengatakan, kegiatan jaksa masuk sekolah ini diselenggarakan pada Senin, 21 Maret 2022 setelah sebelumnya terhenti dan kembali dilaksanakan dan merupakan upaya inovasi dan komitemen Kejaksaan RI dalam meningkatkan kesadaran hukum kepada warga negara khususnya masyarakat yang statusnya sebagai pelajar.

Baca Juga:  Pemilu Pertarungan Legal, Ketua KPU Pesawaran: Semoga Tidak Ada Masalah

“JMS ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA hingga mahasiswa perguruan tinggi untuk memperkaya khasanah pengetahuan siswa terhadap hukum dan perundang-undangan serta menciptakan generasi baru taat hukum untuk tujuan kenali hukum jauhkan hukuman,” katanya.

Kejaksaan lanjutnya, merupakan lembaga pemerintah yang menjalankan kekuasaan dibidang penegakan hukum turut mempunyai tanggung jawab moril memajukan generasi muda para pelajar untuk senantiasa mengerti dan memahami tentang hukum dan permasalahannya.

Baca Juga:  Berdayakan WBP, Lapas Perempuan Kelas IIA Balam Bersinergi PT Bukit Asam Tbk Tarahan

“Dalam pelaksanaan JMS ini, kami memberikan pengetahuan tentang tupkosi dari Kejaksaan RI melalui Pemutaran Film Pendek dan pemaparan tentang Penyalahgunaan Narkoba dan Sistem Peradilan Pidana Anak serta Undang-Undang Perlindungan Anak disertai dengan Perkembangan Hukum Positif yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Kasi Penkum menambahkan, pada kesempatan ini, kejaksaan memberikan interaksi antara peserta dan narasumber serta kesempatan tersebut pula dipergunakan oleh para mahasiswa/i untuk mengajukan beberapa pertanyaan seputar materi yang disampaikan dan juga beberapa isu hukum yang sedang trending di masyarakat.

Diketahui acara tersebut diselenggarakan selama kurang lebih empat jam dengan tetap menerapkan Protokol Kesehatan yang Ketat. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here