Minyak Goreng Langka, Satgas Pangan Sidak, Kasat Reskrim: Ancaman Pidana 5 Tahun Penjara

 Editor: M.Ismail 
Baju merah: Kasat Reskrim Polres Pesawaran AKP Supriyanto Husin

Pesawaran (HO) – Satgas Pangan Polres Kabupaten Pesawaran, dalam waktu dekat ini akan melakukan sidak lapangan guna mencari tahu akibat kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Kapolres Pesawaran AKBP Pratomo Widodo melalui Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin mengatakan, sidak yang akan dilakukan nanti, untuk mencari tahu penyebab terjadinya kelangkaan minyak goreng yang dirasakan masyarakat beberapa hari terakhir.

“Kami dari Satgas Pangan Polres Pesawaran akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Satgas Pangan kabupaten, sesuai dengan laporan dari bawah terkait dengan kelangkaan minyak goreng ini, tentunya kita akan turun ke bawah guna mencari tau penyebab dari langka nya minyak goreng ini,” ujarnya. Selasa (15/2/2022).

Dirinya mengatakan, sidak lapangan penting dilakukan untuk penelusuran kaitan dengan kelangkaan terhadap minyak goreng. Apakah penyebab kelangkaan minyak goreng akibat adanya penimbunan ataukah ada faktor lainnya.

Baca Juga:  Srikandi Dermawan Bantu Dua Warga Sakit dan Bagikan Santunan 50 Anak Yatim Piatu

“Ini kami juga heran, dimasa pandemi saat ini kok bisa ada kelangkaan, apalagi pemerintah sudah menyatakan kalau stok minyak goreng aman, namun nyatanya di lapangan masyarakat kesulitan mencari minyak goreng, tidak menutup kemungkinan ada pemain di dalamnya nanti kita akan cari tau,” ujar dia.

Menurutnya, apabila terbukti ada pihak yang menimbun minyak goreng, maka sanksi tegas akan diterapkan sesuai ketentuan peraturan yang ada.

“Ketentuan tersebut, sebagaimana pasal 29 dan pasal 107 UU nomor nomor 7 tahun 2014 tentang Perdagangan dan pasal 62 UU nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelanggaran dalam ketentuan tersebut sanksinya ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara,” kata dia.

Sementara itu, Rosita pemilik warung di Kecamatan Gedongtataan mengatakan, sulitnya mencari minyak goreng bukan hanya dirasakan pemilik warung saja, tetapi juga masyarakat biasa pun ikut merasakan sulitnya mencari minyak goreng.

Baca Juga:  Majukan UMKM, HUT IKWI Nanda Indira Dendi Terima Award Perempuan Inspiratif

“Dari kemarin masyarakat yang nyari minyak goreng di warung saya tapi tidak ada, bahkan mereka sudah kesana kemari nyari minyak goreng namun tidak mendapatkan,” kata dia.

“Memang biasanya ada di grosir itu yang 14 ribu per liter, tapi itu jarang mas, seperti di Alfamart atau Indomaret kalau ada promo yang harga murah pasti tidak kebagian, karena per orang hanya bisa membeli satu kemasan yang isi 2liter, tapi beberapa minggu terakhir kosong terus,” katanya.

Dirinya berharap, kelangkaan minyak goreng itu segera berakhir, sehingga masyarakat tidak lagi kesulitan mencari minyak goreng. “Inikan merupakan kebutuhan kita sehari-hari mas, jadi seperti ini terus bagaimana kita bisa masak untuk kebutuhan kita,” ujarnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here