Oknum Wartawan Peras Pemilik Toko, Modus Keracunan Makanan

 Editor: M.Ismail 
Gambar Ilustrasi

Yogyakarta (HO) – Satuan reserse kriminal Polres Bantul berhasil mengungkap kasus pemerasan dengan modus mengaku wartawan dan lembaga bantuan hukum. Tiga orang tersangka diamankan usai memeras toko waralaba berjejaring di Jalan parangtritis, Bantul daerah istimewa yogyakarta.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menerangkan, tiga tersangka yang diamankan AS (51) dan perempuan NS (58) asal Surabaya, Jawa Timur. Satu tersangka lain MA (37) perempuan asal Surakarta.

“Ada tiga tersangka yang diamankan usai melakukan pemerasan di dua toko waralaba pada Kamis (3/2/2022-red),” kata Kapolres Bantul AKBP Ihsan, Kamis (24/2/2022).

Kapolres melanjutkan, aksi pemerasan ini dilakukan para pelaku dengan modus membeli makanan dan minuman yang mendekati masa kedaluwarsa. Selang tiga hari mereka kembali ke toko untuk komplain.

Baca Juga:  Tepat Hari Bhayangkara Ke-76, 38 Anggota Polres Pesawaran Terima Naik Pangkat

“Mereka berbagai peran, MA menjadi anak yang keracunan pascakonsumsi, NS sebagai ibu dan AS sebagai eksekutor. Mereka berdalih usai mengonsumsi anaknya keracunan sehingga muntah dan diare. Mereka kemudian meminta pertangungjawaban dan minta uang ganti rugi,” ujarnya.

Dia menuturkan, di salah satu toko di Jalan Parangtritis mereka berhasil memeras karyawan senilai Rp10 juta. Sedangkan di lokasi kedua di depan Polsek sewon. Mereka belum berhasil mendapatkan uang dan masih menunggu dari distributor. Saat itulah polisi menangkap pelaku dengan uang Rp 8 juta.

“AS ini berperan sebagai wartawan. Dia pamerkan kartu pers dan membawa bandel UU Perlindungan Konsumen untuk menakut-nakuti korban,” jelasnya.

Kemudian katanya, Ketiga pelaku merupakan sindikat yang sudah beraksi di beberapa lokasi. Pengakuan mereka sudah dilakukan di Boyolali, Sukoharjo, Klaten dan Bantul. Selain mengamankan ketiga pelaku, polisi juga menyita barang bukti kartu pers, mobil operasional dan uang Rp 8 juta.

Baca Juga:  HUT IKWI Pesawaran Banjir Order, Jadi Berkah Pengrajin Karangan Bunga

“Ketiga tersangka akan dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang Pemerasan. Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara,” pungkasnya.

Sementara itu tersangka MA, mengaku hanya diajak oleh tersangka AS. Dia mendapatkan jatah Rp1 juta sebagai uang transport.

“Saya hanya diajak oleh pak Jon (AS), saya dikasih Rp1 juta, dan Saya tidak tahu ini (kartu pers-red) dibuatin pak Jon, wong tidak saya pakai dan tidak mengaku-ngaku wartawan dan baru mengenal AS dan NS di Solo belum lama, bertemu di Kantor LBH,” sebutnya. (Nt)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here